# Artikel Terkait Infrastruktur

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Infrastruktur", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Analisis a16z Crypto: Empat Kemampuan Kunci Blockchain untuk Menjadi Infrastruktur Keuangan

Artikel dari a16z Crypto membahas empat kemampuan kunci yang diperlukan blockchain untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang. Meskipun kapasitas transaksi (throughput) telah meningkat pesat (100 kali dalam 5 tahun), ini baru langkah awal. Keempat kemampuan inti tersebut adalah: 1. **Prediktabilitas:** Menjamin transaksi dimasukkan ke dalam blok tepat waktu dan diurutkan berdasarkan aturan yang jelas. Ketidakpastian, bahkan dalam milidetik, dapat merusak kepercayaan di pasar keuangan. 2. **Ketahanan (Resilience):** Memastikan peserta dapat mengirimkan transaksi secara andal tanpa bergantung pada satu titik atau operator tunggal yang dapat memblokir atau memprioritaskan transaksi secara sewenang-wenang. Konsep "Strong Chain Quality" diusulkan untuk menciptakan banyak jalur masuk ke dalam blok. 3. **Pengurutan (Ordering):** Menetapkan aturan yang transparan dan adil untuk mengurutkan transaksi (seperti "price-time priority") guna mencegah eksploitasi informasi asimetris dan praktik seperti MEV (Maximal Extractable Value). 4. **Privasi:** Melindungi niat dan detail transaksi *sebelum* dieksekusi (misalnya, menggunakan enkripsi) untuk mencegah front-running, sambil tetap mempertahankan transparansi dan kemampuan audit *setelah* eksekusi. Kesimpulannya, *throughput* yang tinggi hanya membuat keuangan on-chain menjadi mungkin. Namun, untuk benar-benar dapat diandalkan di pasar keuangan dunia nyata yang sensitif terhadap waktu dan bertekanan tinggi, blockchain harus menjamin keempat aspek ini: prediktabilitas, ketahanan, aturan pengurutan yang adil, dan privasi eksekusi.

marsbit8j yang lalu

Analisis a16z Crypto: Empat Kemampuan Kunci Blockchain untuk Menjadi Infrastruktur Keuangan

marsbit8j yang lalu

Korea Umumkan Jadwal Tokenisasi Sekuritas: Aset Pertama yang Ditokenisasi Adalah Obligasi, Reksa Dana, dan Saham Tidak Terdaftar

Komisi Layanan Keuangan Korea (FSC) telah mengumumkan peta jalan bertahap untuk tokenisasi sekuritas. Berdasarkan amendemen UU Pasar Modal dan UU Sekuritas Elektronik yang berlaku Februari 2027, Korea akan menjadi ekonomi utama pertama dengan kerangka hukum khusus untuk sekuritas token. Peta jalan ini menetapkan sekuritas token sebagai bentuk penerbitan ketiga yang setara dengan sekuritas kertas dan elektronik, tunduk pada peraturan sekuritas yang ada. **Tahap pertama** (2027) akan fokus pada aset privat untuk investor institusi, seperti reksa dana pasar uang privat, obligasi korporasi privat, dan ekuitas non-publik. Platform OTC memerlukan izin dan ada batas investasi untuk investor ritel. **Tahap kedua** akan memperluas tokenisasi ke sekuritas yang diterbitkan publik, tetapi jadwalnya bergantung pada stabilitas sistem tahap pertama, kematangan teknologi, dan kemajuan legislasi stablecoin. **Tahap ketiga** bertujuan membangun infrastruktur penyelesaian transaksi *on-chain* menggunakan stablecoin sebagai alat pembayaran. Kebijakan Korea ini dibandingkan dengan pendekatan Robinhood di AS yang lebih cepat namun memicu kontroversi hukum. Korea memilih pendekatan bertahap dengan infrastruktur dan kepastian hukum terlebih dahulu, meski berpotensi lebih lambat. Perkembangan ini mencerminkan dua kutub dalam lomba global tokenisasi aset: kecepatan versus stabilitas regulasi.

marsbit18j yang lalu

Korea Umumkan Jadwal Tokenisasi Sekuritas: Aset Pertama yang Ditokenisasi Adalah Obligasi, Reksa Dana, dan Saham Tidak Terdaftar

marsbit18j yang lalu

Setengah Persen PDB yang Akan Mengubah Dunia: Herman Gref tentang Humanoid di Kasir

Ketua Sberbank, Herman Gref, dalam wawancara dengan "Vesti" memperkirakan kontribusi AI terhadap PDB global kurang dari 1% hingga 2030, dengan akselerasi efek menjadi sekitar 0,5 poin persentase per tahun setelahnya. Ia menyebut AI sebagai teknologi dengan dampak paling dramatis pada ekonomi dan gaya hidup. Namun, ia juga memberikan pernyataan yang lebih tajam tentang pertumbuhan "eksplosif" dan perubahan menyeluruh dalam 3-4 tahun ke depan, menekankan perlunya persiapan sumber daya manusia. Estimasi kuantitatif Gref selaras dengan skenario konsensus dari lembaga seperti IMF, Goldman Sachs, dan Bank of Canada, yang memproyeksikan tambahan pertumbuhan PDB tahunan akibat AI antara 0,1 hingga 0,8 poin persentase. Namun, klaimnya mengenai perubahan "eksplosif" dalam waktu singkat dianggap lebih sebagai retorika publik daripada proyeksi kuantitatif yang matang, karena institusi-institusi tersebut menggambarkan adopsi AI sebagai proses bertahap dan membutuhkan investasi infrastruktur besar di awal. Pernyataan Gref didukung oleh komitmen konkret Sberbank. Sejak Oktober 2025, ia telah berbicara tentang "AI fisik" yang akan menggantikan pekerjaan terampil rendah. Pada Juni 2026, diumumkan bahwa Sberbank akan meluncurkan lini robot humanoid "Green" pada musim gugur 2026, dengan 41 derajat kebebasan gerak, untuk digunakan di ritel, katering, dan manufaktur. Langkah ini sejalan dengan tren global, seperti pengumuman robot humanoid oleh CEO OpenAI, Sam Altman, pada September 2026. Jadi, meski angka-angka yang disebutkan Gref mencerminkan konsensus ekonomi makro, pernyataan yang lebih berani tentang perubahan cepat kemungkinan didorong oleh strategi korporat Sberbank yang sedang mengembangkan produk robotika fisiknya sendiri. Analisis tambahan menggarisbawahi tantangan yang tidak disebutkan: rencana ambisius ini mungkin terbentur pada ketersediaan infrastruktur komputasi dan chip yang memadai di Rusia untuk bersaing dengan pemain global.

cryptonews.ru22j yang lalu

Setengah Persen PDB yang Akan Mengubah Dunia: Herman Gref tentang Humanoid di Kasir

cryptonews.ru22j yang lalu

Setengah Persen PDB yang Akan Mengubah Dunia: Herman Gref tentang Humanoid di Kasir

Kepala Sberbank Herman Gref, dalam sebuah wawancara, memperkirakan kontribusi AI terhadap PDB global kurang dari 1% hingga 2030, dengan akselerasi efek menjadi sekitar 0,5 poin persentase per tahun setelahnya. Dia menggambarkan AI sebagai teknologi yang berdampak dramatis, bahkan memprediksi "pertumbuhan eksplosif dan perubahan segalanya" dalam tiga hingga empat tahun ke depan, sehingga menekankan perlunya mempersiapkan masyarakat. Perkiraan kuantitatif Gref selaras dengan konsensus lembaga internasional seperti IMF, Goldman Sachs, dan Bank of Canada, yang umumnya memperkirakan tambahan pertumbuhan tahunan antara 0,1 hingga 0,8 poin persentase. Namun, terdapat ketidaksesuaian antara angka-angka moderat ini dan retorika "perubahan eksplosif" dalam waktu dekat. Analisis dari lembaga-lembaga tersebut menunjukkan bahwa dampak AI bersifat non-linear: investasi besar di infrastruktur (data center, chip) akan mendahului peningkatan produktivitas massal, sehingga dampak nyata terhadap PDB akan terwujud secara bertahap, bukan secara eksplosif dalam 3-4 tahun. Posisi Gref ternyata konsisten dan didukung oleh rencana konkret. Sejak akhir 2025, dia berulang kali menyebutkan "AI fisik" dan robot humanoid. Pada Juni 2026, dia mengumumkan bahwa Sberbank akan meluncurkan lini robot humanoid "Green" pada musim gugur 2026, untuk digunakan di ritel, katering, dan manufaktur. Pengembangan ini sejalan dengan tren global, seperti yang diumumkan oleh OpenAI dan Anthropic. Jadi, pernyataan Gref merefleksikan dua hal: konsensus makroekonomi tentang dampak AI jangka menengah-panjang, dan ambisi strategis Sberbank sendiri untuk menjadi pemain utama dalam "AI fisik", sebagian didorong oleh tantangan demografi dan ketenagakerjaan di Rusia. Retorika yang lebih berani daripada angka-angka yang dikutip kemungkinan mencerminkan positioning produk bank tersebut. Sebuah analisis tambahan menggarisbawahi tantangan potensial yang tidak dibahas: rencana ambisius ini bergantung pada model seperti GigaChat dan Green-VLA, yang membutuhkan daya komputasi dan energi yang sangat besar. Dengan kapasitas data center Rusia yang diperkirakan jauh lebih kecil daripada pesaing global seperti xAI, kelangkaan chip dan daya komputasi dapat menjadi hambatan nyata bagi realisasi "pertumbuhan eksplosif" dalam kerangka waktu yang diusulkan.

cryptonews.ru23j yang lalu

Setengah Persen PDB yang Akan Mengubah Dunia: Herman Gref tentang Humanoid di Kasir

cryptonews.ru23j yang lalu

Skandal Besar, Model Bahasa 'Murni' Raksasa dari Timur Tengah Ternyata Berdasar MiniMax?

Heboh! Model AI Saudi 'Murni', Ternyata Pakai Dasar dari China? Model AI Saudi, HUMAIN M3, yang diklaim sebagai model nasional 'berdarah 100% Saudi' dan diluncurkan dengan dana dari Dana Investasi Publik (PIF) di bawah pimpinan Putra Mahkota, ternyata menggunakan model dasar dari perusahaan AI China, MiniMax M3. Kolaborasi ini bukan sekadar 'pembungkus'. HUMAIN mengambil model dasar MiniMax M3 yang kuat, lalu melatihnya lebih lanjut dengan lebih dari 1 triliun token data bahasa Arab murni. Hasilnya, HUMAIN M3 unggul dalam banyak tolok ukur bahasa Arab, mengungguli model raksasa seperti GPT dan Claude dalam tugas berbahasa Arab. Ini menciptakan model yang benar-benar memahami bahasa, budaya, dan konteks Arab. Kemitraan ini menandai pergeseran signifikan. Daripada hanya menjual aplikasi atau API, model AI China kini mulai menjadi *infrastruktur dasar* atau 'inti' untuk sistem AI negara lain. Mirip dengan cara Huawei membangun infrastruktur telekomunikasi di banyak negara, MiniMax membantu membangun fondasi AI untuk Arab Saudi. Bagi Arab Saudi dan banyak negara non-Inggris lainnya, memiliki 'Model AI Berdaulat' adalah kebutuhan mendesak. Hal ini memastikan data sensitif nasional tetap berada di server lokal dan sistem selaras dengan nilai-nilai budaya setempat, menghindari ketergantungan pada model tertutup dari AS yang berisiko terhadap sanksi atau pembatasan. Model sumber terbuka China, dengan kinerja canggih dan filosofi terbuka, menawarkan solusi ideal. Arab Saudi memiliki visi besar (Visi 2030), dana, data, dan daya komputasi. China menyediakan model dasar terkemuka, keahlian teknik, dan semangat kolaborasi terbuka. Kerja sama ini adalah pertemuan dua peradaban kuno di era AI. Model China menjadi fondasi, memungkinkan negara-negara seperti Arab Saudi membangun ekosistem AI canggih mereka sendiri dalam bahasa mereka. AI sumber terbuka China tidak lagi hanya mengejar, tetapi mulai menjadi 'pembuat kapal' yang menyediakan fondasi teknologi bagi dunia.

marsbitKemarin 13:15

Skandal Besar, Model Bahasa 'Murni' Raksasa dari Timur Tengah Ternyata Berdasar MiniMax?

marsbitKemarin 13:15

Korea Selatan Umumkan Rencana untuk Tokenisasi Saham, Obligasi, dan Dana

Korea Selatan mengumumkan rencana untuk memperluas cakupan sekuritas yang ditokenisasi melampaui produk investasi fraksional. Regulator, Komisi Jasa Keuangan (FSC), berencana membangun infrastruktur yang pada akhirnya dapat mendukung tokenisasi saham, obligasi, reksa dana, dan sekuritas tradisional lainnya. Pasar sekuritas tokenisasi ditargetkan diluncurkan pada Februari 2027, seiring berlakunya Undang-Undang Sekuritas Tokenisasi yang baru. Rencana ini akan dilaksanakan secara bertahap. Fase pertama akan mencakup tokenisasi dana pasar uang dan obligasi korporasi yang ditempatkan secara privat untuk investor institusi, saham tidak terdaftar melalui struktur trust, serta sekuritas investasi fraksional yang ditawarkan publik. Infrastruktur baru ini akan terhubung dengan sistem sekuritas tokenisasi di Lembaga Penyimpanan Efek Korea. Fase kedua dan ketiga akan memperluas tokenisasi ke sekuritas yang ditawarkan publik dan memperkenalkan penyelesaian transaksi on-chain dengan menghubungkannya ke instrumen pembayaran seperti stablecoin, tergantung perkembangan teknologi dan regulasi. Perusahaan yang telah memegang lisensi investasi keuangan yang diperlukan tidak memerlukan lisensi terpisah khusus untuk menangani sekuritas tokenisasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya regulator Korea Selatan untuk mengintegrasikan sekuritas berbasis blockchain ke dalam kerangka pasar modal yang ada.

TheNewsCryptoKemarin 11:49

Korea Selatan Umumkan Rencana untuk Tokenisasi Saham, Obligasi, dan Dana

TheNewsCryptoKemarin 11:49

Regulator Korea Selatan Perkenalkan Peta Jalan untuk Tokenisasi Sekuritas

Otoritas Korea Selatan, Financial Services Commission (FSC), telah meluncurkan peta jalan tiga tahap untuk membangun infrastruktur sekuritas tokenisasi, mencakup aset seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Mulai 4 Februari 2027, sekuritas tokenisasi akan diakui secara hukum sebagai bentuk digital dari sekuritas setelah amendemen Undang-Undang Pendaftaran Elektronik Saham dan Obligasi berlaku. Tahap pertama akan memberi pengakuan hukum pada sekuritas tokenisasi, termasuk reksa dana pasar uang institusional, obligasi, saham perusahaan non-publik, dan sekuritas untuk investasi fraksional. Tahap kedua akan memperluas tokenisasi ke semua sekuritas yang ditawarkan publik, sedangkan tahap ketiga akan mencakup pembayaran on-chain yang terhubung dengan stablecoin. Peta jalan ini merupakan bagian dari implementasi amendemen Undang-Undang Pasar Modal dan Undang-Undang Sekuritas Elektronik—kerangka regulasi pertama negara itu untuk sekuritas tokenisasi, yang dijadwalkan berlaku penuh pada 4 Februari. FSC berencana mengusulkan amendemen pada peraturan pelaksanaannya sebelum akhir September dan menetapkan jadwal untuk tahap kedua dan ketiga. Sebelum implementasi, FSC akan bekerja dengan Korea Securities Depository (KSD) untuk membangun infrastruktur tokenisasi yang diperlukan. Ini adalah langkah menuju kerangka regulasi untuk aset tokenisasi di Korea Selatan, setelah FSC menyatakan pada Mei bahwa mereka akan merilis aturan rinci untuk sekuritas tokenisasi pada 2027. Selain itu, pada April, Kementerian Ekonomi dan Keuangan mengumumkan proyek percontohan menggunakan deposito tokenisasi untuk pengeluaran operasional pemerintah, dengan peluncuran penuh dijadwalkan pada kuartal keempat 2026.

cryptonews.ruKemarin 11:22

Regulator Korea Selatan Perkenalkan Peta Jalan untuk Tokenisasi Sekuritas

cryptonews.ruKemarin 11:22

Jalan Kepatuhan Hyperliquid di Amerika Serikat: Dari Tanpa Izin ke Sistem Berizin HIP-3

**Hyperliquid dan Jalan Kepatuhan AS: Dari Tanpa Izin ke Sistem Berizin HIP-3** Hyperliquid, infrastruktur pasar terdesentralisasi untuk perdagangan futures dan spot, saat ini memblokir akses pengguna AS. Hal ini karena model *permissionless* (tanpa izin) intinya bertentangan dengan hukum struktur pasar AS yang mewajibkan perdagangan berjangka hanya pada platform, lembaga kliring, dan pialang yang terdaftar. Untuk mengatasi hal ini, Hyperliquid Policy Center (HPC) mendorong pembaruan regulasi oleh CFTC dan SEC. Inti usulannya adalah agar lembaga yang sudah mematuhi aturan (seperti pialang atau platform terdaftar) diizinkan membangun dan menawarkan produk di atas infrastruktur inti Hyperliquid (HyperCore), asalkan mereka menjalankan kewajiban kepatuhan seperti KYC. Solusi teknisnya muncul dalam bentuk **HIP-3**, sebuah protokol yang memungkinkan pembuatan *decentralized exchange* (DEX) di Hyperliquid. Versi baru HIP-3 dengan izin (*permissioned*) memungkinkan entitas terdaftar membuat pasar hanya untuk pengguna yang telah melalui KYC dan masuk daftar putih (*whitelist*). Pasar ini akan memiliki buku pesanan terpisah tetapi dapat berbagi likuiditas dengan pasar utama Hyperliquid karena berjalan di lapisan yang sama. Dengan alat ini, broker atau institusi AS dapat menawarkan akses yang mematuhi hukum ke produk Hyperliquid, sementara protokol intinya tetap netral dan *permissionless* untuk pasar global. Langkah-langkah lobi dan pengembangan teknis ini menandakan jalur yang memungkinkan bagi Hyperliquid untuk beroperasi di AS tanpa mengorbankan desain desentralisasinya.

marsbitKemarin 09:38

Jalan Kepatuhan Hyperliquid di Amerika Serikat: Dari Tanpa Izin ke Sistem Berizin HIP-3

marsbitKemarin 09:38

「Meluncurkan Blockchain」 Kembali Populer, Tapi Kali Ini Jelas Berbeda

Dalam beberapa tahun terakhir, pola standar industri blockchain adalah membangun chain baru terlebih dahulu, lalu menarik pengembang dan pengguna. Namun, pendekatan ini sering menghadapi tantangan karena kurangnya pengguna dan pendapatan yang nyata. Kini, muncul tren baru yang berbeda. Perusahaan seperti Robinhood dan Circle mengambil pendekatan sebaliknya. Mereka memiliki basis pengguna yang besar, sistem transaksi matang, dan aliran aset yang sudah ada. Bagi mereka, chain bukanlah titik awal, melainkan infrastruktur pendukung yang dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis yang sudah berjalan. Robinhood, dengan pengguna investasi dan skenario perdagangannya, meluncurkan RH Chain. Sementara Circle, dengan jaringan stablecoin dan pembayarannya, mengembangkan Arc untuk fokus pada pasar keuangan. Keduanya tidak sekadar membuat chain umum baru, tetapi menyesuaikan infrastruktur blockchain dengan kebutuhan spesifik bisnis riil mereka. Perkembangan ini menggeser diskusi dari sekadar parameter teknis (seperti TPS dan biaya gas) ke pertimbangan yang lebih konkret: kecepatan, privasi, izin, dan keamanan yang sesuai dengan operasi keuangan. Masa depan mungkin tidak didominasi oleh beberapa chain super besar, atau setiap proyek membuat chain sendiri. Akan lebih mungkin muncul jaringan yang dikhususkan untuk bisnis tertentu oleh perusahaan yang telah memiliki pengguna dan aset skala besar, sementara jaringan terbuka tetap berperan sebagai pusat likuiditas. Pada akhirnya, blockchain mungkin akan semakin tersembunyi di latar belakang, menjadi bagian dari infrastruktur yang tidak perlu terus-menerus diperhatikan oleh pengguna akhir.

marsbitKemarin 09:32

「Meluncurkan Blockchain」 Kembali Populer, Tapi Kali Ini Jelas Berbeda

marsbitKemarin 09:32

活动图片