Michael Lerch, investor Amerika yang kontroversial, menjadi pusat perhatian di pasar modal Jepang melalui dana Evo miliknya. Ia mengkhususkan diri dalam instrumen pendanaan "spiral kematian" (warrant harga exercisable mengambang) yang memberikan suntikan dana cepat bagi perusahaan kecil yang tertekan, namun berisiko tinggi mengencerkan nilai saham dan menekan harga saham pemegang saham lama, terutama retail. Lerch, lulusan Princeton yang tiba di Jepang tahun 1990-an, membangun kerajaan finansialnya dengan strategi arbitrase. Bisnisnya meledak pada tahun 2025 setelah kliennya, Metaplanet, menggunakan dana dari Evo senilai lebih dari 2 triliun yen untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar, mendorong kenaikan harga saham yang spektakuler. Evo mendominasi 80% lebih dari pasar warrant jenis ini, dengan nilai transaksi melebihi 1 triliun yen tahun lalu. Meski dianggap penyelamat oleh beberapa perusahaan seperti Sansho Foods, Lerch juga dikritik karena model bisnisnya yang dianggap rakus dan merugikan. Kasus di pengadilan London dan tuntutan hukum di Jepang mengungkap gaya berbisnisnya yang agresif. Keberhasilannya menyoroti dilema perusahaan kecil Jepang yang membutuhkan pendanaan darurat namun harus menyeimbangkan risiko bagi pemegang saham retail.
marsbit2026.04.22




