# Artikel Terkait Bisnis Ilegal

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Bisnis Ilegal", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Pedagang OTC Secara Bertahap Terjerumus ke dalam Jebakan "Tindak Pidana Operasi Ilegal"

Penjual OTC (over-the-counter) yang melakukan perdagangan USDT untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga dapat terjerat dalam tuduhan pidana seperti "tindak pidana operasi ilegal" atau "penyembunyian hasil kejahatan" jika mereka menerima dana yang berasal dari aktivitas pertukaran valuta asing ilegal (money changer ilegal). Artikel ini, berdasarkan kasus nyata yang ditangani oleh Pengacara Shao Shiwei, membahas bagaimana pedagang mata uang kripto dapat terlibat dalam masalah hukum tanpa disadari. Meskipun perdagangan virtual asset itu sendiri tidak dilarang, risiko utama terletak pada sumber dana dan peran dalam rantai transaksi. Penting untuk membedakan antara: 1. Perdagangan yang sah untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga pasar, dan 2. Kegiatan yang secara tidak langsung membantu pertukaran valuta asing ilegal. Penegak hukum cenderung menyelidiki sejauh mana pengetahuan subjektif ("mengetahui" atau "seharusnya mengetahui") pelaku tentang sumber dana ilegal, frekuensi transaksi, keuntungan tidak normal, dan pola perilaku yang mencurigakan. Kasus dari Kejaksaan Tertinggi Tiongkok menunjukkan bahwa tidak semua pihak yang menyediakan akun untuk menerima dana secara otomatis dianggap bersalah. Putusan didasarkan pada tingkat partisipasi, keuntungan, dan pengetahuan yang terbukti. Kesimpulannya, setiap kasus harus dinilai secara individual berdasarkan bukti dan konteksnya. Klaim "tidak tahu" saja tidak cukup, terutama untuk transaksi besar dan frekuensi tinggi.

marsbit03/05 14:36

Bagaimana Pedagang OTC Secara Bertahap Terjerumus ke dalam Jebakan "Tindak Pidana Operasi Ilegal"

marsbit03/05 14:36

Bisnis "Tidak Normal" Pedagang U? Poin Pembelaan dan Batasan Penetapan Tiga Dakwaan

Pembelian dan penjualan USDT (Tether) sebagai pedagang OTC sering kali dituduh melakukan tindak pidana seperti operasi ilegal, pencucian uang, atau membantu kejahatan siber. Namun, artikel ini menyoroti bahwa perdagangan virtual currency itu sendiri tidak dilarang di Tiongkok, dan banyak platform seperti Binance dan OKX memiliki merchant yang sah. Fokus penegakan hukum sebenarnya adalah pada tiga hal: menerima dana penipuan, membantu pencucian uang, atau membantu perdagangan valuta asing ilegal. Artikel ini membahas mengapa pedagang USDT yang hanya mencari keuntungan dari selisih harga tidak seharusnya dikenai tiga tuduhan pidana utama: 1. **Tidak构成非法经营罪 (Bukan Operasi Ilegal)**: Untuk dianggap melakukan operasi ilegal (seperti perdagangan valas ilegal), harus ada bukti bahwa pedagang secara sadar membantu pelaku utama dalam pertukaran valuta asing ilegal. Jika hanya melakukan jual beli USDT dengan RMB, tanpa terlibat dalam proses pertukaran valuta asing, tidak memenuhi unsur pidana. 2. **Tidak构成掩饰、隐瞒犯罪所得罪 (Bukan Pencucian Uang)**: Dana yang diterima pedagang USDT biasanya adalah modal transaksi, bukan hasil kejahatan. Pencucian uang mensyaratkan adanya upaya menyembunyikan atau mengubah asal-usul dana haram, yang tidak terjadi dalam transaksi jual beli biasa. 3. **Tidak构成帮助信息网络犯罪活动罪 (Bukan Bantuan Kejahatan Siber)**: Tuduhan ini hanya berlaku jika kejahatan utamanya adalah kejahatan siber. Dalam banyak kasus perdagangan valas ilegal, jaringan informasi hanya digunakan untuk komunikasi, bukan untuk inti kejahatan, sehingga tidak memenuhi syarat untuk tuduhan ini. Kesimpulannya, penegakan hukum harus berhati-hati dan tidak boleh hanya berasumsi bersalah berdasarkan pola transaksi yang tidak biasa. Bukti yang solid dan pemahaman yang tepat terhadap unsur-unsur pidana diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam penuntutan.

marsbit02/23 01:58

Bisnis "Tidak Normal" Pedagang U? Poin Pembelaan dan Batasan Penetapan Tiga Dakwaan

marsbit02/23 01:58

活动图片