Why BlackRock’s $1B crypto bet could shape markets in 2026

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-08Terakhir diperbarui pada 2026-01-08

Abstrak

BlackRock, the world's largest asset manager, has re-entered the cryptocurrency market with a significant accumulation of nearly $1 billion in digital assets over 72 hours. On-chain data shows the firm transferred $878 million in BTC and $149 million in ETH into custody, signaling a strategic shift from recent outflows to a concentrated 'ETF 2.0' phase. This activity reflects BlackRock’s operational pattern: during quiet periods, authorized participants use secondary market inventory to meet demand without entering the spot market. When internal reserves are depleted—often due to sustained institutional interest or rebalancing—BlackRock re-enters the market aggressively, creating large inflows. Despite recent outflows of $130 million from its Bitcoin ETF (IBIT) and $6.6 million from its Ethereum ETF (ETHA), the large-scale accumulation suggests underlying institutional demand. The market is currently consolidating, with BTC and ETH down 2.41% and 4.99%, respectively. However, BlackRock’s absorption of supply may establish a price floor and reduce selling pressure. Historically, such accumulation phases lead to supply squeezes that help Bitcoin break through key resistance levels, such as the current $94,500 barrier. If the trend continues, it could signal the beginning of a new upward market cycle.

BlackRock has officially ended its silence.

After a period of strategic inactivity, the world’s largest asset manager has re‐entered the market, beginning a high‐conviction accumulation phase.

On-chain data from Lookonchain reveals that over the last 72 hours, BlackRock has absorbed nearly $1 billion in digital assets. The firm transferred 9,619 BTC valued at $878 million and 46,851 ETH worth $149 million into its custody.

This three-day blitz signals a decisive pivot from the choppy outflows of late 2025 into a concentrated ‘ETF 2.0’ era for 2026.

From silence to accumulation

To understand why BlackRock goes through long periods of flatlining followed by massive spikes, let’s view the iShares Bitcoin Trust (IBIT) as a global liquidity grocery store.

During mute weeks, the store isn’t empty; it’s simply operating off the inventory kept in the backroom.

In technical terms, this is the secondary market buffer.

Authorized Participants (APs) often hold a surplus of shares or Bitcoin [BTC], allowing them to satisfy buy orders without the ETF ever needing to interact with the underlying spot market.

To the outside observer, BlackRock appears inactive.

But, in reality, the backroom supply is being quietly absorbed by investors. This is when the accumulation week triggers as the shelves run bare.

When internal liquidity is exhausted or when quarterly rebalancing cycles converge, BlackRock is forced to enter the spot market to restock.

This creates the massive green bars we see in the data, not necessarily representing a sudden change in sentiment, but the visible fulfillment of weeks of pent-up institutional demand.

Needless to say, BlackRock’s Ethereum ETF also falls into the same analysis.

BlackRock’s ETF analysis and more

This comes at a time when, after a surge of optimism kicked off 2026, the market has hit a technical speed bump.

Despite the three-day accumulation streak, BlackRock’s IBIT recorded outflows worth $130 million, cooling off from the inflows seen in the first week of the New Year.

Similarly, BlackRock’s ETHA also saw $6.6 million in outflows this week, following a strong opening week.

Price floors and supply shocks

Meanwhile, at the time of writing, the market was feeling the weight of this consolidation.

Bitcoin was trading at $90,245.14, down by 2.41% in 24 hours, while Ethereum [ETH] has slipped to $3,118.03, a 4.99% drop during the same period.

When such movements happen, these prices typically move sideways. The lack of aggressive selling from institutional giants prevents a total collapse, stabilizing the market at these higher valuations.

For traders, this is the calm before the shock.

History also shows that once BlackRock finishes this quiet accumulation, the resulting supply squeeze is often what pushes Bitcoin through major resistance levels, like the current $94,500 barrier.


Final Thoughts

  • Nearly $1 billion in BTC and ETH pulled off exchanges in 72 hours signals tightening liquidity and the early stages of a potential supply squeeze.
  • If this accumulation trend continues, Bitcoin’s $94,500 resistance could be less of a ceiling and more of a prelude to the next upward leg.

Bacaan Terkait

Goldman Sachs: Juli Menghancurkan Perdagangan Padat, Pasar Bull AS Tak Terputus Tapi Lebih Sulit

Menurut analisis Goldman Sachs, pasar saham AS pada Juli mengalami koreksi yang lebih didorong oleh penyesuaian posisi (deleveraging) ketimbang keruntuhan indeks utama. Meskipun S&P 500 relatif stabil (hanya turun <2% dari puncak), terjadi gejolak besar di bawah permukaan. Transaksi yang sebelumnya padat dan digerakkan momentum—seperti saham AI, teknologi berkecepatan tinggi, dan strategi Asia—mengalami tekanan likuiditas dan penjualan besar-besaran. Leverage pada sektor teknologi global turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir, dan eksposur terhadap momentum berada pada persentil ke-28 dalam satu tahun terakhir. Perdebatan utama pada saham AI bergeser dari narasi menuju keberlanjutan profitabilitas, dengan kinerja perusahaan cloud seperti Microsoft dan Amazon yang lebih baik meredam kekhawatiran. Komunikasi Federal Reserve yang lebih hati-hati dan tekanan pada imbal hasil obligasi jangka panjang menambah ketidakpastian. Secara keseluruhan, dasar fundamental pasar saham AS masih solid didukung ekonomi dan pengeluaran modal AI, namun elastisitas kenaikan telah melemah. Tren bull market belum berakhir, tetapi periode ke depan akan lebih fluktuatif dan menuntut selektivitas yang lebih tinggi, bukan sekadar "beli dan tahan". Juli menjadi pengingat bahwa pasar tidak memberi imbalan untuk posisi yang terlalu padat dan leverage berlebihan.

marsbit56m yang lalu

Goldman Sachs: Juli Menghancurkan Perdagangan Padat, Pasar Bull AS Tak Terputus Tapi Lebih Sulit

marsbit56m yang lalu

RUU Kripto yang Ditunggu-tunggu, Dikenal sebagai 'RUU Kejelasan', Berada di Tahap Kritis: Gedung Putih Akan Membahasnya Akhir Pekan Ini

Masa depan U.S. Crypto-Asset Regulatory Clarity Act atau "CLARITY Act" berada di titik kritis, dengan keputusan Gedung Putih Trump diharapkan pada akhir pekan ini terkait proposal etika baru dari kedua partai. Proposal alternatif oleh Senator Republik Tom Tillis dan Senator Demokrat Ruben Gallego ini bertujuan mengatasi kekhawatiran Demokrat dengan memberi wewenang kepada jaksa agung negara bagian untuk menuntut pejabat federal jika Departemen Kehakiman gagal menegakkan aturan etika. Versi sebelumnya didukung Gedung Putih namun dikritik karena penegakan tetap di Departemen Kehakiman dan batas waktu yang berakhir Januari 2029. Jika kesepakatan etika tercapai, Senat dapat melakukan pemungutan suara untuk CLARITY Act, meski memerlukan dukungan 60 senator. RUU yang telah disetujui Komite Perbankan Senat ini bertujuan memperjelas yurisdiksi SEC dan CFTC atas aset kripto, menciptakan kerangka pasar, mengatur imbal hasil stablecoin, dan memberikan perlindungan hukum tertentu bagi pengembang perangkat lunak. Kompromi pada aturan stablecoin membatasi pembayaran mirip bunga yang hanya berdasarkan kepemilikan token, tetapi mengizinkan imbalan terkait transaksi, pembayaran, program loyalitas, atau penggunaan platform. Kegagalan mencapai kesepakatan etika dapat kembali menghalangi kemajuan RUU ini di Senat, memperpanjang ketidakpastian regulasi untuk imbal hasil stablecoin dan implementasi ketentuan terkait dalam GENIUS Act.

cryptonews.ru1j yang lalu

RUU Kripto yang Ditunggu-tunggu, Dikenal sebagai 'RUU Kejelasan', Berada di Tahap Kritis: Gedung Putih Akan Membahasnya Akhir Pekan Ini

cryptonews.ru1j yang lalu

Wawancara dengan Eksekutif Robinhood: Strategi Akusisi 'Barbel' dengan Meme + Tokenisasi Saham AS, Semua Lini Bisnis Capai Pendapatan Ratusan Juta Dolar

Wawancara dengan Johann Kerbrat, Wakil Presiden Senior Robinhood, mengungkap strategi mereka untuk mendorong adopsi crypto melalui "strategi barbell": memadukan meme coin untuk menarik pengguna DeFi dengan tokenisasi saham AS (RWA) untuk menjangkau pengguna global yang kesulitan mengakses pasar modal tradisional. Robinhood Chain, yang baru diluncurkan tiga minggu, telah mencatat volume perdagangan mingguan lebih dari $30 miliar dan lebih dari 1,05 miliar transaksi. Strategi intinya adalah memindahkan 27 juta akun berdananya ke ekosistem blockchain dengan menyederhanakan pengalaman DeFi. Produk seperti Robinhood Earn memungkinkan pengguna mendapatkan yield aset kripto tanpa harus mengelola dompet atau private key. Tokenisasi saham, yang kini mencakup 90+ saham di 120+ negara, menawarkan solusi seperti perdagangan 24/7 dan akses internasional. Kerbrat menekankan bahwa mereka memilih stack teknologi Arbitrum daripada membangun L1 sendiri untuk memanfaatkan keamanan Ethereum dan likuiditas EVM. Fokus mereka adalah memperluas pasar secara keseluruhan, bukan bersaing langsung dengan platform seperti Base. Kemitraan dengan proyek DeFi dipilih berdasarkan kesesuaian regulasi, kemampuan membangun pengalaman unik, dan diferensiasi. Visi jangka panjang Robinhood adalah menjadi "aplikasi super" yang memenuhi semua kebutuhan keuangan pengguna, dengan semua lini bisnisnya telah menghasilkan pendapatan miliaran dolar.

marsbit3j yang lalu

Wawancara dengan Eksekutif Robinhood: Strategi Akusisi 'Barbel' dengan Meme + Tokenisasi Saham AS, Semua Lini Bisnis Capai Pendapatan Ratusan Juta Dolar

marsbit3j yang lalu

Laporan Fidelity Q3: BTC, ETH, dan SOL Terus Membentuk Dasar, Seberapa Jauh Lagi Bear Market Kripto Saat Ini?

Laporan Q3 Fidelity menilai bahwa pasar kripto masih dalam fase penurunan (bear market), dengan BTC, ETH, dan SOL terus membentuk dasar. Indikator seperti NUPL Tertimbang yang turun ke -0.01 dan dominasi BTC yang naik ke 68% menunjukkan sentimen pasar yang melemah dan modal cenderung berkonsentrasi pada aset terbesar. Untuk Bitcoin, NUPL di 0.09 dan indikator Yardstick yang mendekati level historis rendah memberikan sinyal positif untuk investor jangka panjang, meski momentum harga masih negatif. Penyesuaian telah berlangsung sekitar 203 hari, dan mengacu pada siklus sebelumnya, Fidelity mencatat bahwa Oktober 2026 bisa menjadi jendela waktu yang patut diamati, namun bukan prediksi pasti bahwa dasar telah tercapai. Ethereum dan Solana menunjukkan tekanan lebih dalam dengan NUPL masing-masing -0.43 dan -0.72, mengindikasikan kerugian belum terealisasi yang signifikan. Namun, tingkat NUPL yang rendah ini secara historis dikaitkan dengan imbal hasil yang kuat di masa depan. Aktivitas penggunaan dan volume transfer stablecoin di kedua jaringan tetap tangguh, menunjukkan bahwa utilitas dasar terus berlanjut terlepas dari penurunan harga. Secara keseluruhan, laporan ini menggambarkan pasar yang sedang konsolidasi dengan beberapa indikator mendekati zona keputusasaan sejarah. BTC bertindak sebagai penstabil relatif, sementara ETH dan SOL menunjukkan tanda-tanda tekanan jual yang lebih berat namun dengan fundamental jaringan yang masih sehat.

marsbit3j yang lalu

Laporan Fidelity Q3: BTC, ETH, dan SOL Terus Membentuk Dasar, Seberapa Jauh Lagi Bear Market Kripto Saat Ini?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片