Wawancara dengan 10 Pekerja di Dubai: Ada yang Diminta Tandatangani 'Surat Hidup-Mati'
Wawancara dengan 10 pekerja kripto di Dubai: Sebagian diminta tandatangani "surat hidup-mati" menyusul konflik Iran-AS. Sejak serangan balasan Iran pada 28 Februari 2026, Dubai menghadapi realitas baru dengan serangan rudal dan drone yang mengakibatkan kerusakan bandara, hotel, dan kepanikan warga. Pasar properti dan saham turun signifikan, bandara beroperasi terbatas, dan konferensi Token2049 ditunda.
Pekerja kripto terbagi dalam tiga kelompok: yang pulang ke negara asal (seperti Stella dan Rebecca yang khawatirkan keluarga), yang bertahan karena telah menetap lama, dan yang kembali ke Dubai dengan menandatangani surat pelepasan tanggung jawab perusahaan. Meski situasi tidak aman, banyak yang percaya Dubai tetap menjadi pusat kripto Timur Tengah yang tak tergantikan karena stabilitas, kebijakan pro-kripto, dan peran hub regional. Keyakinan pada pemerintah UAE dan rencana evakuasi China juga menjadi alasan sebagian memilih bertahan atau kembali.
Odaily星球日报04/02 06:26