# Artikel Terkait Hasil

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Hasil", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Pendle Membongkar "Tembok": Dari "Mengunci" hingga "Mempertahankan" Pengguna

Pendle, platform derivatif suku bunga terkemuka di DeFi, mengumumkan penghapusan model veTokenomics yang telah berjalan selama beberapa tahun. Mereka beralih ke model sPENDLE yang lebih likuid, memungkinkan pengguna untuk tidak lagi mengunci aset mereka dalam jangka panjang. Sebelumnya, model vePENDLE mengharuskan penguncian hingga empat tahun, yang dinilai tidak efisien dan hanya menguntungkan segelintir pemain besar. Dengan sPENDLE, pengguna dapat menarik dana mereka hanya dengan masa tunggu 14 hari atau membayar biaya 5% untuk penarikan instan. Selain itu, 80% pendapatan protokol akan digunakan untuk membeli kembali PENDLE dan didistribusikan ke para pengguna yang melakukan staking. Pendle juga menerapkan sistem algoritma untuk mengalokasikan imbalan secara otomatis, yang diperkirakan mengurangi emisi hingga 30%. Perubahan ini menuai pro dan kontra. Pendiri Curve, Michael Egorov, mengkritik keputusan ini sebagai kesalahan, sementara pihak lain menyambut positif peningkatan likuiditas ini. Harga PENDLE pun naik 11% setelah pengumuman tersebut. Pendle bukan satu-satunya protokol yang meninggalkan model lock-in jangka panjang. PancakeSwap, Balancer, dan Ethena juga telah melakukan perubahan serupa, beralih dari memaksa pengguna dengan lock-in menjadi menarik mereka dengan insentif yang lebih nyata dan fleksibel. Transformasi Pendle mencerminkan pergeseran dalam DeFi: dari mengandalkan loyalitas melalui lock-in menjadi mempertahankan pengguna melalui produk yang menarik dan manfaat yang nyata.

比推01/22 00:36

Pendle Membongkar "Tembok": Dari "Mengunci" hingga "Mempertahankan" Pengguna

比推01/22 00:36

Phoenix Finance Analisis Mendalam: Dari 'Pembungkusan Aset' ke 'Keuangan Asli', Merekonstruksi Logika Pendapatan RWA

Phoenix Finance adalah protokol keuangan asli RWA yang dirancang untuk mengatasi masalah fragmentasi, likuiditas terisolasi, dan ketidaksesuaian siklus pendapatan antara aset dunia nyata (RWA) yang telah di-tokenisasi dan ekosistem DeFi yang bergerak cepat. Dengan $170 miliar aset RWA yang terkunci secara tidak efisien di berbagai blockchain, Phoenix memperkenalkan solusi dua lapis: lapisan penyelesaian terpadu (PUSD) dan mesin penghasil yield pintar. Inti dari Phoenix meliputi: - **PUSD**: Stablecoin lintas chain yang dapat ditransfer secara native antar-jaringan tanpa bridge tradisional. - **yPUSD**: Lapisan yield dasar yang secara otomatis mengubah pembayaran RWA yang terfragmentasi menjadi kurva yang mulus dan terus menerus. - **PYN**: NFT berjangka waktu tetap (7-181 hari) yang memberikan yield Alpha dengan mencocokkan likuiditas yang dikunci dengan tanggal jatuh tempo RWA. Mekanisme utamanya mencakup: - **Teleporter**: Protokol kredit terpadu untuk mint PUSD native di chain manapun. - **Reserve Dinamis (80/15/5)**: 80% likuiditas (USDC, USDT, treasury), 15% untuk yield (kredit privat), 5% sebagai penyangga risiko. - **AI Controller**: Menyesuaikan APY PYN secara dinamis untuk menyeimbangkan permintaan likuiditas dan tanggal jatuh tempo aset. Transparansi dijamin melalui Proof of Reserve on-chain dan jaringan likuidasi otomatis "Phoenix Hunters". Tujuan Phoenix adalah mengubah RWA dari sekadar aset statis menjadi ekonomi yang efisien dan dapat dikomposisi di chain.

marsbit01/21 07:05

Phoenix Finance Analisis Mendalam: Dari 'Pembungkusan Aset' ke 'Keuangan Asli', Merekonstruksi Logika Pendapatan RWA

marsbit01/21 07:05

Teori Aliran Keluar Deposito 6 Triliun Dolar, Perbankan Panik

Undang-Undang CLARITY AS melarang platform cryptocurrency memberikan imbalan kepada pemegang stablecoin, melanjutkan aturan GENIUS 2025 yang melarang penerbit stablecoin membayar bunga. Bank tradisional mendukung aturan ini untuk melindungi pendapatan selisih bunga (net interest margin) mereka yang menguntungkan. Bank besar seperti JPMorgan dan Bank of America menawarkan suku bunga simpanan sangat rendah (0,01%) dibandingkan dengan imbal hasil Treasury Bill (3,6%), sehingga mereka dapat menghasilkan keuntungan besar dengan meminjamkan atau menginvestasikan simpanan tersebut. Kelompok perbankan memperingatkan bahwa stablecoin yang memberikan imbalan dapat menyebabkan "aliran keluar simpanan" hingga $6,6 triliun, yang melemahkan kemampuan bank untuk memberikan pinjaman. Namun, klaim ini dipertanyakan karena dolar yang digunakan untuk membeli stablecoin biasanya tetap dalam sistem keuangan, disimpan dalam cadangan berupa tunai dan obligasi pemerintah. Kekhawatiran sebenarnya adalah persaingan: stablecoin dan platform DeFi menawarkan imbalan yang jauh lebih tinggi (~4%), menyebabkan perpindahan dana dari bank dengan suku bunga rendah. Situasi ini mencerminkan sejarah di tahun 1970-an ketika dana pasar uang muncul untuk menghindari peraturan suku bunga bank. Pasar stablecoin telah tumbuh pesat, mencapai $3000 miliar pada tahun 2026, mencerminkan permintaan untuk dolar digital yang likuid dan menghasilkan imbalan. Perdebatan ini pada dasarnya adalah tentang perlindungan model bisnis bank tradisional versus inovasi yang menguntungkan konsumen.

marsbit01/20 05:52

Teori Aliran Keluar Deposito 6 Triliun Dolar, Perbankan Panik

marsbit01/20 05:52

活动图片