流动性战争 3.0:贿赂成为市场

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-05-12Terakhir diperbarui pada 2025-05-12

如果你能决定流动性的流向,就能影响谁能在下轮市场周期中生存下来。

作者:arndxt, 加密 KOL

编译:Felix, PANews

收益大战或将再度上演。如果你在 DeFi 领域待得够久,就会明白总锁仓量(TVL)只是一个虚荣指标。因为在竞争激烈的 AMM、永续合约和借贷协议的模块化世界中,真正重要的是谁能控制流动性流向,不是谁拥有协议,甚至也不是谁发放的奖励最多。而是谁能说服流动性提供者(LP)存入资金,并确保 TVL 稳定。这正是贿赂经济的起源。

曾经只是非正式的买票行为(Curve 战争、Convex 等)现在已经专业化,成为成熟的流动性协调市场,并配备了订单簿、仪表盘、激励路由层,甚至在某些情况下还有游戏化的参与机制。

如今这正成为整个 DeFi 堆栈中最具战略意义的一层。

变化:从发行到元激励

在 2021 至 2022 年期间,协议以传统方式引导流动性:

  • 部署一个资金池

  • 发行代币

  • 寄希望于唯利是图的 LP 在收益率下降后仍能留下来

但这种模式存在根本性缺陷:它是被动的。每个新协议都在与一种无形的成本竞争:现有资本流动的机会成本。

一、收益战的起源:Curve 与投票市场的兴起

收益战的概念始于 2021 年的 Curve 之战,并逐渐具体化。

Curve Finance 的独特设计

Curve 引入了投票托管(ve)代币经济学,用户可以将 CRV(Curve 的原生代币)锁定长达 4 年以换取 veCRV,veCRV 赋予用户以下优势:

  • 提升 Curve 池的奖励

  • 拥有投票权重(哪些池获得收益)的治理权

这就创造了一个围绕收益的元博弈:

协议希望在 Curve 上获得流动性

而获得流动性的唯一途径就是吸引投票到他们的池子里

于是他们开始贿赂 veCRV 持有者,让他们投票支持

于是 Convex Finance 应运而生(专注提升 Curve 协议收益的平台):

经验 1:谁控制投票权重,谁就控制了流动性。

二、元激励与贿赂市场

首个贿赂经济

最初只是手动操作来影响发行,后来逐渐演变成一个成熟的市场,在这个市场中:

  • Votium 成为 CRV 发行的场外贿赂平台。

  • Redacted Cartel、Warden 和 Hidden Hand 的出现,将这种模式扩展到了 Balancer、Frax 等其他协议。

  • 协议不再仅仅支付发行费用,而是战略性地分配激励以优化资本效率。

超越 Curve 的扩展

  • Balancer 通过 veBAL 采用了投票托管机制

  • Frax、Tokemak 和其他协议集成了类似的系统

  • 像 Aura Finance 和 Llama Airforce 这样的激励路由平台进一步增加了复杂性,将发行变成了一个资本协调博弈

经验 2:收益不再与年化收益率 (APY) 有关,而是与可编程的元激励有关。

三、收益战如何展开

以下是协议在这场游戏中的竞争方式:

  • 流动性聚合:通过类似 Convex 的封装器(例如 Aura Finance 对于 Balancer)来聚合影响力

  • 贿赂活动:为持续的贿选行为预留预算,以在需要时吸引发行

  • 博弈论与代币经济学:锁定代币以建立长期一致性(例如 ve 模型)

  • 社区激励:通过 NFT、抽奖或奖励空投将投票游戏化

如今,像 Turtle Club 和 Royco 这样的协议正引导这种流动性:不再盲目地发行,而是根据需求信号将激励机制拍卖给 LP。

本质上是:「你带来流动性,我们将激励机制引导到最需要的地方。」

这释放了一种二阶效应:协议不再需要强行获取流动性,而是对其进行协调。

Turtle Club

Turtle Club 悄然成为最有效的贿赂市场之一,却鲜有人提及。他们的资金池通常嵌入合作伙伴关系,总锁定价值(TVL)超过 5.8 亿美元,采用双代币发行、加权贿赂,以及出人意料的高粘性 LP 基础。

他们的模式强调公平价值再分配,这意味着收益的分配由投票和实时资本周转率决定。

这是一个更智能的飞轮: LP 获得的奖励与其资本的效率相关,而不仅仅是资本规模。这一次,效率得到了激励。

Royco

Royco 的单月总锁仓价值(TVL)飙升超 26 亿美元,环比增长 267,000%。

虽然其中部分资金是由「积分驱动」,但重要的是其背后的基础设施:

  • Royco 是流动性偏好的订单簿。

  • 协议不能只是发放奖励然后寄希望于资本流入。它们发布请求,然后由 LP 决定投入资金,这种协调就形成了一个市场。

以下是让这一叙事不仅仅是一场收益游戏的原因:

  • 这些市场正成为 DeFi 的元治理层。

  • Hidden Hand 已在 Velodrome 和 Balancer 等主要协议之间累计发送了超 3500 万美元的贿赂。

  • Royco 和 Turtle Club 正塑造有效发行方案。

流动性协调市场的机制

1. 贿赂作为市场信号

像 Turtle Club 这样的项目让 LP 能够了解激励措施的流向,根据实时指标做出决策,并根据资本效率而非仅仅根据资本规模获得奖励。

2. 流动性请求(RfL)作为订单簿

像 Royco 这样的项目允许协议列出流动性需求,就像在市场上发布订单一样,LP 根据预期收益来执行这些订单。

这就变成一场双向的协调博弈,而非单方的贿赂。

如果你能决定流动性的流向,就能影响谁能在下轮市场周期中生存下来。

Bacaan Terkait

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

Meta, perusahaan induk Facebook, telah memberlakukan pembatasan internal ketat terhadap penggunaan alat bantu pemrograman AI dari pihak ketiga, Claude Code (Anthropic) dan Codex (OpenAI), sejak Mei 2024. Meski merupakan salah satu klien terbesar dan sangat bergantung pada alat-alat ini, Meta khawatir output yang dihasilkan dapat menyusup ke dalam data pelatihan untuk pengembangan asisten pemrograman AI internal mereka sendiri, MetaCode (awalnya DevMate). Proses ini, yang dikenal sebagai "distilasi," dapat menyebabkan model internal mereka secara tidak sengaja mempelajari kemampuan dan standar penilaian dari model pesaing, sehingga mengaburkan asal-usul kemampuan mereka yang sebenarnya. Pembatasan internal Meta berfokus pada mencegah AI eksternal terlibat dalam penulisan kode inti, pembuatan soal uji, atau penilaian untuk proyek MetaCode. AI masih diizinkan untuk tugas-tugas pendukung seperti menyusun alur kerja atau mengatur kode, tetapi semua outputnya harus ditinjau oleh manusia. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga kemurnian data pelatihan dan menghindari potensi pelanggaran terhadap ketentuan layanan penyedia model, yang sering melarang penggunaan output mereka untuk membangun produk pesaing. Tindakan Meta menyoroti dilema yang dihadapi seluruh industri AI: bagaimana menyeimbangkan manfaat menggunakan model AI yang kuat dengan risiko ketergantungan dan distilasi yang tidak jelas. Ini juga mencerminkan tekanan finansial, karena Meta berupaya mengurangi tagihan AI internal yang mencapai miliaran dolar dengan beralih ke solusi internal. Pada akhirnya, kebijakan ini bagaikan "peta berjalan di atas tali" yang menunjukkan tantangan dalam membangun AI yang benar-benar orisinal di era di mana AI semakin sering digunakan untuk menciptakan AI lainnya.

marsbit50m yang lalu

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

marsbit50m yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

Terkait kontroversi etis di industri hiburan global terkait konten AI, seperti proyek animasi AI Amazon yang dibatalkan, dan kemunculan film panjang AI pertama yang lolos sensor di Tiongkok, AI telah mencapai tonggak sejarah baru dalam produksi konten. Namun, kemajuan ini juga memicu perdebatan sengit, terutama mengenai penggantian aktor manusia dan kualitas artistik. Industri menghadapi dilema "pertarungan internal": di satu sisi, AI tak terhindarkan dalam produksi film, menawarkan efisiensi biaya dan kemungkinan kreatif baru. Di sisi lain, kekhawatiran mendalam muncul karena AI mulai memasuki ranah "makanan budaya utama" seperti film dan drama panjang, yang secara tradisional membutuhkan kedalaman emosional dan partisipasi manusia. Artikel ini membedakan antara "makanan budaya cepat saji" (seperti video pendek dan drama mikro) yang cocok dengan logika produksi AI—narasifragmen, kebutuhan emosi dangkal, dan model bisnis gratis—dan "makanan budaya utama" (seperti film dan serial TV) yang membutuhkan keterlibatan manusia yang lebih dalam. AI saat ini lebih mampu dalam yang pertama, tetapi masuknya AI ke dalam yang terakhir menantang keunikan manusia dalam hal kreativitas, pengalaman hidup, dan pertukaran emosi. Nilai manusia dalam penciptaan konten dianggap tak tergantikan dalam tiga aspek: kapasitas inovasi (AI cenderung menghasilkan konten homogen, bukan terobosan), hasil kerja keras (proses pembuatan yang panjang menambah nilai persepsi), dan pengalaman hidup serta ekspresi pribadi. Namun, perkembangan konten AI menghadapi risiko "melampaui batas": keunggulan biaya dapat mempersempit ruang kreasi manusia dan menimbulkan masalah plagiarisme; ledakan produksi dapat menyebabkan banjir konten berkualitas rendah yang mendorong keluar karya bagus; dan peningkatan efisiensi memindahkan risiko ke depan dalam proses produksi, menyulitkan moderasi. Oleh karena itu, diperlukan "perspektif konten AI" baru yang menetapkan batasan jelas. Prinsip intinya adalah: memastikan ruang kreasi manusia diperluas, bukan dipersempit; hasil kreasi manusia dihormati, bukan dirampas; manusia mempertahankan peran kepemimpinan dan tanggung jawab dalam penciptaan; serta memastikan transparansi dan dapat dikenalnya konten AI. Kesimpulannya, manusia harus menjadi "juru mudi" teknologi. Masa depan konten AI harus menjadi perjalanan yang dikendalikan oleh manusia, di mana penilaian, filter, dan apresiasi estetika manusia di setiap tahap—produksi, distribusi, konsumsi—menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk melindungi nilai inti budaya sebagai wahana pertukaran spiritual manusia.

marsbit1j yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

Artikel baru-baru ini mengungkap bahwa dua tulisan Max Planck, perintis teori kuantum dan pemenang Nobel Fisika 1918, yang diterbitkan pada 1940 dan 1942, secara keliru ditandai sebagai "retracted" (ditarik kembali) dalam platform digital Springer. Menurut investigasi, penarikan ini bukan disebabkan oleh penipuan atau kesalahan ilmiah, melainkan oleh "kerusakan algoritma." Kedua artikel tersebut, yang membahas refleksi filosofis tentang ilmu pengetahuan, diterbitkan di jurnal Jerman *Die Naturwissenschaften*. Pada masa itu, praktik seperti menerbitkan kembali pidato di beberapa saluran (jurnal, pamflet, kumpulan esai) adalah bagian normal dari penyebaran gagasan ilmiah. Namun, sistem digital modern mengidentifikasi praktik historis ini sebagai "penerbitan ulang" atau "pelanggaran hak cipta," yang dianggap melanggar norma penerbitan saat ini. Lebih memprihatinkan, platform Springer tidak hanya memberi label "retracted," tetapi juga mengganti teks asli artikel dengan halaman kosong, menghilangkan akses ke konten aslinya. Hal ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: infrastruktur penerbitan akademik digital dapat secara keliru menerapkan standar kontemporer pada karya historis, sehingga mengaburkan dan bahkan menghapus warisan ilmiah masa lalu. Kasus ini menjadi peringatan penting di era AI. Basis data digital, yang sering dianggap sebagai cermin netral dari pengetahuan, sebenarnya dibentuk oleh logika platform, asumsi hukum, dan aturan komersial. Kesalahan metadata seperti ini dapat diperkuat oleh model AI, mesin pencari, dan alat akademik di masa depan, yang pada akhirnya mengancam keakuratan dan aksesibilitas memori ilmiah.

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片