# Artikel Terkait Web3

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Web3", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Delapan Tahun Perkembangan Ponsel Web3: Dari "Mainan Geeks" Hingga "Fitur Bawaan" Xiaomi

Dalam kemitraan terbaru, raksasa ponsel Xiaomi dan blockchain Sei berkolaborasi mengintegrasikan dompet kripto dan platform DApp langsung ke ponsel baru untuk pasar global (kecuali Tiongkok darat dan AS). Teknologi MPC memungkinkan login mudah via akun Google/Xiaomi tanpa seed phrase, sementara sistem pembayaran stablecoin (seperti USDC) di toko ritel Xiaomi direncanakan pada 2026. Evolusi ponsel Web3 dalam 8 tahun terakhir dibagi dalam tiga fase: 1. **Fase Awal (2018-2020)**: Perangkat seperti Sirin Finney dan HTC Exodus fokus pada keamanan hardware dan penyimpanan privat key, namun terlalu niche dan mahal untuk pengguna umum. 2. **Eksplorasi Produsen Utama (2019-2022)**: Samsung memperkenalkan dompet hardware di Galaxy S10, sementara Vertu dan HTC mencoba pendekatan mewah atau metaverse. Fitur Web3 masih tersembunyi dan kurang adopted. 3. **Gelombang Baru (2023-2025)**: Dipicu kesuksesan Solana Saga dengan model "airdrop" yang menguntungkan pengguna, diikuti kompetisi dari TON (UBS), JamboPhone (harga terjangkau untuk pasar emerging), dan Coral Phone (BNB Chain). Pendekatan beralih ke insentif token dan integrasi ekosistem. Lima tren utama teridentifikasi: peningkatan keamanan hardware (seperti TEEPIN dan BSIM card), binding ekosistem spesifik, pertumbuhan pengguna lewat insentif, fokus pada aplikasi praktis (bukan hanya tech), dan skala besar melalui integrasi vendor seperti Xiaomi. Kesimpulannya, masa depan ponsel Web3 bukanlah perangkat eksklusif, tetapi integrasi mulus yang menurunkan hambatan teknis (seperti seed phrase) dan menawarkan pengalaman user yang intuitif—seperti bagaimana 5G bekerja tanpa perlu memahami protokolnya.

marsbit12/11 09:37

Delapan Tahun Perkembangan Ponsel Web3: Dari "Mainan Geeks" Hingga "Fitur Bawaan" Xiaomi

marsbit12/11 09:37

Sanggahan, Saya Tidak Menyesal Menghabiskan 8 Tahun di Industri Kripto

Tulisan Ken Chang yang menyatakan bahwa ia "membuang 8 tahun hidupnya" di industri crypto menjadi bahan perdebatan. Ken mengkritik industri yang ia yakini awalnya sebagai sistem finansial terdesentralisasi, namun pada kenyataannya hanya menjadi "kasino terbesar" yang dipenuhi spekulasi dan perjudian. Kritiknya didukung oleh pengamatan atas dominasi venture capital yang mendanai proyek-proyek tidak perlu, serta maraknya platform perdagangan derivatif, prediksi, dan meme coin yang hanya menguntungkan secara finansial tanpa nilai fundamental. Penulis artikel ini mengakui sebagian kebenaran dalam argumen Ken, seraya mengingatkan pada keluhan serupa dari Mike Hearn bertahun-tahun lalu. Keduanya berpendapat bahwa crypto menyimpang dari tujuan awalnya. Namun, penulis menawarkan perspektif yang lebih bernuansa dengan mengidentifikasi lima tujuan crypto: 1. Memulihkan mata uang yang sehat (seperti Bitcoin) 2. Mengkodekan logika bisnis dalam kontrak pintar 3. Membuat kepemilikan digital menjadi nyata (Web3) 4. Meningkatkan efisiensi pasar modal 5. Memperluas inklusi keuangan global Penulis menyimpulkan dengan seruan untuk "optimisme pragmatis". Meskipun mengakui adanya elemen kasino dan dampak negatifnya, ia berargumen bahwa gelembung spekulasi adalah efek samping yang tak terhindarkan dalam pembangunan infrastruktur yang berguna. Kunci untuk bertahan di industri ini adalah memegang teguh tujuan-tujuan realistis crypto, bukan mengharapkan revolusi utopis.

marsbit12/11 06:10

Sanggahan, Saya Tidak Menyesal Menghabiskan 8 Tahun di Industri Kripto

marsbit12/11 06:10

活动图片