Prakiraan CPI AS: Inflasi keseluruhan mungkin tembus 4% ke level tertinggi dalam tiga tahun, sementara inflasi inti diperkirakan jauh lebih rendah dari ekspektasi. Data CPI AS bulan Mei akan dirilis pada pukul 20:30 waktu Beijing. Laporan dari Goldman Sachs, UBS, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley menunjukkan prediksi yang serupa: **inflasi keseluruhan mungkin tinggi, tetapi inflasi inti mungkin tidak sepanas itu.** **Inflasi Keseluruhan:** Diprediksi naik menjadi 4.17%–4.3% (dari 3.81% di April), tertinggi sejak April 2023. Lonjakan ini terutama didorong oleh **harga energi**, khususnya bensin, dengan inflasi energi diperkirakan mendekati 24%. Namun, harga bensin sudah turun sejak pertengahan Mei, menunjukkan puncak inflasi mungkin terjadi di bulan ini. **Inflasi Inti (Tidak Termasuk Makanan & Energi):** Diprediksi hanya naik 0.17%–0.22% secara bulanan, jauh di bawah konsensus pasar (0.27%–0.30%). Pelemahan ini terutama disebabkan oleh: 1. **Perumahan (Bobot ~35%):** Sewa (OER & Primary Rent) melambat menjadi sekitar 0.22%–0.23%. 2. **Asuransi Mobil:** Harga diperkirakan turun 0.1%. 3. **Kendaraan Bekas:** Tidak ada tekanan kenaikan signifikan. Namun, beberapa komponen inti masih menunjukkan tekanan: * **Tiket pesawat** diperkirakan naik 1.3%–2% karena harga bahan bakar jet. * **Barang IT** dan beberapa **jasa non-sewa** tetap kuat. **Implikasi Pasar:** Pasar mungkin melihat inflasi keseluruhan yang tinggi sebagai dampak sementara dari energi, sementara inflasi inti yang lebih rendah memberi sinyal positif. Data inflasi swap saat ini mengisyaratkan kemungkinan kejutan positif untuk Dolar AS jika data keluar lebih tinggi dari konsensus. **Prospek Kedepan:** **Harga minyak adalah variabel kunci.** Jika harga energi tetap tinggi atau naik lebih lanjut, risikonya akan menyebar ke inflasi inti. Predeksi baseline adalah inflasi inti bulanan tetap sekitar 0.2%, tetapi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengubah jalur ini.
marsbit6天前




