Mata-mata di Balik Kaca, Penyergapan Tepat Waktu? Dua Raksasa Pasar Prediksi Terlibat Perang Dagang Mata-mata
Polymarket, platform pasar prediksi, sedang menyelidiki dugaan praktik spionase bisnis oleh pesaing utamanya, Kalshi. Polymarket menuduh Kalshi mencuri informasi bisnis dan meniru produk mereka secara tidak sah.
Polymarket, yang dipimpin CEO Shayne Coplan (27), telah menyusun "arsip peniruan" yang mendokumentasikan lebih dari sepuluh insiden di mana peluncuran produk dan desain Kalshi sangat mirip dan waktunya kebetulan dengan Polymarket. Matthew Modabber, kepala pasar Polymarket, menyebut kebetulan itu terlalu banyak dan mencurigakan.
Kecurigaan internal Polymarket mencakup dua kemungkinan: adanya "mata-mata" di dalam perusahaan, atau pengawasan fisik. Beberapa karyawan melaporkan kekhawatiran bahwa Paradigm, investor Kalshi, yang kantornya berseberangan jalan di Manhattan, mungkin mengawasi kantor Polymarket, bahkan mungkin melihat layar komputer karyawan. Polymarket telah memasang film gelap pada jendela kantornya sebagai tanggapan.
Titik puncaknya adalah pada Februari tahun ini ketika Kalshi tiba-tiba meluncurkan acara pemasaran "bahan makanan gratis" serupa di New York, hanya sembilan hari sebelum Polymarket membuka acara serupa yang telah direncanakan lama. Polymarket menuduh ini sebagai upaya "membajak" acara mereka.
Insiden lain terjadi pada April, ketika media *The Information* mengungkap rencana Kalshi untuk meluncurkan produk kontrak berjangka perpetual, tepat satu jam sebelum Polymarket merilis produk serupa. Polymarket menduga informasi mereka bocor.
Kalshi membantah semua tuduhan melalui juru bicaranya, Jack Such. Mereka menyatakan semua produk dan kampanye mereka dikembangkan secara independen, dan menyebut tuduhan Polymarket "tidak berdasar" dan "hampir delusional". Paradigm juga menolak tuduhan pengawasan, menyebutnya "menggelikan".
Persaingan antara kedua platform ini semakin memanas di tengah pengawasan regulator yang ketat dan minat investor yang besar. Menurut PitchBook, Polymarket telah mengumpulkan sekitar $2 miliar dengan valuasi target $15 miliar, sementara Kalshi telah mengumpulkan $2.6 miliar dengan valuasi $22 miliar.
foresightnews_api5j yang lalu