Market Maker Balancer Compromised: Key Facts Behind The $128 Million Hack

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-04Terakhir diperbarui pada 2025-11-04

Abstrak

The decentralized finance (DeFi) protocol and market maker Balancer recently suffered a significant exploit, resulting in the loss of over...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The decentralized finance (DeFi) protocol and market maker Balancer recently suffered a significant exploit, resulting in the loss of over $120 million in digital assets.

According to blockchain security firms, the total losses have now reached approximately $128 million, with ongoing withdrawals from the attacker’s wallet still being reported.

Details Of Balancer Attack

In a post on social media platform X (previously Twitter), Balancer acknowledged the exploit, stating that its engineering and security teams were investigating the breach with high priority. They added:

Balancer is committed to operational security, has undergone extensive auditing by top firms, and had bug bounties running for a long time to incentivize independent auditors. We are working closely with our security and legal teams to ensure user safety and are conducting a swift & thorough investigation. We’re grateful to our partners and the broader DeFi community for their support.

The company’s Chief Executive, Deddy Lavid, explained that the ongoing drain of funds likely results from compromised access control mechanisms within the protocol, which allowed the attackers to manipulate balances directly.

Market expert Adi Flips provided further insights into the exploit, detailing how the attack targeted Balancer’s V2 vaults and liquidity pools by exploiting vulnerabilities in the interactions of smart contracts. 

Preliminary investigations indicate that the exploit involved a maliciously deployed contract that manipulated vault calls during the initialization of pools. This manipulation was made possible due to improper authorization and callback handling, which allowed the attacker to circumvent existing safeguards. 

As a result, unauthorized swaps and balance manipulations occurred across interconnected pools, enabling the rapid drainage of assets within minutes.

The attack was initiated with a pivotal transaction on the Ethereum (ETH) mainnet, which directed assets to a new wallet controlled by the perpetrator. Following this, the stolen funds were consolidated, likely for laundering through mixers or bridges.

Stolen Assets Breakdown

The design of Balancer’s protocol, which allows for heavy interaction among its pools, exacerbated the impact of the exploit, according to Adi Flips’ analysis. 

He stated that similar vulnerabilities have been observed in automated market makers (AMMs) in the past, often linked to how they handle deflationary tokens or manage pool rebalancing.

Importantly, there is currently no evidence suggesting that a private key was compromised. The expert noted that this incident appears to be a pure smart contract exploit.

The breakdown of the stolen assets includes over $70 million in Ethereum, with additional losses of around $7 million from Base and Sonic combined, and approximately $2 million from other chains. 

According to ongoing investigations, the estimated total theft of the main assets, including wrapped Ethereum (WETH), staked Ethereum (wstETH), osETH, frxETH, rsETH, and rETH, is between $116 million and $128 million.

Balancer
The daily chart shows the total crypto market cap drop toward $3.51 trillion on Monday. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Saylor: Investor Berorientasi Strategis Sebaiknya Tahan Saham MSTR Selama 7–10 Tahun

CEO MicroStrategy, Michael Saylor, meminta investor strategis untuk mempertahankan saham MSTR selama 7 hingga 10 tahun guna menyaksikan realisasi penuh strategi perusahaan. Pernyataan ini disampaikan di tengah volatilitas pasar yang menguji kesabaran investor. Saylor mengakui kekecewaan jangka pendek tetapi menekankan komitmen perusahaan pada rencana akumulasi Bitcoin multi-dekade, meskipun tahun-tahun sulit mungkin terjadi. MicroStrategy, yang dikenal dengan kebijakan "tidak pernah menjual" Bitcoin, telah menjual sejumlah kecil aset digital tahun ini untuk mendanai dividen dan pembelian kembali saham terkait saham preferen, mencatat kerugian lebih dari $102 juta dalam 8 bulan terakhir. Perusahaan saat ini memiliki cadangan tunai sebesar $4,8 miliar, yang diprioritaskan untuk kewajiban dividen saham preferen seri Stretch (STRC). Saylor menegaskan bahwa pembelian kembali saham MSTR bukan prioritas saat ini dan hanya akan dipertimbangkan jika saham diperdagangkan dengan diskon signifikan terhadap Nilai Aset Bersih (NAV). Fokus utama saat ini adalah menyehatkan struktur modal dan menjaga harga instrumen preferensial mendekati nilai nominal. Hingga kini, MicroStrategy memegang 840.447 BTC dengan harga perolehan rata-rata $75.385 per koin. CEO Phong Le menegaskan strategi akumulasi inti tidak berubah, mengutip pembelian bersih sekitar 168.000 BTC sejak awal tahun setelah memperhitungkan penjualan kecil. Le juga menyatakan perusahaan akan melanjutkan pembelian Bitcoin menjelang akhir tahun. Pesan inti Saylor adalah agar pemegang saham memandang MSTR sebagai investasi jangka panjang pada struktur modal perusahaan yang tangguh, bukan sekadar produk yang melacak harga Bitcoin.

cryptonews.ru6m yang lalu

Saylor: Investor Berorientasi Strategis Sebaiknya Tahan Saham MSTR Selama 7–10 Tahun

cryptonews.ru6m yang lalu

Hefei 300 Miliar Tukar 1 Triliun: Awal Tahun Keuangan Ekuitas, Siapa yang Bisa Meniru ‘PR’ Ini

**Ringkasan: Hefei dari 300 Miliar ke 1 Triliun: Tahun Pertama 'Anggaran Berbasis Ekuitas', Siapa yang Bisa Meniru?** Pada Juli 2026, Longxin Storage Technology (ChangXin) melakukan IPO yang spektakuler, dengan valuasi melonjak melebihi 3 triliun yuan. Kabar ini menggembirakan Pemerintah Kota Hefei, karena investasi bertahap mereka sekitar 26-30 miliar yuan selama sepuluh tahun kini bernilai lebih dari 1 triliun yuan. Akar kisah sukses ini bermula pada 2016. Zhu Yiming, pendiri GigaDevice, dengan visi membangun industri chip DRAM China, hampir ditolak di mana-mana karena risikonya yang tinggi. Hefei, meski saat itu belum maju, mengambil risiko tersebut. Hefei tidak hanya berinvestasi, tetapi juga memberikan layanan "seperti pengasuh" dan membangun kluster industri. Pola ini dikenal sebagai "Model Hefei", yang intinya adalah menggunakan modal negara sebagai "benih" untuk menarik industri kunci, dengan imbalan bukan keuntungan finansial jangka pendek, tetapi pajak, lapangan kerja, dan pertumbuhan industri jangka panjang. Sebelum Longxin, ada cerita serupa dengan BOE pada 2008. Di tengah krisis keuangan global, Hefei bahkan menunda pembangunan proyek kereta bawah tanah untuk mengkonsentrasikan pendanaan pada BOE, yang saat itu merugi. Keputusan yang dianggap "gila" itu akhirnya sukses, menjadikan Anhui produsen panel layar utama dunia. Kisah BOE dan Longxin membentuk pola yang sekarang disebut "Anggaran Berbasis Ekuitas". Di era di mana pendapatan dari penjualan tanah tidak lagi pasti, pemerintah daerah diharapkan dapat memegang saham perusahaan industri unggulan, menarik modal sosial, membina kluster industri, dan mendapatkan keuntungan dari apresiasi nilai saham. Namun, mengapa hanya Hefei yang berhasil sejauh ini? Node Finance menganalisis beberapa lapisan: 1. **Kesabaran Langka:** Keputusan berisiko tinggi membutuhkan konsistensi kebijakan lintas kepemimpinan, menahan tekanan dan keraguan selama bertahun-tahun. 2. **Tim Pelaksana yang Profesional:** Bukan sekadar kantor perekrut, Hefei memiliki platform modal negara yang beroperasi dengan logika "raise, invest, manage, exit" yang profesional. 3. **Faktor Keberuntungan Zaman:** Lonjakan valuasi Longxin juga didorong oleh siklus super chip memori akibat AI, waktu yang tepat di pasar modal. 4. **Kemampuan Komprehensif:** Modal bukan segalanya. Yang menentukan adalah kemampuan memahami arah industri, bertahan dalam periode rugi yang panjang, dan menahan godaan untuk ingin cepat untung. Kesimpulannya, konsep "Anggaran Berbasis Ekuitas" beserta perangkatnya dapat dipelajari. Namun, inti "Model Hefei" yang sulit ditiru adalah pengalaman tim yang terakumulasi selama 18 tahun, kesabaran lintas periode kepemimpinan, dan ketahanan untuk tetap bertahan dalam masa sulit. Keuntungan nyata Hefei bukan hanya keuntungan finansial 1 triliun yuan, tetapi lebih dari 450 perusahaan rantai pasok yang terkumpul dan fondasi industri yang kokoh. "Pekerjaan rumah" Hefei ini menarik untuk dibaca, tetapi untuk menirunya dibutuhkan waktu dan kesabaran yang jauh lebih panjang.

marsbit19m yang lalu

Hefei 300 Miliar Tukar 1 Triliun: Awal Tahun Keuangan Ekuitas, Siapa yang Bisa Meniru ‘PR’ Ini

marsbit19m yang lalu

Trading

Spot
活动图片