FT: cтейблкоины заставили финансовую систему меняться

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-31Terakhir diperbarui pada 2025-09-01

Принятие законодательства о стейблкоинах в США вызвало резонанс по всему миру. Многие страны опасаются, что долларовые стейблкоины укрепят доминирование доллара в международных расчетах и вытеснят национальные платежные системы. Европейский центральный банк уже предупреждает о рисках утраты монетарного суверенитета и усиления геополитической зависимости от США

В FT обратили внимание на то, что некоторые государства поспешили разработать собственные правила выпуска стейблкоинов, привязанных к национальной валюте, чтобы ограничить распространение долларовых аналогов. Однако подобные меры, по мнению редакции, — скорее реакция «на сдерживание», чем на решение коренных проблем.

Чем стейблкоины лучше

Появление стейблкоинов наглядно выявило слабые места современной финансовой системы: высокую стоимость и неэффективность платежей, особенно трансграничных. Новые технологии доказали, что переводы могут быть дешевле, быстрее и доступнее для широкого круга пользователей.

Кроме того, стейблкоины вскрыли еще одну проблему — недостаток доверия к ряду национальных валют и центробанков. И именно укрепление этого доверия, а не запреты или ограничительные меры, по мнению FT, должно стать приоритетом для регуляторов.

Даже в еврозоне, где действует единая валюта и строгий контроль финансовых рынков, отсутствует полностью унифицированная система платежей. Создание цифрового евро лишь частично решит задачу.

В странах с менее устойчивыми валютами риски еще выше. Например, Китай и Индия могут похвастаться современными внутренними платежными системами. При этом в странах сохраняются валютные ограничения, а их финрегуляторы сталкиваются с недоверием инвесторов. Для них распространение долларовых стейблкоинов может стать препятствием в продвижении юаня и рупии как международных расчетных валют.

Как стейблкоины меняют финансовый рынок

Одно из опасений представителей традиционной финансовой системы связано с возможным вытеснением банковских депозитов на фоне роста популярности цифровых альтернатив. В погоне за современными трендами многие банки уже начали процесс токенизации депозитов. Банкиры стремятся сделать их удобными для использования в блокчейн-транзакциях.

Под давлением конкуренции снижаются комиссии за международные переводы, растет общая эффективность работы банковского сектора.

Ставка на выпуск локальных стейблкоинов или даже национальных цифровых валют — это временное решение. Главная цель — создание устойчивых и инклюзивных платежных систем, в которых найдется место и стейблкоинам, и токенизированным депозитам, и независимым платежным сервисам.

Особое значение имеет упрощение трансграничных расчетов. Здесь открываются перспективы для цифровых валют центробанков для оптовых расчетов и блокчейн-платформ, позволяющих быстро и безопасно обменивать валюты.

Финансовая стабильность опирается прежде всего на качество монетарной и фискальной политики, независимость и прозрачность центробанков. Без этого цифровизация валют не решит фундаментальных проблем.

Подводим итоги

Стейблкоины стали катализатором перемен. Они подталкивают коммерческие и центральные банки к внедрению инноваций, повышению качества услуг и укреплению доверия. Их главное наследие — не замена традиционных денег, а ускорение модернизации мировой финансовой системы.

Bacaan Terkait

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

Terkait kontroversi etis di industri hiburan global terkait konten AI, seperti proyek animasi AI Amazon yang dibatalkan, dan kemunculan film panjang AI pertama yang lolos sensor di Tiongkok, AI telah mencapai tonggak sejarah baru dalam produksi konten. Namun, kemajuan ini juga memicu perdebatan sengit, terutama mengenai penggantian aktor manusia dan kualitas artistik. Industri menghadapi dilema "pertarungan internal": di satu sisi, AI tak terhindarkan dalam produksi film, menawarkan efisiensi biaya dan kemungkinan kreatif baru. Di sisi lain, kekhawatiran mendalam muncul karena AI mulai memasuki ranah "makanan budaya utama" seperti film dan drama panjang, yang secara tradisional membutuhkan kedalaman emosional dan partisipasi manusia. Artikel ini membedakan antara "makanan budaya cepat saji" (seperti video pendek dan drama mikro) yang cocok dengan logika produksi AI—narasifragmen, kebutuhan emosi dangkal, dan model bisnis gratis—dan "makanan budaya utama" (seperti film dan serial TV) yang membutuhkan keterlibatan manusia yang lebih dalam. AI saat ini lebih mampu dalam yang pertama, tetapi masuknya AI ke dalam yang terakhir menantang keunikan manusia dalam hal kreativitas, pengalaman hidup, dan pertukaran emosi. Nilai manusia dalam penciptaan konten dianggap tak tergantikan dalam tiga aspek: kapasitas inovasi (AI cenderung menghasilkan konten homogen, bukan terobosan), hasil kerja keras (proses pembuatan yang panjang menambah nilai persepsi), dan pengalaman hidup serta ekspresi pribadi. Namun, perkembangan konten AI menghadapi risiko "melampaui batas": keunggulan biaya dapat mempersempit ruang kreasi manusia dan menimbulkan masalah plagiarisme; ledakan produksi dapat menyebabkan banjir konten berkualitas rendah yang mendorong keluar karya bagus; dan peningkatan efisiensi memindahkan risiko ke depan dalam proses produksi, menyulitkan moderasi. Oleh karena itu, diperlukan "perspektif konten AI" baru yang menetapkan batasan jelas. Prinsip intinya adalah: memastikan ruang kreasi manusia diperluas, bukan dipersempit; hasil kreasi manusia dihormati, bukan dirampas; manusia mempertahankan peran kepemimpinan dan tanggung jawab dalam penciptaan; serta memastikan transparansi dan dapat dikenalnya konten AI. Kesimpulannya, manusia harus menjadi "juru mudi" teknologi. Masa depan konten AI harus menjadi perjalanan yang dikendalikan oleh manusia, di mana penilaian, filter, dan apresiasi estetika manusia di setiap tahap—produksi, distribusi, konsumsi—menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk melindungi nilai inti budaya sebagai wahana pertukaran spiritual manusia.

marsbit15m yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

marsbit15m yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

Artikel baru-baru ini mengungkap bahwa dua tulisan Max Planck, perintis teori kuantum dan pemenang Nobel Fisika 1918, yang diterbitkan pada 1940 dan 1942, secara keliru ditandai sebagai "retracted" (ditarik kembali) dalam platform digital Springer. Menurut investigasi, penarikan ini bukan disebabkan oleh penipuan atau kesalahan ilmiah, melainkan oleh "kerusakan algoritma." Kedua artikel tersebut, yang membahas refleksi filosofis tentang ilmu pengetahuan, diterbitkan di jurnal Jerman *Die Naturwissenschaften*. Pada masa itu, praktik seperti menerbitkan kembali pidato di beberapa saluran (jurnal, pamflet, kumpulan esai) adalah bagian normal dari penyebaran gagasan ilmiah. Namun, sistem digital modern mengidentifikasi praktik historis ini sebagai "penerbitan ulang" atau "pelanggaran hak cipta," yang dianggap melanggar norma penerbitan saat ini. Lebih memprihatinkan, platform Springer tidak hanya memberi label "retracted," tetapi juga mengganti teks asli artikel dengan halaman kosong, menghilangkan akses ke konten aslinya. Hal ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: infrastruktur penerbitan akademik digital dapat secara keliru menerapkan standar kontemporer pada karya historis, sehingga mengaburkan dan bahkan menghapus warisan ilmiah masa lalu. Kasus ini menjadi peringatan penting di era AI. Basis data digital, yang sering dianggap sebagai cermin netral dari pengetahuan, sebenarnya dibentuk oleh logika platform, asumsi hukum, dan aturan komersial. Kesalahan metadata seperti ini dapat diperkuat oleh model AI, mesin pencari, dan alat akademik di masa depan, yang pada akhirnya mengancam keakuratan dan aksesibilitas memori ilmiah.

marsbit22m yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

marsbit22m yang lalu

Uang Kembali! Claude 4.8 Mendadak "Bodoh", Komputasi GPT-5.6 Dipangkas Setengah

Dua raksasa AI, OpenAI dan Anthropic, diduga mengalami penurunan kinerja model secara diam-diam dalam 48 jam terakhir. OpenAI dituduh melakukan pengujian terbatas (grayscale) pada model GPT-5.6-sol melalui platform Codex. Pengguna dapat memeriksa apakah mereka terpilih dengan menjalankan kode pengujian "Juice". Hasil normal untuk GPT-5.5 xhigh adalah 768, tetapi mereka yang diarahkan ke GPT-5.6-sol hanya mendapat nilai 128, mengindikasikan kemungkinan pengurangan anggaran komputasi atau "versi ringkas" berbiaya lebih rendah. Di sisi lain, Anthropic dituduh secara drastis melemahkan model Claude, terutama Opus 4.8 Max. Pengguna melaporkan penurunan kemampuan bernalar, hilangnya memori konteks panjang, jawaban yang salah, dan bahkan perilaku argumentatif atau "memanipulasi" pengguna. Model yang dulunya mengesankan kini dikabarkan lebih buruk dari model Haiku lama. Spekulasi muncul bahwa perusahaan mungkin sengaja memberikan peningkatan komputasi sementara saat peluncuran untuk menciptakan ilusi lompatan teknologi, kemudian secara diam-diam menguranginya untuk menghemat biaya operasional yang besar. Hal ini diduga terkait tekanan keuangan, termasuk dampak IPO SpaceX yang mengeringkan likuiditas pasar, yang mungkin mengganggu rencana IPO Anthropic sendiri. Inti keluhan pengguna adalah kurangnya transparansi. Pengguna membayar langganan bulanan tetapi produk dapat berubah diam-diam tanpa pemberitahuan. Insiden "pengujian Juice" menjadi simbol keinginan pengguna untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya mereka dapatkan.

marsbit57m yang lalu

Uang Kembali! Claude 4.8 Mendadak "Bodoh", Komputasi GPT-5.6 Dipangkas Setengah

marsbit57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片