Setelah aksi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, perhatian global beralih ke misteri finansial: aset kripto raksasa senilai sekitar $60 miliar yang dibangun untuk menghindari sanksi. Menurut laporan, Venezuela diduga mengakumulasi Bitcoin dan USDT melalui perdagangan emas dan minyak sejak 2018, dengan peran kunci dari figur seperti Alex Saab yang disebut "arsitek" sistem keuangan bayangan. Aset ini mungkin dikendalikan melalui mekanisme multi-signature di yurisdiksi berbeda. Sementara itu, pasar minyak bereaksi terbatas karena produksi minyak Venezuela hanya 0.8% global, dan Trump berencana mengirim perusahaan minyak AS untuk memulihkan infrastruktur negara tersebut. Nasib aset kripto ini kini menjadi permainan intelijen, hukum, dan geopolitik.
比推2026.01.04




