Altcoin Season Index rises as Bitcoin hits 60% resistance – Then why a true alt season isn’t here yet?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-19Terakhir diperbarui pada 2026-02-19

Abstrak

The Altcoin Season Index has risen to levels last seen in early January, suggesting a potential shift in market dynamics as Bitcoin dominance (BTC.D) fails to reclaim the 60% resistance level. ETH/BTC has also gained intraday momentum, further supporting a classic rotation setup where altcoins gain while Bitcoin cools. However, a full altcoin season remains unlikely. The ETH/BTC ratio is at a key inflection point, having previously failed to hold support, indicating that current movements may be driven by speculative hype rather than genuine utility. On-chain data reveals Bitcoin's continued dominance in trading volumes, with Binance data showing BTC volumes at 36.8%, compared to 35.3% for altcoins and 27.8% for Ethereum. This suggests capital is still favoring Bitcoin or short-term speculative plays rather than broad altcoin adoption, keeping a true alt season at bay for now.

With risk-off sentiment still hanging over the market, investors are rotating capital into altcoins, a move that has historically helped mitigate losses by spreading exposure rather than putting all funds into one place.

The Altcoin Season Index has jumped back to levels we last saw in early January, which oftean signals the start of a broader rotation. ETH/BTC is up 2.6% intraday, adding further weight to this setup.

On the flip side, Bitcoin dominance [BTC.D] has posted three weekly lower lows and hasn’t been able to reclaim the 60% mark, now down nearly 2.5%. Taken together, it looks like a classic rotational setup, altcoins gaining momentum while BTC cools off.

That said, a full-blown altcoin season still looks a ways off.

The ETH/BTC ratio is sitting at a key inflection point. After the mid-January breakdown, it failed to hold 0.033 as support, triggering a correction. Back then, however, the altcoin season eventually kicked off.

That divergence showed investors were chasing hype-driven plays over projects with real utility. Now, with the Altcoin Season Index jumping and ETH/BTC chopping sideways, a similar dynamic seems to be forming.

Naturally, the big question: Are investors still favoring Bitcoin’s risk/reward over “high-cap” altcoins? If so, the current weakness in BTC.D could be temporary, without triggering a meaningful rotation into altcoins.

Bitcoin dominance in inflows could signal on-chain power

On-chain metrics show a clear shift in investor positioning.

The jump in the Altcoin Season Index, along with a range-bound ETH/BTC ratio, backs AMBCrypto’s view that investors are chasing yield through speculative plays rather than moving into blockchains during market FUD.

CryptoQuant data confirms this trend: Bitcoin trading volumes on Binance have regained dominance, making up 36.8% of total exchange volume. In comparison, altcoins account for 35.3% and Ethereum 27.8%.

Looking back, altcoins represented 59.2% of Binance trading volumes in November. By mid-February that had fallen to 33.6%, marking almost a 50% drop in altcoin activity, a clear sign of capital rotating back into BTC.

All this on-chain data reinforces AMBCrypto’s thesis.

Even with the recent altcoin jump, a full-blown alt season still looks unlikely. Investors are either chasing Bitcoin’s risk/reward or short-term speculative plays rather than Ethereum [ETH], keeping a broad altcoin rotation at bay.


Final Summary

  • Altcoin Season Index and ETH/BTC are signaling short-term activity, yet BTC dominance and inflows suggest capital is still flowing toward Bitcoin.
  • On-chain metrics and trading volume shifts show investors chasing speculative plays rather than broad L1 adoption, keeping a major altcoin rotation at bay.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat does the recent rise in the Altcoin Season Index and the drop in Bitcoin dominance suggest about current market rotation?

AThe recent rise in the Altcoin Season Index and the drop in Bitcoin dominance suggest a classic rotational setup where capital is moving into altcoins as Bitcoin cools off, but it is driven by short-term speculative plays rather than a broad, fundamental shift into alternative blockchains.

QWhy does the article suggest that a full-blown altcoin season is still unlikely despite the recent market activity?

AA full-blown altcoin season is still unlikely because on-chain data and trading volumes show that investors are primarily chasing Bitcoin's risk/reward or short-term plays rather than making significant, sustained investments into Ethereum or other major altcoins, which prevents a broad market rotation.

QWhat key level did the ETH/BTC ratio fail to hold as support, and what was the significance of this failure?

AThe ETH/BTC ratio failed to hold the 0.033 level as support. This failure triggered a correction and indicated that investors were favoring hype-driven speculative plays over projects with real utility, a dynamic that is similar to what is being observed in the current market.

QAccording to CryptoQuant data, how has Bitcoin's trading volume on Binance changed relative to altcoins?

ACryptoQuant data shows that Bitcoin's trading volume on Binance has regained dominance, accounting for 36.8% of total exchange volume, while altcoins account for 35.3% and Ethereum for 27.8%. This is a significant shift from November, when altcoins represented 59.2% of volumes.

QWhat is the main thesis presented by AMBCrypto regarding investor behavior in the current crypto market?

AAMBCrypto's main thesis is that investors are chasing yield through short-term speculative plays and are favoring Bitcoin's risk/reward profile, rather than moving capital into foundational blockchain projects like Ethereum. This behavior is preventing a true, sustained altcoin season from occurring.

Bacaan Terkait

CPU Kembali ke Meja Permainan, Drama "Peningkatan Posisi" Senilai 170 Miliar Dolar Dimulai

CPU Kembali ke Meja, Drama “Naik Takhta” Senilai 1700 Miliar Dolar Dimulai Pada 1 Juni, Nvidia meluncurkan Vera CPU, menandai pertama kalinya perusahaan tersebut merilis lini produk CPU independen. CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan, di era AI Agent, CPU telah menjadi hambatan kinerja kunci di pusat data. Pasar CPU server diproyeksikan tumbuh pesat, dari sekitar 300 miliar dolar AS pada 2025 menjadi sekitar 1700 miliar dolar AS pada 2030, didorong oleh permintaan AI. Dalam beban kerja AI Agent, CPU menangani 70% atau lebih dari total pekerjaan, karena tugas-tugas seperti pemanggilan alat eksternal dan manajemen konteks sangat intensif. Rasio GPU terhadap CPU dalam penyebaran AI juga menyusut, dari 8:1 menjadi sekitar 4:1, bahkan mendekati 1:1 dalam skenario Agent tertentu. Perubahan ini telah menyebabkan peningkatan harga CPU server sebesar 10-15%, kenaikan pertama dalam lebih dari satu dekade. Nvidia, AMD, dan Intel semua berinvestasi besar-besaran di CPU. Nvidia memproyeksikan pendapatan terkait CPU mendekati 200 miliar dolar AS pada 2026. Pertumbuhan pasar ini juga membuka peluang bagi rantai pasokan CPU China, seperti Haiguang Information dan Huawei, yang diuntungkan oleh permintaan industri dan kebijakan substitusi impor. Intinya, sementara GPU tetap penting, kemampuan sinergi antara CPU dan GPU akan menjadi pembeda utama dalam penerapan AI skala besar berikutnya.

marsbit10j yang lalu

CPU Kembali ke Meja Permainan, Drama "Peningkatan Posisi" Senilai 170 Miliar Dolar Dimulai

marsbit10j yang lalu

Kantor Intelijen TechFlow: Direktur AI AMD Secara Terbuka Mengkritik Claude Code "Menjadi Lebih Bodoh dan Lebih Malas", Trump Klaim Gencatan Senjata Lengkap di Selat Hormuz Tetapi Masih Ada 80 Ranjau Laut yang Harus Dibersihkan

**Wired** melaporkan SK Telecom, mitra strategis Anthropic, sedang ditinjau kontrol ekspor AS terkait potensi transfer teknologi model Mythos. Seorang pengguna Reddit mengeluh Gemini memberikan saran menyesatkan dalam skenario penipuan, memicu diskusi tentang batasan keamanan AI. **Z.AI** merilis model GLM-5.2 China yang diklaim setara Claude Opus tanpa menggunakan chip Nvidia. **0G Labs** mencapai tonggak 100 miliar token untuk inferensi AI terdesentralisasi. Kemampuan visual **DeepSeek** memicu perbandingan dengan GPT-4V di platform Zhihu. Di sektor **Web3**, Bithumb menambahkan pasangan perdagangan RE, sementara Upbit menghapus pasangan KERNEL. Peneliti **MIT** membangun sistem operasi sendiri untuk memahami chip. AS klaim peralatan litografi ASML canggih mungkin telah masuk ke China, namun ASML membantah. **Amazon** dilaporkan bernegosiasi menjual chip AI Trainium/Inferentia mereka. **Apple** dikabarkan akan menggunakan proses N2P eksklusif untuk chip A21 Pro. **GitHub** ditemukan memiliki 10.000 repositori yang mendistribusikan perangkat lunak berbahaya. Apple perbarui firmware untuk tutup celah keamanan di Beats Studio Buds. Karyawan **Amazon** diselidiki internal karena mengkritik ekspansi pusat data AI. **Microsoft** dan **Amazon Web Services** menghadapi pengawasan antitrust ketat dari UE. Saham semikonduktor meroket di pasar saham AS, dengan **Intel** melonjak 10.6%, sementara **SpaceX** turun 3.5%. Meskipun ada pengumuman gencatan senjata di Selat Hormuz, asosiasi tanker memperingatkan masih ada sekitar 80 ranjau laut di jalur utama, menghalangi 80 juta barel minyak yang siap dikirim. Iran menunda perjalanan diplomatik ke Swiss, meragukan prospek perdamaian. **Trump** menyebut kesepakatan dengan Iran sebagai "penyerahan tanpa syarat" dan menegaskan kekuasaan presiden yang tidak terbatas. **Valve** mengalami penumpukan pesanan parah untuk Steam Controller, dengan sebagian pengiriman tertunda hingga 2027. **Inti:** Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap rapuh dengan ranjau dan ketidakpastian diplomasi, sementara perang teknologi dan rekonfigurasi rantai pasokan semikonduktor terus berlanjut dengan langkah-langkah seperti model AI buatan China dan penjualan chip mandiri Amazon.

marsbit10j yang lalu

Kantor Intelijen TechFlow: Direktur AI AMD Secara Terbuka Mengkritik Claude Code "Menjadi Lebih Bodoh dan Lebih Malas", Trump Klaim Gencatan Senjata Lengkap di Selat Hormuz Tetapi Masih Ada 80 Ranjau Laut yang Harus Dibersihkan

marsbit10j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli ALT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian AltLayer (ALT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli AltLayer (ALT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan AltLayer (ALT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan AltLayer (ALT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading AltLayer (ALT)Lakukan trading AltLayer (ALT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

242 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ALT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ALT (ALT) disajikan di bawah ini.

活动图片