Konflik AS-Iran Berkobar Kembali, Dana Lindung Nilai Gencar Tambah Posisi Minyak, Kecepatan Tercepat dalam Satu Dekade
Konflik AS-Iran kembali memanas, mendorong dana lindung nilai (hedge fund) meningkatkan posisi beli minyak mentah Brent dengan kecepatan tercepat dalam satu dekade terakhir. Serangan militer AS terhadap Iran dan serangan balasan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz telah mengurangi lalu lintas di jalur pelayaran penting ini, mengencangkan pasokan bahan bakar global dan mendorong harga minyak serta margin penyulingan melonjak.
Menurut data Bloomberg, hingga pekan 14 Juli, manajer aset meningkatkan posisi beli bersih Brent sebanyak 75.996 lot menjadi 357.154 lot, peningkatan mingguan terbesar sejak Desember 2016. Kenaikan ini mencerminkan perubahan drastis sentimen pasar dari kekhawatiran kelebihan pasokan menjadi pembelian agresif, didorong oleh penutupan posisi jual (short covering).
Gangguan di Selat Hormuz memperketat pasokan global untuk solar, bensin, dan produk olahan lainnya, mendorong margin penyulingan ke rekor tertinggi. Posisi beli bersih minyak pemanas (heating oil) di NYMEX juga meningkat, mencapai level tertinggi sejak Maret. Selain itu, ekspor produk olahan Rusia yang turun drastis akibat serangan Ukraina dan larangan ekspor diesel Moskwa semakin memperparah ketatnya pasokan bahan bakar global, terutama di pasar solar. Kombinasi dari dua guncangan pasokan ini menjelaskan mengapa margin penyulingan mencapai level historis.
链捕手07/18 04:07