Don’t Panic — Bitcoin Market Is Only In A Restructuring Phase: Blockchain Firm

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-09Terakhir diperbarui pada 2025-11-10

Abstrak

The Bitcoin market has been in a state of uncertainty over the past few weeks, following its uncharacteristically negative performance...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The Bitcoin market has been in a state of uncertainty over the past few weeks, following its uncharacteristically negative performance in October. While the general market sentiment suggests that the end of the bull cycle might be near, the latest on-chain data indicates that the premier cryptocurrency might merely be undergoing a reset. According to a blockchain firm’s report, the recent sluggishness seems to be setting the stage for the coin’s next major move.

BTC Not In A Cycle Exhaustion Phase: XWIN

In the latest Quicktake post on the CryptoQuant platform, XWIN Research Japan revealed that the current situation of Bitcoin looks less like the end of a cycle and more like a restructuring phase. The DeFi firm believes that the market foundations are being reset after the clearing out of excess leverage in recent weeks.

Supporting the claim of reduced leverage, XWIN Research highlighted that open interest in the Bitcoin future market has reduced significantly since late October. This decline in open interest signals the exit of short-term traders from their leveraged positions.

The blockchain firm noted that, in past cycle peaks, leveraged trades often increased even at high price levels. However, this euphoric buildup of market positions is not currently the case for Bitcoin, meaning that a cycle top is likely not what is being witnessed.

Bitcoin

Source: CryptoQuant

Furthermore, XWIN Research Japan said that the Bitcoin price is currently lacking momentum and not missing structural support. The blockchain firm pinpointed declining demand from United States institutional investors—as spotlighted by the negative Coinbase Premium Index—as one of the factors behind the lack of momentum.

As of this writing, Bitcoin is valued at around $101,930, reflecting no significant movement in the past 24 hours. The flagship cryptocurrency is deep in the red on the weekly timeframe, though, having suffered an 8% price decline in the last seven days.

Bitcoin Market Shows Both Strengths And Weaknesses

Despite the weakened institutional demand for BTC, XWIN Research highlighted some positive signs that could contribute to the cryptocurrency’s eventual recovery. For instance, the DeFi firm revealed that Bitcoin exchange reserves remain at multi-year lows, meaning that a limited supply is still available.

Additionally, stablecoin liquidity is gradually flowing back into the market; this means that purchasing power is also returning, and investors might just be waiting for the right time. However, XWIN Research noted that, despite the obvious market resilience, the current sentiment suggests a range-bound movement in the short term.

Bitcoin

The price of BTC on the daily timeframe | Source: BTCUSDT chart on TradingView
Featured image from iStock, chart from TradingView
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Opeyemi Sule is a passionate crypto enthusiast, a proficient content writer, and a journalist at Bitcoinist. Opeyemi creates unique pieces unraveling the complexities of blockchain technology and sharing insights on the latest trends in the world of cryptocurrencies. Opeyemi enjoys reading poetry, chatting about politics, and listening to music, in addition to his strong interest in cryptocurrency.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Shanghai Melahirkan IPO Perangkat Semikonduktor, Dipimpin Mantan Karyawan Grace Semiconductor

Dengan proses manufaktur chip semikonduktor yang semakin kecil, pengeluaran peralatan untuk pabrik wafer (fab) canggih meningkat pesat. Shanghai Mi Fei Technology Co., Ltd. (Mi Fei Tech), perusahaan yang didirikan oleh mantan karyawan Huahong Grace Semiconductor Manufacturing (Shanghai) Co., Ltd., telah mengajukan IPO ke Bursa Saham Shanghai untuk pendanaan di Papan STAR. Mi Fei Tech adalah salah satu dari sedikit pemasok lokal di Tiongkok Daratan yang menguasai kekayaan intelektual inti dari **Sistem Pengiriman Material Otomatis untuk Fabrikasi Semikonduktor (AMHS)**, sistem yang sangat memengaruhi efisiensi produksi dan hasil fabrikasi wafer. Data Gartner menunjukkan bahwa pada 2025, perusahaan Jepang seperti Daifuku dan Murata mendominasi sekitar 90% pasar AMHS global, sementara Mi Fei Tech menguasai sekitar 1.6%. Perusahaan ini terutama menghasilkan pendapatan dari penjualan peralatan AMHS dan layanan terkait. Pada 2025, berkat ekspansi bisnis dan meningkatnya permintaan substitusi impor, Mi Fei Tech berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan, dengan pendapatan sekitar 3.93 miliar RMB dan laba bersih 60.453 juta RMB. Namun, perusahaan menghadapi beberapa tantangan, termasuk **tingkat konsentrasi pelanggan yang tinggi** (92.42% dari pendapatan berasal dari lima pelanggan teratas pada 2025) dan **fluktuasi besar dalam margin laba kotor**, yang mencapai 48.97% pada 2025 namun sempat turun menjadi 24.67% pada 2024. Pendiri perusahaan adalah pasangan suami-istri, Miao Feng (lahir 1982) dan Ke Na (lahir 1984), yang sebelumnya bekerja di Huahong Grace Semiconductor. Bersama dengan pihak yang bertindak bersama, mereka mengendalikan sekitar 41.98% hak suara perusahaan sebelum IPO. Mi Fei Tech berencana mengumpulkan dana sekitar 1.191 miliar RMB dari IPO, yang akan digunakan untuk proyek pembangunan basis produksi dan R&D AMHS di Yangzhou, pusat bisnis luar negeri di Malaysia, proyek pusat R&D, dan sebagai modal kerja.

marsbit3m yang lalu

Shanghai Melahirkan IPO Perangkat Semikonduktor, Dipimpin Mantan Karyawan Grace Semiconductor

marsbit3m yang lalu

Prediksi Harga Cardano: ADA Berhenti Menurun Setelah Sembilan Hari, Pembaruan Terbesar Cardano Mencapai 96% Kesiapan

Analisis harga Cardano (ADA) menunjukkan token ini berhasil memantul dari level dukungan Fibonacci 0.382 di $0,1762 setelah mengalami sembilan hari penurunan berturut-turut. Level ini kini menjadi penentu antara pemulihan menuju $0,1998 atau penurunan lebih lanjut ke $0,1617. Indikator teknis seperti EMA 50-hari di $0,1798 dan Parabolic SAR di $0,2021 menjadi level resisten kunci. Di sisi perkembangan, pembaruan besar Cardano, Ouroboros Leios, telah mencapai 96% kesiapan dan ditargetkan untuk mainnet pada November 2026. Rencana peningkatan Dijkstra akan diluncurkan dalam dua fase: Fase 1 (Q4 2026) fokus pada peningkatan throughput, sementara Fase 2 (Q2 2027) menambahkan fitur penyelesaian transaksi yang lebih cepat. Namun, ada tantangan tata kelola: pemungutan suara untuk menunjuk Komite Konstitusional berisiko gagal, yang dapat menangguhkan proposal tata kelola penting jika tidak mencapai kuota sebelum batas waktu 1 September. Konteks pasar secara keseluruhan ditandai dengan volume perdagangan terendah pada tahun 2026, yang dapat memicu volatilitas. Protokol pertemuan FOMC pada 19 Agustus juga menjadi katalis makro yang ditunggu-tunggu. **Kesimpulan:** Momentum ADA bergantung pada kemampuannya mempertahankan level $0,1762. Keberhasilan mempertahankannya, ditambah dengan perkembangan teknis yang positif, dapat membuka jalan menuju $0,1998. Sebaliknya, kegagalan dalam tata kelola atau sinyal makro yang negatif dapat mendorong harga turun menuju support berikutnya di $0,1617.

cryptonews.ru13m yang lalu

Prediksi Harga Cardano: ADA Berhenti Menurun Setelah Sembilan Hari, Pembaruan Terbesar Cardano Mencapai 96% Kesiapan

cryptonews.ru13m yang lalu

Kemandirian Teknologi Tiongkok: Perang dari Mesin Fotolitografi hingga Film ABF

Pada Agustus 2026, produsen ABF film asal Jepang, Ajinomoto, mengumumkan pemotongan pasokan 30% ke klien Tiongkok daratan, menciptakan kekhawatiran akan kenaikan harga dan kelangkaan pasokan di industri semikonduktor. ABF film adalah bahan insulasi inti untuk IC substrate pada chip CPU, GPU, dan AI berkinerja tinggi, dengan Ajinomoto menguasai 95% pangsa pasar global. Di tengah ledakan AI yang meningkatkan permintaan, keputusan Ajinomoto ini dianggap sebagai tamparan bagi industri Tiongkok, yang tingkat produksi domestiknya untuk ABF film masih di bawah 5%. Merespons hal ini, Lotus Holdings, sebuah perusahaan penyedap rasa (MSG), pada April 2026 mengakuisisi 51% saham Shenzhen NewPhase New Material Technology seharga 103 juta RMB, sebagai langkah awal masuk ke pasar ABF film. Kisah Lotus mencerminkan perubahan mendalam dalam perjuangan kemandirian teknologi Tiongkok: perang ini bukan lagi hanya pertempuran para raksasa seperti Huawei atau SMIC, melainkan telah menjadi gerakan kolektif seluruh industri, menyasar titik-titik "cekikan" terkecil sekalipun, dari lithography machine hingga film tipis. Artikel ini menelusuri perjalanan kemandirian teknologi Tiongkok selama enam tahun terakhir di bawah tekanan sanksi. Di bidang desain chip, Huawei meluncurkan kembali chip Kirin. Di manufaktur wafer, SMIC mengembangkan proses canggih "N+1". Di chip memori, Yangtze Memory (YMTC) memproduksi massal 3D NAND 294 lapisan. Setiap terobosan muncul justru setelah titik 'cekikan' itu diperketat. Logikanya jelas: blokade memutus ketergantungan, memaksa perusahaan Tiongkok untuk berkolaborasi dan berinovasi. Keunggulan Tiongkok terletak pada rantai pasokan yang lengkap, pasar aplikasi yang luas, serta kombinasi kebijakan nasional dan dinamika pasar. Pemotongan pasokan Ajinomoto mungkin akan menyakitkan dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang, itu bisa menjadi katalis untuk melahirkan pemain domestik baru di bidang ABF film, seperti yang terjadi pada chip Kirin atau memori YMTC. Perjuangan kemandirian teknologi tidak diselesaikan dalam semalam. Namun, ketika bahkan sebuah perusahaan MSG berani melompat ke bidang material chip yang kompleks, itu menunjukkan bahwa perjalanan Tiongkok menuju swasembada teknologi telah berkembang dari upaya heroik segelintir orang menjadi perjalanan bersama seluruh industri.

marsbit43m yang lalu

Kemandirian Teknologi Tiongkok: Perang dari Mesin Fotolitografi hingga Film ABF

marsbit43m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu NAVER

Aset dasar dari kontrak ini adalah NAVER Corp. NAVER Corp adalah perusahaan internet yang berbasis di Korea Selatan yang menyediakan layanan pencarian, konten, perdagangan, dan fintech.

70 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.08.14Diperbarui pada 2026.08.14

Apa Itu NAVER

Cara Membeli NAVER

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian NAVER Corp (NAVER) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli NAVER Corp (NAVER) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan NAVER Corp (NAVER) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan NAVER Corp (NAVER) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading NAVER Corp (NAVER)Lakukan trading NAVER Corp (NAVER) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

61 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.08.14Diperbarui pada 2026.08.14

Cara Membeli NAVER

Apa Itu KODEX200

Kontrak Perpetual KODEX200USDT melacak harga Samsung KODEX 200 ETF. Ini melacak kinerja Indeks KOSPI 200, menawarkan paparan luas terhadap perusahaan-perusahaan blue-chip besar terkemuka di Korea Selatan.

65 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.08.14Diperbarui pada 2026.08.14

Apa Itu KODEX200

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga A (A) disajikan di bawah ini.

活动图片