Объем ЦФА вырос до 684 млрд руб. Главное из отчета «Сбера»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-11-24Terakhir diperbarui pada 2025-02-24

Большая часть активов по-прежнему приходится на долговые инструменты, а основные размещения обеспечивают крупные банки

Объем цифровых финансовых активов (ЦФА) за время существования этого рынка достиг 684 млрд руб., согласно отчету «Сбера». И несмотря на то что большая часть выпусков приходится на долговые ЦФА, на рынке появляется все больше индексных и гибридных цифровых инструментов.

Российскому рынку ЦФА около двух с половиной лет. Первый выпуск состоялся в июне 2022 года: на платформе «Лайтхаус» была токенизирована коммерческая задолженность эмитента, затем «ВТБ Факторинг» выкупил эти цифровые активы.

rbc.group

С тех пор рынок растет внушительными темпами. Год назад объем ЦФА не достигал и 100 млрд руб., а общее количество выпусков составляло около 300. И только за 2024 год объем выпусков составил 550 млрд руб., что в семь раз превзошло показатели предыдущего года. Общее количество выпусков по итогам двух с половиной лет достигло 1200.

Объем выпущенных ЦФА накопительным итогом. Источник: SberCIB Investment Research

Объем ЦФА в обращении на текущий момент составляет 242 млрд руб. Ликвидность вторичного рынка увеличивается: в исследовании приводятся данные ЦБ, согласно которым объем сделок с ЦФА на вторичном рынке вырос с 0,24 млрд руб. во втором квартале 2024 года до 29,1 млрд руб. в третьем квартале.

Кто и что размещает

Основной объем размещений по-прежнему обеспечивают крупные банки. 57% объема пришлось на двух эмитентов: Альфа-банк и ВТБ.

Рынок также остается сконцентрированным на нескольких платформах: несмотря на то что число ОИС достигло 14, около 85% всех размещений (по объему) в 2024 году прошло на трех платформах — это «А-Токен» от Альфа-банка (60%), «Мастерчейн» (20%) и партнер Промсвязьбанка сервис «Токеон» (5%).

Большая часть объема выпущенных активов пришлась на долговые ЦФА (98%). В то же время ряд индексных и гибридных ЦФА также заметно расширился, говорится в отчете. Появились ЦФА на денежное требование с привязкой к цене на эмиссионные ценные бумаги или портфель из них. Были выпущены ЦФА, отслеживающие цены на публичные активы, на банковские кредиты и проектное финансирование.

В то же время основная часть рынка индексных ЦФА (77%, 23,5 млрд руб.) приходится на ЦФА с привязкой к цене акций «Норникеля», выпущенные в рамках мотивационной программы для сотрудников компании. Она была запущена весной 2023 года. «Норникель» собирался тогда направить до 6 млрд руб. на выкуп акций для этой программы, а в начале 2024 года компания объявила о первых дивидендах по этим ЦФА.

Ряд гибридных ЦФА (гибридные цифровые права, ГЦП), предоставляющих владельцам право выбрать при погашении получение или денежных средств, или базового актива, в 2024 году пополнился ЦФА на вина, торты, духи, планшеты и сертификаты зеленой электроэнергии. Несмотря на это, в отчете говорится, что 98% объема всех ГЦП приходится на золото (около 730 млн руб.).

Гибридные ЦФА. Источники: «Сбер», данные ОИС

Опрос, проводившийся среди 2,3 тыс. респондентов, проживающих в 164 городах России с населением свыше 100 тыс. жителей, показал, что доля опрошенных, готовых инвестировать в ЦФА, в 2024 году составила 8,3%. Годом ранее этот показатель составлял 7%. И если в 2023 году респонденты готовы были вложить в ЦФА в среднем 10 тыс. руб., то в 2024 году эта сумма выросла до 15 тыс. руб.

Авторы отчета отмечают, что операторы информационных систем по-прежнему централизованно не связаны между собой, несмотря на наличие двух операторов обмена — Мосбиржи и СПБ Биржи. Эту проблему еще летом 2024 года обозначила глава Банка России Эльвира Набиуллина. По ее словам, важно, чтобы ЦФА можно было купить «через одно окно», независимо от того, на какой платформе этот актив выпущен. Пока такое решение реализовано не было.

Bacaan Terkait

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

Meta, perusahaan induk Facebook, telah memberlakukan pembatasan internal ketat terhadap penggunaan alat bantu pemrograman AI dari pihak ketiga, Claude Code (Anthropic) dan Codex (OpenAI), sejak Mei 2024. Meski merupakan salah satu klien terbesar dan sangat bergantung pada alat-alat ini, Meta khawatir output yang dihasilkan dapat menyusup ke dalam data pelatihan untuk pengembangan asisten pemrograman AI internal mereka sendiri, MetaCode (awalnya DevMate). Proses ini, yang dikenal sebagai "distilasi," dapat menyebabkan model internal mereka secara tidak sengaja mempelajari kemampuan dan standar penilaian dari model pesaing, sehingga mengaburkan asal-usul kemampuan mereka yang sebenarnya. Pembatasan internal Meta berfokus pada mencegah AI eksternal terlibat dalam penulisan kode inti, pembuatan soal uji, atau penilaian untuk proyek MetaCode. AI masih diizinkan untuk tugas-tugas pendukung seperti menyusun alur kerja atau mengatur kode, tetapi semua outputnya harus ditinjau oleh manusia. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga kemurnian data pelatihan dan menghindari potensi pelanggaran terhadap ketentuan layanan penyedia model, yang sering melarang penggunaan output mereka untuk membangun produk pesaing. Tindakan Meta menyoroti dilema yang dihadapi seluruh industri AI: bagaimana menyeimbangkan manfaat menggunakan model AI yang kuat dengan risiko ketergantungan dan distilasi yang tidak jelas. Ini juga mencerminkan tekanan finansial, karena Meta berupaya mengurangi tagihan AI internal yang mencapai miliaran dolar dengan beralih ke solusi internal. Pada akhirnya, kebijakan ini bagaikan "peta berjalan di atas tali" yang menunjukkan tantangan dalam membangun AI yang benar-benar orisinal di era di mana AI semakin sering digunakan untuk menciptakan AI lainnya.

marsbit49m yang lalu

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

marsbit49m yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

Terkait kontroversi etis di industri hiburan global terkait konten AI, seperti proyek animasi AI Amazon yang dibatalkan, dan kemunculan film panjang AI pertama yang lolos sensor di Tiongkok, AI telah mencapai tonggak sejarah baru dalam produksi konten. Namun, kemajuan ini juga memicu perdebatan sengit, terutama mengenai penggantian aktor manusia dan kualitas artistik. Industri menghadapi dilema "pertarungan internal": di satu sisi, AI tak terhindarkan dalam produksi film, menawarkan efisiensi biaya dan kemungkinan kreatif baru. Di sisi lain, kekhawatiran mendalam muncul karena AI mulai memasuki ranah "makanan budaya utama" seperti film dan drama panjang, yang secara tradisional membutuhkan kedalaman emosional dan partisipasi manusia. Artikel ini membedakan antara "makanan budaya cepat saji" (seperti video pendek dan drama mikro) yang cocok dengan logika produksi AI—narasifragmen, kebutuhan emosi dangkal, dan model bisnis gratis—dan "makanan budaya utama" (seperti film dan serial TV) yang membutuhkan keterlibatan manusia yang lebih dalam. AI saat ini lebih mampu dalam yang pertama, tetapi masuknya AI ke dalam yang terakhir menantang keunikan manusia dalam hal kreativitas, pengalaman hidup, dan pertukaran emosi. Nilai manusia dalam penciptaan konten dianggap tak tergantikan dalam tiga aspek: kapasitas inovasi (AI cenderung menghasilkan konten homogen, bukan terobosan), hasil kerja keras (proses pembuatan yang panjang menambah nilai persepsi), dan pengalaman hidup serta ekspresi pribadi. Namun, perkembangan konten AI menghadapi risiko "melampaui batas": keunggulan biaya dapat mempersempit ruang kreasi manusia dan menimbulkan masalah plagiarisme; ledakan produksi dapat menyebabkan banjir konten berkualitas rendah yang mendorong keluar karya bagus; dan peningkatan efisiensi memindahkan risiko ke depan dalam proses produksi, menyulitkan moderasi. Oleh karena itu, diperlukan "perspektif konten AI" baru yang menetapkan batasan jelas. Prinsip intinya adalah: memastikan ruang kreasi manusia diperluas, bukan dipersempit; hasil kreasi manusia dihormati, bukan dirampas; manusia mempertahankan peran kepemimpinan dan tanggung jawab dalam penciptaan; serta memastikan transparansi dan dapat dikenalnya konten AI. Kesimpulannya, manusia harus menjadi "juru mudi" teknologi. Masa depan konten AI harus menjadi perjalanan yang dikendalikan oleh manusia, di mana penilaian, filter, dan apresiasi estetika manusia di setiap tahap—produksi, distribusi, konsumsi—menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk melindungi nilai inti budaya sebagai wahana pertukaran spiritual manusia.

marsbit1j yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

Artikel baru-baru ini mengungkap bahwa dua tulisan Max Planck, perintis teori kuantum dan pemenang Nobel Fisika 1918, yang diterbitkan pada 1940 dan 1942, secara keliru ditandai sebagai "retracted" (ditarik kembali) dalam platform digital Springer. Menurut investigasi, penarikan ini bukan disebabkan oleh penipuan atau kesalahan ilmiah, melainkan oleh "kerusakan algoritma." Kedua artikel tersebut, yang membahas refleksi filosofis tentang ilmu pengetahuan, diterbitkan di jurnal Jerman *Die Naturwissenschaften*. Pada masa itu, praktik seperti menerbitkan kembali pidato di beberapa saluran (jurnal, pamflet, kumpulan esai) adalah bagian normal dari penyebaran gagasan ilmiah. Namun, sistem digital modern mengidentifikasi praktik historis ini sebagai "penerbitan ulang" atau "pelanggaran hak cipta," yang dianggap melanggar norma penerbitan saat ini. Lebih memprihatinkan, platform Springer tidak hanya memberi label "retracted," tetapi juga mengganti teks asli artikel dengan halaman kosong, menghilangkan akses ke konten aslinya. Hal ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: infrastruktur penerbitan akademik digital dapat secara keliru menerapkan standar kontemporer pada karya historis, sehingga mengaburkan dan bahkan menghapus warisan ilmiah masa lalu. Kasus ini menjadi peringatan penting di era AI. Basis data digital, yang sering dianggap sebagai cermin netral dari pengetahuan, sebenarnya dibentuk oleh logika platform, asumsi hukum, dan aturan komersial. Kesalahan metadata seperti ini dapat diperkuat oleh model AI, mesin pencari, dan alat akademik di masa depan, yang pada akhirnya mengancam keakuratan dan aksesibilitas memori ilmiah.

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片