Sub-Saharan Africa’s Crypto Revolution: 40% Of Economy Now In Stablecoins

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-10-03Terakhir diperbarui pada 2024-10-03

Abstrak

Rising stablecoins in Sub-Saharan Africa are transforming the financial landscape, providing a lifeline to millions of desperate individuals struggling against...

Rising stablecoins in Sub-Saharan Africa are transforming the financial landscape, providing a lifeline to millions of desperate individuals struggling against instability in their economies.

According to recent reports, stablecoins now make up 43% of total cryptocurrency transactions in this region. These are closely associated with currency devaluation and inflation that has driven most individuals and businesses to seek such an alternative that is potentially less volatile for the fulfillment of their financial needs.

A Change In Financial Policymaking

Stablecoins have been adopted massively in countries such as Nigeria and Ethiopia, even with inflation biting at the traditional currencies whereby the citizens have resorted to using digital money such as USDT and USDC to help preserve their savings.

In Nigeria, for instance, stablecoin transactions under $1 million approached $3 billion early this year, showcasing their importance for small to medium-sized transfers. Many Nigerians use cryptocurrencies to pay bills and other transactions, said Moyo Sodipo, COO of the Nigerian crypto exchange Busha. “It has now become practical for everyday transactions,” he said.

Source: Chainalysis

This is in line with a more general Sub-Saharan tendency. Comprising 2.7% of world transaction volume, the area raised on-chain value by $7.5 billion from July 2023 to June 2024. Countries like Kenya and South Africa are equally ascending in crypto adoption, with Kenya ranked 11th and South Africa 31st in Chainalysis’ Global Crypto Adoption Index.

Stablecoins As Economic Stabilizers

Stablecoins are proving central in stabilizing economies that otherwise tend to be easily disrupted because of currency fluctuations. According to Chris Maurice, the chief executive at Yellow Card, the digital currencies become a practical substitute for businesses involved in international trade in view of the foreign exchange shortages in Nigeria. “The banks don’t have dollars, the government doesn’t have dollars,” he noted, underscoring the urgent need for alternatives.

As of Oct. 3, 2014, the market cap of cryptocurrencies stood at $2.08 trillion. Chart: TradingView.com

Ethiopia is another nation seeing significant rise in stablecoin use; retail-sized transfers of the stablecoin rise by 180% year over year. This rise followed the government’s drastic devaluation of the birr currency by restricting the local currency to reduce borrowing from foreign financial institutions. These trends are best represented by how stablecoins can serve as a cushion to an economy seeking to increase its resilience to financial stress within economically unstable regions of Sub-Saharan Africa.

Source: Chainalysis

Future For Crypto In Sub-Saharan Africa

The possibility for economic development is clearer as Sub-Saharan Africa keeps embracing cryptocurrencies—especially stablecoins. As of 2021, the World Bank projects that just 49% of the region’s people had access to a bank account. For many who are unbanked or underbanked, cryptocurrencies show promise as a result of their lack of access.

Clearer regulatory regimes in various jurisdictions also help support growth within the crypto space. South Africa sets the lead with a well-rounded proactive regulating framework that gives power to cryptocurrency entities without putting consumers at risk. As more and more people seek out improved access and stability through digital currency, Sub-Saharan Africa is set to drive global crypto adoption.

Featured image from SEGURA Consulting LLC, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Dua Struktur Hidup Market Maker dan Arbitrageur

Dalam perdagangan mikro-frekuensi tinggi, dua kelompok utama bertahan lama: pembuat pasar yang bergantung pada spread dengan mengajukan penawaran satu sisi dan sering menggunakan order "maker", serta arbitrase lintas bursa yang mengejar selisih harga dan suku bunga pendanaan, biasanya sebagai "taker". Artikel ini membahas karakteristik eksposur risiko kedua pendekatan tersebut. Eksposur risiko muncul karena pertukaran antara kendali waktu dan harga. Pembuat pasar, sebagai pembuat order, mendapatkan hak menetapkan harga tetapi menyerahkan kendali atas waktu eksekusi kepada "taker". Risiko utama bagi pembuat pasar adalah "risiko persediaan" dan penetapan harga yang adil, sementara arbitrase lintas bursa menghadapi eksposur akibat asimetri aturan, latensi pencocokan, dan fragmentasi di berbagai bursa. Fragmentasi untuk pembuat pasar berasal dari sifat pasif dan tidak kontinu dari pencocokan order book, sering kali terpencar secara acak dalam sumbu waktu. Di sisi lain, fragmentasi arbitrase lintas bursa bersifat eksternal dan aktif, disebabkan oleh perbedaan aturan seperti ukuran lot minimum yang bervariasi antar bursa. Dalam hal karakteristik eksposur, pembuat pasar menghadapi situasi di mana persediaan dapat menguntungkan dalam kondisi pasar yang rata atau dapat merugikan selama tren satu arah yang kuat. Arbitrase lintas bursa lebih terpapar pada risiko teknis seperti likuidasi otomatis (ADL) bursa, penyimpangan oracle, manipulasi pendanaan, dan kerusakan korelasi aset. Hubungan antara eksposur risiko dan keuntungan juga berbeda. Pembuat pasar mengejar probabilitas kemenangan tinggi, perputaran cepat, dan keuntungan per transaksi rendah, dengan eksposur persediaan yang berkontribusi pada keuntungan selama dalam batas kendali. Arbitrase lintas bursa mengejar selisih harga yang pasti dan pendanaan struktural, di mana eksposur risiko cenderung menjadi pengurangan keuntungan, dan mereka mentoleransi fragmentasi untuk menghindari biaya slipage yang lebih tinggi. Pada akhirnya, kedua pendekatan berevolusi menuju sistem hibrida yang menggabungkan elemen "maker" dan "taker" berdasarkan pertimbangan biaya, latensi, dan kondisi pasar. Pembuat pasar menjual waktu dan mengekspos persediaan kepada pasar, sementara arbitrase menjual ruang (modal) dan menenggelamkan modal ke dalam pasar. Keduanya menggunakan berbagai bentuk eksposur risiko untuk memperoleh kepastian yang kecil namun krusial di pasar.

链捕手1j yang lalu

Dua Struktur Hidup Market Maker dan Arbitrageur

链捕手1j yang lalu

Mendadak: Reorganisasi Besar-besaran di OpenAI, Presiden Brockman Mengambil Alih Kekuasaan

**OpenAI Lakukan Reorganisasi Besar-besaran, Presiden Brockman Ambil Alih Kendali Produk** OpenAI mengumumkan reorganisasi besar dan penggabungan tiga produk intinya—ChatGPT, Codex, dan API—menjadi satu organisasi produk terpadu. Presiden sekaligus salah satu pendiri, Greg Brockman, mengambil alih kendali penuh atas strategi produk. Nick Turley, sosok kunci di balik pertumbuhan ChatGPT, dialihkan untuk menangani produk *enterprise*. Ashley Alexander, mantan wakil presiden Instagram, menggantikannya memimpin produk konsumen. Sementara itu, Thibault Sottiaux, yang sebelumnya memimpin Codex, kini mengepalai tim produk dan platform gabungan yang baru. Restrukturisasi ini bertujuan untuk fokus pada "Agentic Future" (Era Agen Cerdas). Langkah ini juga merupakan persiapan untuk meluncurkan "Super App", sebuah aplikasi desktop yang menggabungkan ChatGPT, kemampuan pemrograman Codex, dan *browser* Atlas yang akan datang untuk menjalankan tugas digital secara otonom. Langkah reorganisasi terjadi di tengah tekanan kompetisi yang ketat. Saingan utama, Anthropic, dikabarkan telah mengamankan pendanaan dengan valuasi mencapai $900 miliar, melampaui valuasi OpenAI. Selain itu, Google diperkirakan akan meluncurkan produk AI baru pada konferensi Google I/O minggu depan. Restrukturisasi ini juga dilihat sebagai respons terhadap sejumlah kepergian eksekutif kunci dan ketidakpastian cuti sakit CEO AGI Deployment, Fidji Simo. Dengan IPO yang dikabarkan akan berlangsung tahun ini, OpenAI berupaya menampilkan cerita yang lebih terfokus dan kuat kepada calon investor pasar modal.

marsbit1j yang lalu

Mendadak: Reorganisasi Besar-besaran di OpenAI, Presiden Brockman Mengambil Alih Kekuasaan

marsbit1j yang lalu

Siapa yang Akan Mendefinisikan Aturan di Era AI? Anthropic Membahas Lanskap AI AS-China pada 2028

Anthropic, perusahaan AI AS, menerbitkan analisis tentang persaingan AI AS-China menuju 2028. Mereka mengidentifikasi empat bidang persaingan: kemampuan model, adopsi domestik, distribusi global, dan ketahanan. Saat ini, AS dan sekutunya memimpin dalam daya komputasi (komputasi), elemen kunci untuk pengembangan AI mutakhir, berkat inovasi perusahaan dan kebijakan kontrol ekspor. Namun, lab AI China tetap kompetitif dengan memanfaatkan celah kontrol ekspor untuk mengakses chip canggih dan melakukan "serangan distilasi" untuk meniru kemampuan model AS. Anthropic menguraikan dua skenario untuk 2028: 1. **Kepemimpinan AS yang Meluas:** Jika AS menutup celah akses komputasi dan distilasi, serta mempercepat adopsi AI, keunggulan model AS dapat mencapai 12-24 bulan. Ini akan mengamankan pengaruh AS dalam tata kelola AI global. 2. **Persaingan Ketat (Neck-and-neck):** Jika China terus mengakses chip dan kemampuan model AS, mereka dapat mengejar ketertinggalan. Model China yang "cukup baik dan murah" serta infrastruktur global (seperti Huawei) dapat meningkatkan adopsi worldwide, menggeser keseimbangan kekuatan. Kesimpulannya, Anthropic mendorong pembuat kebijakan AS untuk mengamankan keunggulan dengan: memperketat kontrol ekspor dan penegakan hukum terhadap chip, membatasi serangan distilasi, dan mendorong ekspor teknologi AI yang tepercaya ke pasar global. Tindakan saat ini akan menentukan siapa yang membentuk masa depan AI pada 2028.

marsbit3j yang lalu

Siapa yang Akan Mendefinisikan Aturan di Era AI? Anthropic Membahas Lanskap AI AS-China pada 2028

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片