Pada 2026, Kerugian dari Serangan Wrench Melebihi $30 Juta
Sejak awal tahun 2026, kerugian pemegang mata uang kripto akibat serangan fisik (wrench attacks) telah melampaui $30 juta. Laporan Chainalysis mencatat Prancis sebagai negara dengan insiden terbanyak. Pada tahun 2025, nilai dana yang dicuri mencapai rekor $58 juta, dan tren 2026 berpotensi menjadi yang terburuk.
Analisis yang lebih luas, termasuk upaya pemerasan dan dana yang berhasil dibekukan, menunjukkan estimasi kerugian yang lebih tinggi: $316 juta (2024), $180 juta (2025), dan $107 juta hingga pertengahan 2026. Angka-angka ini diyakini masih di bawah kenyataan karena hanya mencakup kasus yang dilaporkan.
Hingga Juni 2026, terdapat 46 insiden kekerasan terkait kripto secara global. Namun, tingkat keberhasilan serangan turun menjadi 26% (dibandingkan 49% pada 2025), diduga karena pola serangan yang kini lebih kacau dan kurang selektif. Komposisi serangan juga bergeser: perampokan rumah meningkat menjadi 37%, sementara penculikan mencapai 52%.
Prancis menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah insiden, didorong oleh kebocoran data besar-besaran pada 2024 yang mengekspos informasi pribadi pemegang aset kripto kaya. Selain itu, terjadi peningkatan serangan terhadap kerabat dan kenalan target, yang mencapai 25-30% dari semua insiden pada awal 2026 (dibandingkan hampir nol di 2021). Di Prancis, proporsi ini bahkan melebihi 40%.
Analisis on-chain menunjukkan berbagai tingkat kecanggihan pelaku, mulai dari yang langsung menarik dana ke bursa terpusat hingga yang menggunakan DEX, jembatan blockchain, dan layanan pencucian uang. Beberapa kasus kompleks menunjukkan keterkaitan dengan jaringan kriminal yang lebih luas.
cryptonews.ru08/07 09:09