Circle defends USDC freeze policy after Drift exploit, calls for faster legal frameworks

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-04-10Terakhir diperbarui pada 2026-04-10

Abstrak

Circle has responded to criticism regarding its handling of illicit funds, particularly after the Drift Protocol exploit where over $270 million was drained. The company stated that it cannot freeze USDC assets without legal authorization from relevant authorities, emphasizing that freezing is a legal obligation, not a discretionary action. This follows a report alleging $420 million in compliance lapses due to delayed or absent freezes, including $230 million in USDC during the Drift incident. Circle argues that the mismatch between blockchain speed and legal processes creates structural gaps exploited by bad actors. The company calls for updated legal frameworks, such as the GENIUS and CLARITY Acts, to enable faster intervention while preserving due process and property rights.

Circle has responded to recent criticism over its handling of illicit fund flows. It argues that it cannot freeze assets without legal authorization, following scrutiny tied to the Drift Protocol exploit.

In a blog post published on 10 April, the company said its ability to freeze USDC is “not discretionary,” but instead depends on lawful orders from relevant authorities.

The statement comes days after an on-chain report alleged more than $420 million in compliance lapses linked to delayed or absent freezes.

“Freezing is a legal obligation, not a discretionary tool”

Circle pushed back on the idea that it can act unilaterally to block funds, stating that USDC operates within U.S. and European regulatory frameworks.

According to the company, freezing assets requires a formal legal process. Also, acting outside those constraints could undermine property rights and financial privacy.

The distinction is central to its response: while the technology enables blacklisting, Circle maintains that the decision to act must come from law enforcement or the courts, not the issuer itself.

Drift exploit brought response times into focus

The clarification follows criticism tied to the 1 April exploit of Drift Protocol, during which over $270 million was reportedly drained.

Reports claimed that more than $230 million in USDC was bridged across chains during the incident without being frozen. The event raised questions about how quickly issuers can respond in fast-moving exploit scenarios.

The report also cited past incidents — including Cetus, Mango Markets, and Nomad — where USDC-linked funds were allegedly frozen late or not at all.

Circle’s response does not directly address specific cases. Instead, it reframes the issue as a legal constraint rather than an operational failure.

A gap between technology and law

A key theme in Circle’s statement is what it describes as a mismatch between the speed of blockchain activity and the pace of legal processes.

While tools exist to intervene quickly, the company argues that current regulatory frameworks do not allow for rapid, coordinated action without due process.

This, it says, creates a structural gap that can be exploited by bad actors moving funds across chains in real time.

Policy push gains momentum

Circle explicitly linked the issue to ongoing regulatory efforts in the United States, including the GENIUS Act and the CLARITY Act.

The company called for updated legal frameworks that would enable faster intervention while preserving due process, privacy, and property rights.

The timing is notable. Recent signals from U.S. officials, alongside a White House report challenging restrictions on stablecoin yield, suggest growing alignment within the executive branch on digital asset policy.


Final Summary

  • Circle says it cannot freeze USDC without legal orders, pushing back against criticism following the Drift exploit.
  • The company is calling for faster legal frameworks, linking enforcement challenges to ongoing U.S. regulatory efforts.

Pertanyaan Terkait

QWhat is Circle's stated reason for not freezing USDC assets unilaterally following incidents like the Drift Protocol exploit?

ACircle states that it cannot freeze USDC assets without lawful orders from relevant authorities, as its ability to freeze is a legal obligation, not a discretionary tool, and acting unilaterally could undermine property rights and financial privacy.

QHow much USDC was reportedly bridged across chains during the Drift Protocol exploit without being frozen, according to the article?

AReports claimed that more than $230 million in USDC was bridged across chains during the Drift Protocol exploit without being frozen.

QWhat does Circle identify as the key structural problem in responding to fast-moving exploits involving cross-chain fund transfers?

ACircle identifies a mismatch between the speed of blockchain activity and the pace of legal processes as the key structural problem, creating a gap that can be exploited by bad actors moving funds in real time.

QWhich specific U.S. regulatory acts does Circle link to its call for updated legal frameworks in the article?

ACircle links its call for updated legal frameworks to the GENIUS Act and the CLARITY Act in the United States.

QBesides the Drift exploit, which other past incidents are cited in the report as examples of alleged USDC freezing delays or failures?

AThe report also cited past incidents involving Cetus, Mango Markets, and Nomad where USDC-linked funds were allegedly frozen late or not at all.

Bacaan Terkait

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

**Penampilan Perdana Kevin Warsh: Ketua Fed Paling Paham Crypto, Akan Bawa Kejutan atau Kekhawatiran?** Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bersiap untuk konferensi pers kebijakan moneter pertamanya di tengah situasi sulit: inflasi yang bangkit kembali, tekanan pasar untuk menaikkan suku bunga, dan desakan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Yang unik, Warsh adalah ketua Fed pertama yang secara terbuka memiliki portofolio investasi tidak langsung yang signifikan di aset kripto dan perusahaan Web3, mencakup berbagai sektor seperti blockchain, DeFi, dan infrastruktur pembayaran. Pemahaman pribadinya tentang teknologi ini berbeda dengan pendahulunya. Analisis kebijakannya berfokus pada dua hal: **sikap hawkish melawan inflasi** yang mungkin berarti lingkungan suku bunga ketat, dan **sikap ramah terhadap aset digital** yang bisa membawa perubahan regulasi dari "pencegahan" menjadi "integrasi dan inovasi". Dampak pada pasar kripto dapat dilihat dari: **pergeseran ekspektasi regulasi** yang lebih mendukung, **penetapan ulang premi risiko** bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dari Warsh, serta **aliran modal global** yang mungkin mengalir lebih deras ke aset kripto karena legitimasi yang meningkat. Dua skenario utama untuk penampilan perdananya: 1. **Kejutan:** Gabungan sikap kebijakan moneter yang relatif lunak (dovish) dan sinyal ramah kripto dapat memulihkan sentimen pasar. 2. **Kekhawatiran:** Sinyal hawkish yang lebih keras dari perkiraan, seperti isyarat kenaikan suku bunga, dapat memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto. Meski secara etika Warsh telah menjual semua kepemilikannya terkait kripto, pemahaman mendalamnya tentang blockchain diharapkan dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih koheren dan mendukung, menjadi infrastruktur penting bagi arus utama aset kripto dalam jangka panjang.

marsbit1j yang lalu

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

marsbit1j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI). Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial: 1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data. 2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru. 3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat. 4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi. Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial. Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.

marsbit3j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli DRIFT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Drift Protocol (DRIFT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Drift Protocol (DRIFT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Drift Protocol (DRIFT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Drift Protocol (DRIFT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Drift Protocol (DRIFT)Lakukan trading Drift Protocol (DRIFT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

298 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli DRIFT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga DRIFT (DRIFT) disajikan di bawah ini.

活动图片