# Artikel Terkait SpaceX

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "SpaceX", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Orang Kelahiran 80-an dari Tianjin, Akan Menjadi Manusia Pertama yang ke Mars

Pria kelahiran Tianjin, Chun Wang, terpilih sebagai komandan misi dalam penerbangan antarbintang pertama manusia menuju Mars menggunakan Starship milik SpaceX. Misi ini direncanakan berlangsung dua tahun, melintasi Mars (tanpa mendarat), dan kembali ke Bumi. Sebelumnya, Wang juga akan berpartisipasi dalam misi penerbangan berawak komersial pertama mengelilingi Bulan. Wang, lahir tahun 1982, memiliki ketertarikan besar pada perjalanan sejak kecil, dimulai dari peta dunia yang ditemukan kakeknya. Setelah lulus kuliah, dia banyak bepergian dengan kereta dan pesawat. Pada 2011, dia mulai berinvestasi di Bitcoin dan bersama mendirikan F2Pool, salah satu pool penambangan Bitcoin terbesar, yang membawanya pada akumulasi kekayaan signifikan. Ketertarikannya pada eksplorasi membawanya mengunjungi Kutub Selatan (2021) dan Kutub Utara (2023). Karena tidak lagi ada tujuan ekstrem di Bumi, dia beralih ke luar angkasa. Pada 2025, Wang memimpin misi "Fram2", misi luar angkasa komersial pertama dengan orbit kutub, yang memungkinkan pengamatan langsung atas kedua kutub Bumi. Kekayaan dari dunia kripto mendanai ambisi eksplorasinya. Wang mengungkapkan bahwa dia tidak membuat cadangan kunci privat Bitcoin-nya, yang berarti asetnya akan hilang jika terjadi sesuatu padanya dalam misi. Sekarang, dia mempersiapkan diri untuk misi terbesarnya: menjadi manusia pertama yang melakukan penerbangan antarbintang menuju Mars.

Odaily星球日报05/22 04:01

Orang Kelahiran 80-an dari Tianjin, Akan Menjadi Manusia Pertama yang ke Mars

Odaily星球日报05/22 04:01

SpaceX dan OpenAI Berebut IPO, Sudah Siapkah Wall Street?

Tepat pada hari yang sama, 21 Mei (Waktu Barat AS), SpaceX secara resmi mengajukan prospektus penawaran umum perdana (IPO) ke SEC dengan target valuasi fantastis $1,75-2 triliun. OpenAI juga dilaporkan tengah mempersiapkan dokumen IPO secara rahasia dengan target melantai di bursa paling cepat September mendatang. Persaingan sengit dua mantan mitra ini kini berpindah ke Wall Street. Meski cerita yang mereka jual berbeda—SpaceX menjual narasi "AI Luar Angkasa" sementara OpenAI berkisah tentang transformasi dari lembaga nirlaba—keduanya menghadapi tantangan finansial serupa. Laporan keuangan SpaceX memperlihatkan kontradiksi. Meski divisi satelit Starlink mencetak laba, dua divisi lainnya—penerbangan antariksa dan AI—menghabiskan semua keuntungan tersebut dan justru mencatatkan kerugian miliaran dolar. Valuasi tinggi SpaceX sangat bergantung pada janji masa depan seperti pusat data AI di orbit dan kolonisasi Mars, yang masih penuh ketidakpastian teknis. Di sisi lain, IPO OpenAI lebih seperti upaya "transfusi darah" yang mendesak. Perusahaan dengan 9,6 miliar pengguna bulanan ini dilaporkan membakar uang jauh lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan pendapatan, dengan kerugian bersih yang sangat besar. Tekanan kompetitif dari rival seperti Anthropic, yang dikabarkan akan segera mencetak laba, juga memacu OpenAI untuk segera melantai guna mengamankan dana dan mempertahankan posisinya. Kedua IPO raksasa ini pada dasarnya meminta investor membayar mahal untuk sebuah janji dan visi jangka panjang yang belum terbukti. SpaceX dan OpenAI perlu membuktikan apakah mereka benar-benar menciptakan nilai atau sekadar menjual cerita indah. Investor dihadapkan pada pertanyaan krusial: bersediakah mereka membayar premium tinggi untuk mimpi kolonisasi Mars dan AGI (Kecerdasan Buatan Umum), dengan segala risiko dan ketidakpastian yang menyertainya? Wall Street pun harus bersiap menyambut dua penawaran yang bisa menjadi ujian terbesar bagi pasar modal tahun ini.

marsbit05/22 01:43

SpaceX dan OpenAI Berebut IPO, Sudah Siapkah Wall Street?

marsbit05/22 01:43

Elon Musk Posting Lowongan Kerja untuk SpaceX, Setelah Baca Komentar Saya Tersadar

Pada 20 Mei, SpaceX mengajukan dokumen penawaran umum perdana (IPO) ke SEC dengan valuasi $1,75 triliun. Keesokan harinya, Elon Musk memposting lowongan kerja di X, mencari insinyur dan fisikawan kelas dunia untuk SpaceX. Persyaratannya unik: calon pelamar hanya perlu mengirim email yang berisi tiga poin untuk membuktikan kemampuan luar biasa mereka. Pengalaman di bidang AI bukan keharusan, dan Musk sendiri akan meninjau email yang lolos seleksi awal. Postingan ini menjadi viral dengan lebih dari 13 juta views. Komentar yang muncul beragam, mulai dari candaan, daftar prestasi dan kualifikasi akademik konvensional, hingga balasan singkat dan powerful seperti "codex" dari seorang pemimpin tim di OpenAI. Perbandingan ini menyoroti perbedaan mendasar antara hanya mencantumkan daftar pengalaman dengan benar-benar memiliki 'produk' atau karya nyata yang berbicara sendiri atas kemampuan seseorang. Artikel ini menganalisis bahwa permintaan Musk sebenarnya adalah bentuk penyaringan yang sangat ketat. Di era di mana perhatian adalah sumber daya berharga, resume terbaik seringkali adalah hasil karya nyata yang dapat ditunjukkan, bukan sekadar daftar panjang kualifikasi. Pesan ini relevan bagi siapa saja yang ingin membuktikan nilainya di dunia profesional. Namun, ada twist di akhir: beberapa pelamar menemukan alamat email yang tercantum tidak valid, memunculkan spekulasi apakah postingan ini benar-benar untuk rekrutmen atau bagian dari strategi membangun narasi sebelum IPO. Apapun tujuannya, postingan ini berhasil menciptakan kesan bahwa SpaceX aktif merebut talenta terbaik dunia.

marsbit05/21 11:37

Elon Musk Posting Lowongan Kerja untuk SpaceX, Setelah Baca Komentar Saya Tersadar

marsbit05/21 11:37

SpaceX IPO: Pesta Modal yang Berpotensi Mengubah Lanskap AI dan Crypto

**SpaceX IPO: Kemungkinan Mempengaruhi Masa Depan AI dan Crypto** SpaceX yang akan IPO bukan sekadar perusahaan luar angkasa, melainkan aset inti dari ekosistem teknologi masa depan Elon Musk (Starlink, AI, robotika). IPO ini bisa menjadi titik balik bagi modal global untuk menilai kembali nilai infrastruktur digital masa depan, seperti jaringan, komunikasi, data, dan komputasi. **Dampak Potensial bagi Pasar Crypto:** * **Resonansi Logika:** SpaceX membangun infrastruktur global terpusat, sedangkan crypto membangun versi desentralisasinya. Minat pada infrastruktur bisa mengalihkan perhatian modal ke Web3. * **Pemicu Narasi Baru:** Seperti tren AI sebelumnya, IPO SpaceX bisa memicu minat pada proyek crypto yang selaras dengan narasi infrastruktur dan AI. * **Sektor yang Berpotensi Terdampak:** * **DePIN** (Render, Filecoin, Helium): Karena fokus pada insentif token untuk infrastruktur fisik. * **AI Crypto** (Bittensor, Fetch.ai): Untuk peran dalam komputasi terdistribusi, data AI, dan pembayaran agen AI. * **Pembayaran On-Chain & SocialFi** (Solana, Ton): Terkait dengan visi platform X sebagai aplikasi super yang mungkin mengintegrasikan pembayaran crypto. Kesimpulannya, IPO SpaceX berpotensi menjadi katalis bagi modal tradisional untuk melihat nilai jangka panjang crypto dalam membangun lapangan infrastruktur dan keuangan untuk peradaban digital masa depan yang terintegrasi.

marsbit05/20 13:38

SpaceX IPO: Pesta Modal yang Berpotensi Mengubah Lanskap AI dan Crypto

marsbit05/20 13:38

Mereka yang Serbu Pasar Sekunder Private SpaceX, Bingung di Tengah Gelombang Penciptaan Kekayaan Terhebat Sejarah

**Ringkasan: Membeli SpaceX di Pasar Sekunder Swasta Ibarat Membuka "Kotak Misteri"** Laporan ini membahas fenomena investor yang ramai-ramai membeli saham SpaceX yang belum上市 (pre-IPO) melalui pasar sekunder swasta yang tidak teratur, menjelang IPO terbesar dalam sejarah senilai 1,75 triliun dolar AS. Di satu sisi, ada kisah sukses besar seperti dana lindung nilai Darsana Capital yang mengubah investasi 600 juta dolar menjadi sekitar 15 miliar dolar. Di sisi lain, banyak investor biasa yang terjebak dalam struktur investasi berlapis yang rumit. Mereka membeli saham melalui Special Purpose Vehicles (SPV) atau "cangkang" investasi yang ditawarkan oleh berbagai platform, broker, dan bahkan influencer. Struktur berlapis ini seringkali membuat investor tidak bisa memastikan apakah mereka benar-benar memiliki saham SpaceX yang sah di level paling dasar, seperti yang dialami pengusaha Tejpaul Bhatia. Setiap lapisan SPV mengurangi jumlah uang yang sampai ke saham inti (karena biaya dan komisi) dan mengaburkan kepemilikan sebenarnya. Untuk SpaceX, yang telah swasta selama 24 tahun, struktur "boneka bersarang" ini bisa mencapai lima lapisan. Pasar sekunder swasta sendiri telah meledak, didorong oleh FOMO (takut ketinggalan) atas perusahaan AI dan teknologi bernilai tinggi seperti SpaceX, OpenAI, dan Anthropic. Namun, perusahaan-perusahaan ini kini semakin ketat membatasi perdagangan saham non-resmi untuk menghindari masalah seperti melampaui batas 2000 pemegang saham (yang memicu kewajiban pelaporan publik) dan menjaga kerahasiaan informasi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar. Banyak investor membeli "kotak misteri" yang isinya (saham asli atau tidak) baru akan jelas ketika SpaceX membuka buku pemegang sahamnya saat上市 pada 12 Juni. Selama ketimpangan antara minat investasi yang besar dan akses yang terbatas ke saham perusahaan unggulan tetap ada, pasar sekunder swasta akan terus menjadi arena berisiko yang penuh ketidakjelasan.

marsbit05/20 10:15

Mereka yang Serbu Pasar Sekunder Private SpaceX, Bingung di Tengah Gelombang Penciptaan Kekayaan Terhebat Sejarah

marsbit05/20 10:15

活动图片