IBM Menguap 400 Miliar, Block PHK Setengah Karyawan dan Saham Malah Naik: Di Era AI, Aset Apa yang Layak Dijadikan Token?
Pada 23 Februari 2026, saham IBM anjlok 13,2%, kehilangan nilai pasar $40 miliar, didorong oleh pengumuman alat AI Claude Code dari Anthropic yang dapat memodernisasi kode COBOL—bahasa pemrograman yang menjadi tulang punggung bisnis IBM. Sebaliknya, Block, perusahaan fintech pimpinan Jack Dorsey, justru naik 24% meski mem-PHK 50% karyawan, karena efisiensi berbasis AI.
Kedua peristiwa ini menunjukkan bagaimana AI sedang mendefinisi ulang nilai aset. Aset yang bergantung pada modal manusia intensif (seperti pemeliharaan sistem warisan) terancam, sementara aset data, algoritma, dan model AI semakin berharga. Aset fisik yang langka atau infrastruktur inti juga tetap stabil.
Artikel ini memperkenalkan kerangka "kekebalan AI" untuk mengevaluasi aset: aset yang tidak dapat sepenuhnya dikodekan oleh AI, memiliki parit data yang unik, dan dapat ditingkatkan oleh AI (bukan digantikan) akan lebih bernilai. Dalam konteks tokenisasi aset dunia nyata (RWA), aset yang layak adalah aset fisik yang stabil, aset data yang dapat diprogram, dan aset hybrid yang menggabungkan kontrol fisik dengan kepemilikan digital.
Untuk perusahaan, penting untuk segera menguji portofolio aset terhadap kerangka ini, mengelola aset secara dinamis, dan mempertimbangkan kembali strategi RWA dengan fokus pada aset yang tahan AI.
marsbit03/19 01:30