Why Did Dogecoin Rise 10% And The Shiba Inu Price Jumped 22%?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-27Terakhir diperbarui pada 2024-09-27

Abstrak

Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu (SHIB) prices have surged by 10% and 22% in the last 24 hours, respectively. These...

Dogecoin (DOGE) and Shiba Inu (SHIB) prices have surged by 10% and 22% in the last 24 hours, respectively. These price surges are thanks to developments on the macro side and these meme coins’ fundamentals, which provide a bullish outlook for them. 

Why Dogecoin And Shiba Inu Prices Are Up

Dogecoin and Shiba Inu’s prices have surged thanks to macro developments like the monetary policies being rolled out by world governments. This has boosted investors’ confidence in allocating more capital to risk assets like Dogecoin and Shiba Inu. Earlier this week, the People’s Bank of China announced rate cuts and a stimulus package to revive the country’s economy. 

Meanwhile, the latest US jobless claims and GDP data showed that the US economy is healthy. This follows last week’s 50 basis point (bps) rate cuts by the US Federal Reserve. Moreover, these rate cuts by the US and China are expected to cause more liquidity to flow into risk assets, including Dogecoin and Shiba Inu. 

That already looks to be happening, seeing how their prices have surged recently. It is worth mentioning that Bitcoin (BTC) rose above $65,000 in the last 24 hours, contributing to the rally for these meme coins. Dogecoin and Shiba Inu share a strong positive price correlation with the flagship crypto and are bound to rally as BTC does. 

Dogecoin and Shiba Inu’s bullish fundamentals are also why these meme coins have rallied. On September 26, QED Protocol announced its partnership with Nexus to build a zero-knowledge virtual machine (zkVM) on the Dogecoin Network. This will enable smart contracts on the network and help boost DOGE’s utility. 

Meanwhile, Shiba Inu’s marketing lead, Lucie, revealed the team’s plans to launch the SHI stablecoin in the meme coin’s ecosystem. This move provides a bullish outlook for Shiba Inu, considering how it will further draw attention to its ecosystem. Meanwhile, Shiba Inu’s team developer, Shytoshi, has also continued to hint about the potential launch of the layer-3 privacy chain in the meme coin’s ecosystem. 

More Price Rallies To Come

Dogecoin and Shiba Inu are expected to record more price rallies in the coming weeks as governments continue introducing monetary easing policies. Crypto analyst Ali Martinez also recently stated that Dogecoin looks strong. He noted that DOGE has witnessed an RSI and price breakout from multi-downtrends. He added that the foremost meme coin got a buy signal from the SuperTrend indicator. 

Dogecoin
Source: X

In another X post, Martinez stated that Dogecoin could rally to as high as $0.150, having surged past the $0.111 resistance. Shina Inu is also on the edge of a historic run, as the meme coin has always recorded positive monthly returns in October. Dogecoin and Shiba Inu whales are already positioning for these price rallies, as they have been accumulating these past few days. 

Shiba Inu price chart from Tradingview.com (Dogecoin)
SHIB price sparks bullish sentiment | Source: SHIBUSDT on Tradingview.com
Featured image created with Dall.E, chart from Tradingview.com
Scott Matherson

Scott Matherson

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

Meta, perusahaan induk Facebook, telah memberlakukan pembatasan internal ketat terhadap penggunaan alat bantu pemrograman AI dari pihak ketiga, Claude Code (Anthropic) dan Codex (OpenAI), sejak Mei 2024. Meski merupakan salah satu klien terbesar dan sangat bergantung pada alat-alat ini, Meta khawatir output yang dihasilkan dapat menyusup ke dalam data pelatihan untuk pengembangan asisten pemrograman AI internal mereka sendiri, MetaCode (awalnya DevMate). Proses ini, yang dikenal sebagai "distilasi," dapat menyebabkan model internal mereka secara tidak sengaja mempelajari kemampuan dan standar penilaian dari model pesaing, sehingga mengaburkan asal-usul kemampuan mereka yang sebenarnya. Pembatasan internal Meta berfokus pada mencegah AI eksternal terlibat dalam penulisan kode inti, pembuatan soal uji, atau penilaian untuk proyek MetaCode. AI masih diizinkan untuk tugas-tugas pendukung seperti menyusun alur kerja atau mengatur kode, tetapi semua outputnya harus ditinjau oleh manusia. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga kemurnian data pelatihan dan menghindari potensi pelanggaran terhadap ketentuan layanan penyedia model, yang sering melarang penggunaan output mereka untuk membangun produk pesaing. Tindakan Meta menyoroti dilema yang dihadapi seluruh industri AI: bagaimana menyeimbangkan manfaat menggunakan model AI yang kuat dengan risiko ketergantungan dan distilasi yang tidak jelas. Ini juga mencerminkan tekanan finansial, karena Meta berupaya mengurangi tagihan AI internal yang mencapai miliaran dolar dengan beralih ke solusi internal. Pada akhirnya, kebijakan ini bagaikan "peta berjalan di atas tali" yang menunjukkan tantangan dalam membangun AI yang benar-benar orisinal di era di mana AI semakin sering digunakan untuk menciptakan AI lainnya.

marsbit53m yang lalu

Claude dan Codex yang Kamu Pakai Setiap Hari, Di Dalam Meta Dilarang Dipakai Sembarangan

marsbit53m yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

Terkait kontroversi etis di industri hiburan global terkait konten AI, seperti proyek animasi AI Amazon yang dibatalkan, dan kemunculan film panjang AI pertama yang lolos sensor di Tiongkok, AI telah mencapai tonggak sejarah baru dalam produksi konten. Namun, kemajuan ini juga memicu perdebatan sengit, terutama mengenai penggantian aktor manusia dan kualitas artistik. Industri menghadapi dilema "pertarungan internal": di satu sisi, AI tak terhindarkan dalam produksi film, menawarkan efisiensi biaya dan kemungkinan kreatif baru. Di sisi lain, kekhawatiran mendalam muncul karena AI mulai memasuki ranah "makanan budaya utama" seperti film dan drama panjang, yang secara tradisional membutuhkan kedalaman emosional dan partisipasi manusia. Artikel ini membedakan antara "makanan budaya cepat saji" (seperti video pendek dan drama mikro) yang cocok dengan logika produksi AI—narasifragmen, kebutuhan emosi dangkal, dan model bisnis gratis—dan "makanan budaya utama" (seperti film dan serial TV) yang membutuhkan keterlibatan manusia yang lebih dalam. AI saat ini lebih mampu dalam yang pertama, tetapi masuknya AI ke dalam yang terakhir menantang keunikan manusia dalam hal kreativitas, pengalaman hidup, dan pertukaran emosi. Nilai manusia dalam penciptaan konten dianggap tak tergantikan dalam tiga aspek: kapasitas inovasi (AI cenderung menghasilkan konten homogen, bukan terobosan), hasil kerja keras (proses pembuatan yang panjang menambah nilai persepsi), dan pengalaman hidup serta ekspresi pribadi. Namun, perkembangan konten AI menghadapi risiko "melampaui batas": keunggulan biaya dapat mempersempit ruang kreasi manusia dan menimbulkan masalah plagiarisme; ledakan produksi dapat menyebabkan banjir konten berkualitas rendah yang mendorong keluar karya bagus; dan peningkatan efisiensi memindahkan risiko ke depan dalam proses produksi, menyulitkan moderasi. Oleh karena itu, diperlukan "perspektif konten AI" baru yang menetapkan batasan jelas. Prinsip intinya adalah: memastikan ruang kreasi manusia diperluas, bukan dipersempit; hasil kreasi manusia dihormati, bukan dirampas; manusia mempertahankan peran kepemimpinan dan tanggung jawab dalam penciptaan; serta memastikan transparansi dan dapat dikenalnya konten AI. Kesimpulannya, manusia harus menjadi "juru mudi" teknologi. Masa depan konten AI harus menjadi perjalanan yang dikendalikan oleh manusia, di mana penilaian, filter, dan apresiasi estetika manusia di setiap tahap—produksi, distribusi, konsumsi—menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk melindungi nilai inti budaya sebagai wahana pertukaran spiritual manusia.

marsbit1j yang lalu

Mengapa Hari Ini Kita Membutuhkan Pandangan Konten AI?

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

Artikel baru-baru ini mengungkap bahwa dua tulisan Max Planck, perintis teori kuantum dan pemenang Nobel Fisika 1918, yang diterbitkan pada 1940 dan 1942, secara keliru ditandai sebagai "retracted" (ditarik kembali) dalam platform digital Springer. Menurut investigasi, penarikan ini bukan disebabkan oleh penipuan atau kesalahan ilmiah, melainkan oleh "kerusakan algoritma." Kedua artikel tersebut, yang membahas refleksi filosofis tentang ilmu pengetahuan, diterbitkan di jurnal Jerman *Die Naturwissenschaften*. Pada masa itu, praktik seperti menerbitkan kembali pidato di beberapa saluran (jurnal, pamflet, kumpulan esai) adalah bagian normal dari penyebaran gagasan ilmiah. Namun, sistem digital modern mengidentifikasi praktik historis ini sebagai "penerbitan ulang" atau "pelanggaran hak cipta," yang dianggap melanggar norma penerbitan saat ini. Lebih memprihatinkan, platform Springer tidak hanya memberi label "retracted," tetapi juga mengganti teks asli artikel dengan halaman kosong, menghilangkan akses ke konten aslinya. Hal ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: infrastruktur penerbitan akademik digital dapat secara keliru menerapkan standar kontemporer pada karya historis, sehingga mengaburkan dan bahkan menghapus warisan ilmiah masa lalu. Kasus ini menjadi peringatan penting di era AI. Basis data digital, yang sering dianggap sebagai cermin netral dari pengetahuan, sebenarnya dibentuk oleh logika platform, asumsi hukum, dan aturan komersial. Kesalahan metadata seperti ini dapat diperkuat oleh model AI, mesin pencari, dan alat akademik di masa depan, yang pada akhirnya mengancam keakuratan dan aksesibilitas memori ilmiah.

marsbit1j yang lalu

Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片