Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu
Pasar biasanya melihat setiap pelarian "lemah" sebagai sinyal bullish. Logikanya sederhana: selama fase bear, pemegang jangka pendek (STH) mulai menjual dengan kerugian, menambah pasokan segar ke pasar. Dengan turunnya Bitcoin dari sekitar $80k ke $59k, tidak mengherankan jika pemegang ini kini tertekan dan mengunci kerugian.
Data menunjukkan sekitar 50.000 BTC dikirim ke bursa dengan kerugian dalam 24 jam terakhir. Indeks Fear & Greed juga kembali ke wilayah 'ketakutan ekstrem'. Sinyal lain datang dari penambang: biaya produksi Bitcoin telah naik ke sekitar $78k, jauh di atas harga spot saat ini sekitar $60k, memberikan tekanan pada operasi penambangan. Semua faktor ini menunjukkan BTC mungkin sedang membentuk dasar.
Namun, satu bagian kritis masih hilang: permintaan. Meskipun ada sinyal kapitulasi, data on-chain menunjukkan saldo di bursa sentralisasi (CEX) justru meningkat, dengan cadangan bertambah bersih 85k BTC sejak awal 2026. Aliran institusional juga negatif, dengan ETF spot Bitcoin mengalami outflow bersih 71,6k BTC dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan pembeli belum menyerap kelebihan pasokan.
Kesimpulannya, meskipun sentimen lemah, tekanan penambang, dan kapitulasi STH menunjukkan dasar potensial, tidak akan ada guncangan pasokan (supply shock) yang berarti hingga saldo bursa mulai tren turun dan permintaan nyata muncul. Narasi pembentukan dasar Bitcoin terlihat prematur tanpa peningkatan permintaan ini.
ambcrypto06/29 09:04