Bagaimana Aset Dunia Palsu dan Gacha Onchain Menjadi Tren Terbaru di Dunia Crypto
Baru-baru ini, fenomena Fake World Assets (FWA) menjadi sorotan di Crypto Twitter sebagai tren gacha onchain terbaru. Pengguna membayar untuk memutar mesin "gacha" dan berkesempatan memenangkan NFT acak yang didukung oleh Ethereum, dari koleksi terkenal seperti CryptoPunks hingga Azuki.
Dalam empat hari peluncuran, FWA sempat menjadi konsumen gas terbesar di Ethereum, menghasilkan sekitar $1,53 juta dalam biaya harian. Total nilai terkunci (TVL) terus naik, mencapai lebih dari $6,15 juta pada 31 Juli. Meski aktivitasnya didorong sebagian oleh insentif token, minat terhadap mekanik seperti permainan ini tampak nyata.
Namun, ada skeptisisme. Beberapa, seperti Simon Dedic dari Moonrock Capital, berpendapat aktivitas saat ini lebih didorong insentif spekulatif daripada permintaan genuin. Mekanisme gacha sendiri menarik karena menggabungkan koleksi, crypto, dan unsur perjudian, mirip dengan daya tarik lotere.
Protokol FWA melibatkan dua pihak: penyedia likuiditas (LP) yang menyetor NFT dan ETH untuk mendapatkan bagi hasil biaya, dan pemain yang berharap memenangkan NFT bernilai tinggi. Masa depan tren ini akan diuji saat kebaruan dan insentif berkurang, menentukan apakah gacha onchain memiliki kegunaan jangka panjang atau hanya menjadi eksperimen crypto sementara lainnya.
cointelegraph19j yang lalu