Pasar Berhati-hati Sebelum Data Non-Farm dan Kesepakatan AS-Iran Terselesaikan, Saham Chip Memimpin Penurunan Saham AS, Western Data Turun 13%, Minyak Menguat
Pasar saham AS ditutup melemah pada hari Kamis, dengan sentimen dibebani oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik dan inflasi. Laporan tentang draf perjanjian Iran yang lebih ketat terkait Selat Hormuz, ditambah dengan tindakan militer Iran di area tersebut, mendorong harga minyak mentah naik lebih dari 4%. Kenaikan harga minyak ini memicu kembali kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Indeks utama AS semua turun, dengan Dow Jones mengalami penurunan terbesar sebesar 0.85%. Sektor chip memori menjadi yang tertekan setelah panduan pendapatan dari Western Digital dan SanDisk mengecewakan, menyebabkan saham Western Digital anjlok lebih dari 13%. Saham individu lain seperti AppLovin dan Datadog juga turun tajam karena laporan pendapatan yang kurang dari perkiraan.
Di tengah tekanan makro, aktivitas pasar secara keseluruhan relatif tenang karena investor bersikap hati-hati menunggu laporan pekerjaan non-pertanian AS yang akan dirilis hari Jumat. Data ini dianggap kunci untuk mengukur arah kebijakan The Fed selanjutnya. Sementara itu, penerbitan obligasi korporat senilai $25 miliar oleh Google juga memberi tekanan tambahan pada pasar obligasi AS, mendorong imbal hasil Treasury naik.
Aset lain bergerak beragam: Dolar AS menguat didukung kenaikan imbal hasil obligasi, emas hampir tidak berubah, dan Bitcoin gagal menembus level $65,000. Di Eropa, indeks Stoxx 600 justru mencapai rekor tertinggi penutupan baru.
marsbit08/07 00:57