Crypto Scammers Face Heat As SAFE Crypto Act Draws Top US Enforcers

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-12-18Terakhir diperbarui pada 2025-12-18

Abstrak

A bipartisan bill introduced in December 2025, the Strengthening Agency Frameworks for Enforcement of Cryptocurrency (SAFE Crypto) Act, aims to combat rising cryptocurrency fraud. The legislation proposes a national task force involving Treasury officials, law enforcement, regulators, and private experts to detect, track, and shut down crypto-related scams in real-time. It also focuses on public education to help consumers identify fraud and provides local police with training and blockchain analytics tools. Industry experts warn that crypto scams have resulted in billions in losses, and proponents argue the bill would close enforcement gaps, potentially disrupting criminal operations using decentralized and cross-border systems.

A bipartisan bill introduced on Dec. 15, 2025 would form a national response to rising cryptocurrency fraud, aiming to give law enforcement and regulators new tools to stop scams as they happen.

According to the sponsors, the Strengthening Agency Frameworks for Enforcement of Cryptocurrency (SAFE Crypto) Act creates a coordinated federal effort to detect, track, and shut down illicit schemes that use crypto rails.

Task Force To Target Crypto Scams

The bill would set up a task force that pulls together Treasury officials, federal and local law enforcement, regulators, and private-sector experts to share intelligence and act quickly on threats.

Reports have disclosed that the legislation is pitched as a way to get real-time visibility on suspicious activity and to give local police better technical help when they investigate.

Senators Elissa Slotkin (D-MI) and Jerry Moran (R-KS) are listed as the bill’s proponents. The measure appears in Congress under a title that would establish a “Task Force for Recognizing and Averting Cryptocurrency Scams,” and is referenced by bill number S.3428 in congressional records. As of Dec. 17, 2025, the full legislative text had not been posted on the Congressional site.

BTCUSD now trading at $86,862. Chart: TradingView

Public Education And Local Support

The sponsors say the task force will do more than hunt scammers. It will fund public awareness work so consumers can spot fake investment pitches, phishing schemes, and impersonation fraud.

Local law enforcement would get training and access to blockchain analytics tools, the backers say, so officers can follow illicit funds and identify criminal networks before victims lose large sums.

Crypto criminals are employing new tactics to defraud more people, latest investigations show. Image: TechHQ.

Industry figures quoted in the announcement said crypto fraud has been large and growing. According to one industry policy lead cited by the sponsors, “Over the last two years, we’ve tracked billions in scams and fraud across the crypto ecosystem.” That warning is a central piece of the case lawmakers are making for faster, coordinated action.

Cybercriminals: Panic Mode

Gabriel Shapiro, general counsel at crypto investment firm Delphi Labs, said that if the SAFE Crypto Act is carried out effectively, it could leave crypto scammers scrambling to stay ahead of enforcement.

Shapiro added in a post on X on Tuesday that “scammers will probably end up sh*tting themselves if this goes hard,” stressing that the US attorney general, the director of the Financial Crimes Enforcement Network, and the director of the US Secret Service would be among the senior officials leading efforts to pursue the bad guys.

Why Lawmakers Are Pushing Now

Lawmakers argue that criminals have grown more skilled at using decentralized systems and cross-border services to hide proceeds. The SAFE Crypto Act is being presented as a way to narrow that gap by making public and private responders work from a shared playbook. The initiative is part of a wave of digital currency-related policy moves being discussed in Congress this year.

Featured image from Unsplash, chart from TradingView

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Lummis: Mekanisme Hukum CLARITY "Tidak Berfungsi" Karena Senat Menunda Proses

Senator Lummis menyatakan mekanisme RUU CLARITY (Digital Asset Market Clarity Act atau H.R. 3633) "tidak berfungsi" karena Senat AS menunda prosesnya. RUU ini bertujuan membagi pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC. Lummis memperingatkan bahwa peluang saat ini untuk mengesahkan RUU mungkin tidak terulang dalam dekade ini, dan penundaan lebih lanjut bisa menggagalkan pengesahannya tahun ini. Waktu semakin mendesak karena Senat akan memasuki masa reses pada 8 Agustus. Tanpa jadwal debat dari Pemimpin Mayoritas John Thune, pembahasan akan tertunda hingga September, semakin mempersempit jendela legislatif sebelum pemilu pertengahan masa jabatan. Peluang RUU menjadi undang-undang pada 2026 telah turun drastis dari >80% (Februari) menjadi sekitar 30%. Penentang dari Partai Demokrat, seperti Senator Elizabeth Warren, khawatir RUU melemahkan pengawasan dan membahayakan sistem keuangan. Isu lain menyangkut pendekatan terhadap protokol DeFi dan kekuatan perlindungan konsumen. Lebih dari 200 asosiasi industri kripto, termasuk Coinbase dan Ripple, mendesak Senat untuk segera membahas RUU, menyatakan ketidakpastian regulasi mengusir inovasi dan lapangan kerja keluar AS. Lummis menekankan bahwa persyaratan RUU mengenai penyimpanan aset dan transparansi justru penting untuk melindungi konsumen dari celah hukum yang dimanfaatkan penipu. Nasib RUU kini bergantung pada apakah John Thune akan mengalokasikan waktu debat sebelum reses atau menundanya hingga musim gugur, yang akan membawa pemungutan suara ke dalam periode kampanye pemilu yang biasanya kurang produktif secara legislatif.

cryptonews.ru4m yang lalu

Lummis: Mekanisme Hukum CLARITY "Tidak Berfungsi" Karena Senat Menunda Proses

cryptonews.ru4m yang lalu

Bitcoin Tetap Bertahan di Sekitar $64.000, Lonjakan Rekor Kospi 17% Tidak Mempengaruhi Pasar Kripto

Pasar cryptocurrency relatif tidak terpengaruh oleh lonjakan tajam di pasar saham pada hari Jumat. Bitcoin bertahan di sekitar level $64.300, sementara indeks saham Korea Selatan, Kospi, melonjak 17% dalam pemulihan terkuatnya tahun ini. Aset kripto utama seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Dogecoin hampir tidak berubah harganya, dengan volume perdagangan yang moderat. Hanya BNB yang naik 3% menjadi $590, mencatat kenaikan mingguan signifikan. Secara mingguan, sentimen pasar crypto tetap lemah dengan indeks Hyperliquid turun 5%, sementara Bitcoin dan beberapa altcoin lainnya juga mengalami penurunan. Sebaliknya, pasar saham, terutama di Asia, menunjukkan rebound kuat. Kenaikan Kospi didorong oleh kenaikan lebih dari 23% pada saham produsen chip seperti Samsung dan SK Hynix, mengikuti kenaikan besar-besaran di saham chip AS sehari sebelumnya. Pergerakan ini menghentikan tren penurunan panjang di pasar ekuitas. Menariknya, meskipun pada Juli lalu harga Bitcoin cenderung mengikuti pergerakan saham perusahaan semikonduktor, kali ini Bitcoin tetap stabil dan tidak ikut dalam pemulihan pasar saham tersebut. Berita lain seperti pelanggaran keamanan yang menyebabkan penarikan paksa sekitar $38 juta Bitcoin dari beberapa dompet Coldcard juga tidak berdampak pada harga. Di pasar keuangan lainnya, Yen melemah setelah Bank Jepang mempertahankan suku bunga, membalikkan sebagian keuntungan dari intervensi pemerintah sehari sebelumnya. Obligasi AS menguat bersama Dollar, sementara harga minyak terus menurun.

cryptonews.ru12m yang lalu

Bitcoin Tetap Bertahan di Sekitar $64.000, Lonjakan Rekor Kospi 17% Tidak Mempengaruhi Pasar Kripto

cryptonews.ru12m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli US

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Talus Network (US) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Talus Network (US) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Talus Network (US) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Talus Network (US) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Talus Network (US)Lakukan trading Talus Network (US) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

564 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli US

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga US (US) disajikan di bawah ini.

活动图片