Sam Bankman-Fried Prosecutor Promises 'Handcuffs for All' Crypto Crooks

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-02Terakhir diperbarui pada 2023-11-03

Abstrak

Damian Williams, the U.S. attorney for the powerful Southern District of New York, set an ominous warning following the conviction of former crypto kingpin Bankman-Fried.

Sam Bankman-Fried's conviction is a "warning" to crypto wrongdoers, the chief government prosecutor overseeing his case said at the courthouse entrance late Thursday.

Damian Williams, the U.S. Attorney for the powerful Southern District of New York, told a gaggle of reporters crowded on the courthouse entrance that federal agents and lawyers have "handcuffs for all" fraudsters and crooks.

10
'Santa Rally' Could Spark Bitcoin to $56K by Year-End; PayPal Faces SEC Inquiry
0 seconds of 2 minutes, 16 secondsVolume 0%
Press shift question mark to access a list of keyboard shortcuts
Keyboard ShortcutsEnabledDisabled
Play/PauseSPACE
Increase Volume
Decrease Volume
Seek Forward
Seek Backward
Captions On/Offc
Fullscreen/Exit Fullscreenf
Mute/Unmutem
Seek %0-9
Up Next
Curve Finance’s Stablecoin Maintains Peg as Others Struggle: Kaiko
01:27
Settings
OffEnglish
Font Color
White
Font Opacity
100%
Font Size
100%
Font Family
Arial
Character Edge
None
Background Color
Black
Background Opacity
50%
Window Color
Black
Window Opacity
0%
Reset
WhiteBlackRedGreenBlueYellowMagentaCyan
100%75%50%25%
200%175%150%125%100%75%50%
ArialCourierGeorgiaImpactLucida ConsoleTahomaTimes New RomanTrebuchet MSVerdana
NoneRaisedDepressedUniformDrop Shadow
WhiteBlackRedGreenBlueYellowMagentaCyan
100%75%50%25%0%
WhiteBlackRedGreenBlueYellowMagentaCyan
100%75%50%25%0%
00:25
01:51
02:16
 
  • Curve Finance’s Stablecoin Maintains Peg as Others Struggle: Kaiko
    01:27
    Curve Finance’s Stablecoin Maintains Peg as Others Struggle: Kaiko
  • CoinDesk Published a Scoop on Alameda Research One Year Ago
    01:11
    CoinDesk Published a Scoop on Alameda Research One Year Ago
  • A Look Back on the Collapse of Sam Bankman-Fried's Empire
    07:06
    A Look Back on the Collapse of Sam Bankman-Fried's Empire
  • Crypto Markets Update as Federal Reserve Leaves Rates Unchanged
    16:28
    Crypto Markets Update as Federal Reserve Leaves Rates Unchanged
  • "Here's the thing: The crypto cryptocurrency industry might be new. The players like Sam Bankman-Fried might be new. But this kind of fraud, this kind of corruption is as old as time," Williams said.

    A D V E R T I S E M E N T
    A D V E R T I S E M E N T

    Williams' statement came minutes after his team of federal prosecutors secured a "guilty" verdict on all seven counts of fraud and conspiracy against the former CEO of FTX, a crypto exchange that was once worth $32 billion.

    Exactly one year ago, the young billionaire's crypto empire began to crumble when CoinDesk published a story based on the private balance sheet of Alameda Research, his trading firm. As prosecutors and even defense lawyers outlined during the five-week trial, that article set off a chain of events that ended in FTX's bankruptcy and the revelation that Alameda had taken billions of dollars of FTX customers' cash.

    Williams was on hand to watch some of the trial's highlights, including closing arguments and the reading of the verdict. He walked into the packed courtroom late Thursday wearing a tan peacoat and a tightly tailored suit. At times during the proceeding he smiled, including when Judge Lewis Kaplan discussed Bankman-Fried's sentencing, scheduled for next March.

    A D V E R T I S E M E N T
    A D V E R T I S E M E N T

    His district – the federal judicial system's influential artery for prosecuting high-profile financial frauds, including Bernie Madoff's – has more crypto cases on the way. Next month, Mango Markets exploiter Avraham Eisenberg is scheduled to stand trial for the theft of over $100 million in crypto from a decentralized exchange.

    That case and others will push the limits of the government's policing of crypto's wild west. It may well force prosecutors to delve deep into complex crypto concepts, like "decentralized exchanges," "decentralized autonomous organizations," "perpetual swaps" and other mumbo-jumbo from an industry that is constantly rewriting itself.

    The prosecutors' success against Bankman-Fried stems at least in part from their efforts to keep things simple – or as simple as possible given the heady circumstances. Throughout the trial they deemphasized the hard-to-follow crypto concepts in favor of a (relatively) simple narrative of traditional fraud, while avoiding entirely thornier, tertiary issues, like the legality of the FTT token issued by FTX.

    That might not be possible in the cases to come, some of which are intrinsically tethered to mind-bending crypto concepts. But if Williams' courthouse statement is anything to go by, the SDNY is gearing up to take down more complex cases.

    "This is what relentless looks like," he said.

    Edited by Nick Baker.

    Bacaan Terkait

    Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuk Tahap Non-Konsensus, Titik Balik Akan Tiba

    Artikel ini, ditulis oleh pendiri Glue Finance, menganalisis tantangan mendalam Ethereum (ETH) di tahun 2026, di mana nilai yang diselesaikan mencapai rekor tertinggi, namun harga ETH tetap stagnan di sekitar $1.750. Penulis berargumen bahwa akar masalahnya bukan pada penggunaan, tetapi pada fakta bahwa Ethereum masih merupakan "mesin yang belum selesai." Inti permasalahannya adalah ketergantungan. Rantai ini masih bergantung pada Ethereum Foundation (EF) dan pemimpin seperti Vitalik Buterin untuk pembangunan dan tata kelola yang berkelanjutan, karena banyak komponen intinya seperti desain konsensus, skalabilitas L2, dan perlindungan kuantum masih dalam pengerjaan. Ketergantungan ini membuat Ethereum gagal dalam "ujian lepas tangan" — kemampuannya untuk tetap netral dan berjalan selamanya tanpa pengelola. Pasar, menurut penulis, mendiskon harga ETH karena risiko ketergantungan ini, bukannya memberi premi untuk netralitas yang abadi. Artikel ini mengkritik dua jalur keluar yang keliru: "mode perang" (menjadi lebih terpusat seperti Solana) yang akan mengorbankan netralitas, dan sekadar mengganti pengelola (misalnya, dengan Ethlabs). Solusi satu-satunya adalah menyelesaikan dan "membekukan" inti netral Ethereum melalui "Proyek Manhattan" — sebuah upaya terpusat yang ambisius. Proyek ini bertujuan untuk menangani empat masalah sekaligus: membekukan protokol (rigiditas), mencapai skalabilitas ekstrem, menerapkan keamanan pasca-kuantum, dan mengintegrasikan ZK-proof. Tujuannya adalah menciptakan lapisan penyelesaian ekonomi global yang netral, dapat diprogram, dan abadi. Jika berhasil, Ethereum akan mendapatkan "premi keabadian" seperti Bitcoin, tetapi dengan fungsionalitas penuh. Jika gagal, Ethereum berisiko menjadi rantai yang lebih lambat dan kurang dapat dipercaya, kehilangan nilai uniknya. Penulis tetap optimis tetapi menekankan bahwa perlombaan melawan waktu untuk menyelesaikan dan membekukan protokol ini adalah tantangan terbesar Ethereum saat ini.

    链捕手9m yang lalu

    Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuk Tahap Non-Konsensus, Titik Balik Akan Tiba

    链捕手9m yang lalu

    Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuki Fase Non-Konsensus, Titik Balik Akan Segera Tiba

    Glue Finance pendiri menyatakan Ethereum (ETH) telah memasuki tahap "non-konsensus" dan titik balik mendekat. Meski nilai yang diselesaikan di Ethereum mencapai rekor tertinggi pada pertengahan 2026, harga ETH tetap rendah sekitar $1.750, jauh dari puncak sebelumnya. Penulis berargumen ini karena Ethereum masih berupa "mesin yang belum selesai", bergantung pada Ethereum Foundation untuk pengembangan dan bimbingan berkelanjutan. Ketergantungan ini membuat pasar ragu, menghalangi ETH mendapatkan premi "keabadian" layaknya Bitcoin. Masalah utama mencakup: L2 dengan sequencer terpusat, kebocoran nilai di mempool publik, inflasi state, dan ancaman komputer kuantum. Kondisi ini menyebabkan kelelahan di seluruh lapisan ekosistem. Dua jalur keliru yang diusulkan adalah "mode perang" (menjadi lebih terpusat seperti Solana) atau mengganti pengelola (seperti Ethereum Foundation). Solusi sebenarnya adalah "Manhattan Project" atau "Ethereum Ramping", sebuah rencana menyeluruh untuk membekukan inti protokol yang netral dan tak tergoyahkan. Rencana ini menggabungkan: pengerasan (rigging), penskalaan besar-besaran, ketahanan kuantum, dan integrasi ZK, serta fitur seperti statelessness dan rollup native. Dengan menyelesaikan dan membekukan inti netralnya, Ethereum akan lulus "tes lepas tangan"—tetap berjalan tanpa bergantung pada pengelola mana pun—dan beralih dari diskon ketergantungan menjadi premi keabadian. Jika berhasil, Ethereum akan menjadi lapisan penyelesaian ekonomi global yang netral, dapat diprogram, dan abadi, melampaui Bitcoin. Jika gagal, risikonya adalah menjadi blockchain yang lebih lambat, kurang terpercaya, dan termanipulasi.

    marsbit10m yang lalu

    Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuki Fase Non-Konsensus, Titik Balik Akan Segera Tiba

    marsbit10m yang lalu

    Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

    **Ringkasan: Membongkar HyperEVM: Aplikasi Mana yang Dapat Menikmati Manfaat Inti Hyperliquid?** HyperEVM adalah lapisan kontrak pintar yang nilai utamanya terletak pada kemampuannya memberikan akses aplikasi ke data perdagangan, kolateral, posisi, dan risiko dari HyperCore. Aplikasi berharga di HyperEVM harus memenuhi tiga kriteria: membutuhkan logika EVM yang fleksibel, bergantung pada status unik HyperCore, dan meningkatkan utilitas Hyperliquid sebagai pusat keuangan. Pendekatan Hyperliquid yang unik adalah "pertukaran pertama" (exchange-first), bukan "rantai dulu" (chain-first). Ini membuat HyperEVM menjadi sarana untuk memprogram pertukaran itu sendiri, bukan sekadar tempat menyalin DeFi. Evaluasi aplikasi dapat dilihat dalam matriks 2x2: 1. **Keuangan EVM Lokal:** Aplikasi seperti AMM dan pasar uang (contoh: Felix, HyperLend) yang membutuhkan kontrak pintar namun dapat diadaptasi. Mereka membentuk lapisan dasar yang penting. 2. **Ekstensi Asli Inti:** Aplikasi yang membuat aset internal Hyperliquid lebih berguna, seperti pembungkus HLP atau aset terkait Unit. Mereka menyediakan bahan baku (kolateral) untuk aktivitas keuangan. 3. **HyperCore yang Dapat Diprogram:** Kuadran paling inovatif di mana aplikasi (contoh: Rysk, Liminal, Valantis Prime) menggunakan logika EVM dan secara mendalam mengintegrasikan status serta eksekusi HyperCore, menjadikan aktivitas pertukaran sebagai produk. Bentuk akhir yang paling berharga mungkin adalah **akun keuangan terpadu**. Pengguna dapat menyetor aset sekali dan menggunakan saldo yang sama untuk berdagang di HyperCore, meminjam di HyperEVM, menghasilkan yield, melakukan lindung nilai, dan membayar. Hyperliquid menggabungkan infrastruktur likuiditas dan risiko tingkat pertukaran dari HyperCore dengan permukaan aplikasi terbuka HyperEVM, menciptakan "rumah keuangan" yang dikendalikan pengguna namun didukung oleh neraca yang kuat. Gelombang pertama HyperEVM membuat ekosistem dapat digunakan, gelombang berikutnya akan membuat HyperCore benar-benar dapat diprogram.

    Foresight News32m yang lalu

    Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

    Foresight News32m yang lalu

    Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

    Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

    marsbit1j yang lalu

    Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

    marsbit1j yang lalu

    Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

    **Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

    marsbit1j yang lalu

    Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

    marsbit1j yang lalu

    Trading

    Spot
    活动图片