# Artikel Terkait Web3

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Web3", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dari Bitcoin ke Nvidia: Bagaimana Gate Membangun 'Akun Trading Serba Bisa' di Era Web3?

Artikel ini membahas bagaimana Gate, sebuah platform pertukaran crypto, mengembangkan dirinya menjadi "akun perdagangan serba bisa" di era Web3 dengan menghadirkan perdagangan multi-aset. Penulis menyoroti masalah yang dihadapi trader crypto yang sering terkendala ketika ingin beralih ke aset tradisional seperti saham AS atau emas karena proses yang lambat dan rumit. Gate merespons dengan menghadirkan tiga jenis produk: aset tokenisasi (seperti saham dan emas yang diwakili token), derivatif crypto yang diperluas (kontak berkelanjutan untuk saham), dan CFD TradFi) yang terhubung dengan harga pasar tradisional. Platform ini menawarkan lebih dari 144 aset, mencakup logam, saham, indeks, forex, dan komoditas. Keunggulan utama Gate adalah efisiensi dana yang tinggi. Pengguna dapat dengan cepat mentransfer USDT ke sub-akun TradFi (ditampilkan sebagai USDx) dan langsung membuka posisi tanpa proses penjualan kripto atau transfer bank yang memakan waktu. Biaya perdagangan untuk pengguna VIP juga sangat kompetitif. Namun, penulis mengingatkan beberapa hal penting: adanya biaya swap (overnight fee) untuk posisi yang dipegang melewati penutupan pasar, perbedaan likuiditas antar aset, dan leverage tinggi (hingga 500x) yang berisiko. Pengalaman uji coba penulis membeli CFD emas dengan USDT berjalan lancar dan cepat, tetapi perlu adaptasi dengan aturan pasar tradisional seperti jam perdagangan yang terbatas. Kesimpulannya, langkah Gate menuju perdagangan multi-aset adalah bagian dari tren larger untuk mempertahankan pengguna dengan menjadi "super app" keuangan. Meski demikian, ini masih merupakan simulasi aset tradisional di dalam ekosistem crypto (melalui CFD), bukan integrasi sepenuhnya. Masa depannya akan bergantung pada regulasi, penerimaan pengguna, dan persaingan dengan lembaga keuangan tradisional yang mulai masuk ke crypto.

marsbit2 hari yang lalu 09:19

Dari Bitcoin ke Nvidia: Bagaimana Gate Membangun 'Akun Trading Serba Bisa' di Era Web3?

marsbit2 hari yang lalu 09:19

Pendiri a16z Crypto: Momen WhatsApp untuk Web3 Telah Tiba

Pendiri a16z Crypto Chris Dixon, menyatakan bahwa momen "WhatsApp" untuk Web3 telah tiba, dengan stablecoin sebagai penggerak utamanya. Stablecoin—mata uang kripto yang dipatok dengan aset seperti dolar AS—telah menjadi pilihan utama dalam pembayaran online dan internasional, memproses transaksi senilai lebih dari $12 triliun tahun lalu, mendekati volume Visa namun dengan biaya jauh lebih rendah. Dixon menggambarkan stablecoin sebagai revolusi serupa dengan WhatsApp yang menurunkan biaya SMS internasional menjadi hampir nol. Teknologi blockchain memungkinkan stablecoin diprogram, mengubah uang menjadi perangkat lunak yang dapat dioperasikan secara global, terbuka, dan efisien. Meskipun saat ini banyak digunakan dalam transaksi "kripto-native" dan bisnis global, adopsi stablecoin untuk konsumsi sehari-hari terus berkembang. Perusahaan besar seperti Stripe dan Fidelity telah mengintegrasikan atau menerbitkan stablecoin, mengurangi biaya transaksi secara signifikan. SpaceX bahkan menggunakannya untuk transfer dana di negara dengan sistem perbankan yang rentan. Stablecoin juga memperkuat dominasi dolar AS, dengan penerbit seperti Circle dan Tether memegang hampir $140 miliar dalam obligasi pemerintah AS, menempati peringkat 20 besar pemegang obligasi terbesar. Pertumbuhan ini dapat mendorong mereka ke peringkat 10 besar dalam waktu dekat. Dixon menekankan bahwa dengan regulasi yang jelas seperti "Clarity Act" yang sedang dibahas di Kongres AS, stablecoin dapat membentuk ulang lanskap keuangan global, menciptakan sistem transfer nilai tanpa batas yang efisien dan terpercaya.

marsbit2 hari yang lalu 07:15

Pendiri a16z Crypto: Momen WhatsApp untuk Web3 Telah Tiba

marsbit2 hari yang lalu 07:15

活动图片