Krisis Bahan Bakar di Rusia Mulai Mereda: Daerah-Daerah Mulai Hapus Pembatasan di SPBU
Krisis bahan bakar di Rusia mulai mereda: beberapa wilayah mulai mencabut pembatasan di SPBU. Defisit bensin dan solar, yang menyebabkan pembatasan pengisian di lebih dari 20 wilayah pada akhir Juni 2026, mulai berkurang. Antara 28 hingga 30 Juli, pihak berwenang di sejumlah wilayah melaporkan pencabutan atau pelonggaran pembatasan, menunjukkan situasi perlahan kembali normal.
Di Wilayah Zabaykalsky, sistem kode QR di SPBU dihapus pada 30 Juli, dan SPBU kembali beroperasi normal tanpa reservasi sebelumnya karena pasokan yang stabil. Di Oblast Omsk, Gubernur Vitaly Khotsenko mengumumkan penghapusan semua batasan pembelian bahan bakar pada 28 Juli. Sebelumnya, berlaku batas 40 liter bensin dan 80 liter solar per kendaraan. Di Oblast Saratov, batas harian bensin dinaikkan dari 30 liter menjadi 40 liter per orang. Sementara itu, Oblast Samara mempertahankan batas 40 liter bensin dan 100 liter solar tanpa memperketatnya.
Krisis ini dipicu oleh serangan drone Ukraina terhadap fasilitas energi, yang merusak kilang minyak dan mengganggu logistik. Akibatnya, permintaan melonjak 20-30%. Pada puncaknya, lebih dari 20 wilayah menerapkan berbagai batasan, dari Krimea hingga Oblast Irkutsk. Analisis data oleh Reuters menunjukkan serangan drone telah melumpuhkan setidaknya 17% kapasitas penyulingan minyak Rusia.
Meskipun pembatasan di SPBU mulai dilonggarkan, akar masalahnya—yaitu kondisi sektor pemrosesan minyak—belum teratasi. Ada risiko pembatasan dapat diberlakukan kembali pada musim gugur jika perbaikan pabrik tidak dapat mengimbangi hilangnya kapasitas produksi sebelum musim pemanasan dimulai.
cryptonews.ru6m yang lalu