Setelah Debut SpaceX: Kapitalisasi Pasar Rp 32,6 Kuadriliun, Masih Layak Dikejar?
Setelah debut bersejarah SpaceX (SPCX) di Nasdaq dengan valuasi mencapai US$2,1 triliun, artikel ini menganalisis prospek investasi perusahaan tersebut. Meski IPO-nya sukses dan mendapat sambutan antusias, terutama dari investor ritel yang mendapat alokasi 20-30% saham, performa saham di hari pertama dianggap belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pasar tertinggi.
Analisis mengungkap tantangan utama: valuasi yang sangat besar tidak didukung oleh profitabilitas saat ini. SpaceX masih mencatatkan kerugian, dengan satu-satunya bisnis yang menguntungkan adalah Starlink. Bisnis inti peluncuran roket justru merugi, didorong oleh investasi besar dalam pengembangan Starship. Selain itu, rencana ambisius untuk membangun pusat komputasi luar angkasa (space-based computing) dinilai masih sangat spekulatif.
Artikel menyoroti beberapa momentum kunci ke depan: kemungkinan masuknya SPCX ke dalam indeks Nasdaq 100 dalam 15 hari perdagangan, yang bisa mendatangkan aliran dana pasif besar-besaran; serta rilis laporan keuangan Q2 2026 pada Agustus, yang akan menjadi ujian pertama dan berpotensi dibarengi dengan pencairan (unlock) sebagian saham karyawan. Kesimpulannya, pasar tampaknya percaya pada narasi jangka panjang SpaceX tetapi tetap menjaga kewaspadaan terhadap harga dan fundamentalnya yang masih penuh tantangan.
Odaily星球日报06/13 09:00