# Artikel Terkait Tingkat Biaya

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tingkat Biaya", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Hyperliquid di Persimpangan: Mengikuti Robinhood atau Melanjutkan Paradigma Ekonomi Nasdaq?

Hyperliquid, platform perdagangan derivatif terdesentralisasi, telah mencapai volume perdagangan besar setara Nasdaq namun dengan pendapatan yang lebih rendah. Dalam 30 hari terakhir, platform ini mencatat volume perdagangan kontrak perpetual senilai $205,6 miliar, tetapi hanya menghasilkan pendapatan fee sebesar $80,3 juta (sekitar 3,9 basis points). Ini mencerminkan model ekonomi "lapisan pasar" yang berbeda dengan platform ritel seperti Coinbase dan Robinhood yang beroperasi di "lapisan broker" dengan pendapatan lebih beragam (seperti bunga, layanan langganan, dan pembayaran untuk alur pesanan). Hyperliquid mengadopsi pendekatan mirip Nasdaq dengan fokus pada eksekusi perdagangan yang kompetitif dan berbiaya rendah, sementara memungkinkan pihak ketiga (melalui Builder Codes dan HIP-3) untuk berperan sebagai distributor dan pencipta produk. Namun, strategi ini berisiko membuat Hyperliquid terjebak dalam "perangkap komoditisasi" dengan margin rendah jika pihak ketiga mengontrol distribusi dan perutean pesanan. Untuk mengatasi ini, Hyperliquid mulai memperkuat pertahanan distribusi melalui antarmuka resminya, memperkenalkan stablecoin USDH (dengan bagi hasil 50% untuk platform), dan menerapkan margin portofolio (dengan fee 10% dari bunga peminjam). Langkah-langkah ini bertujuan memperluas sumber pendapatan non-perdagangan dan bergerak menuju model ekonomi broker, meski tantangan tetap ada dalam menyeimbangkan desain terbuka dengan kendali distribusi.

marsbit12/18 13:12

Hyperliquid di Persimpangan: Mengikuti Robinhood atau Melanjutkan Paradigma Ekonomi Nasdaq?

marsbit12/18 13:12

活动图片