# Artikel Terkait DeFi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "DeFi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dialog dengan CEO ViaBTC Yang Haipo: Apakah Esensi Blockchain Adalah Eksperimen Liberalisme?

Wawancara dengan CEO ViaBTC, Yang Haipo, membahas esensi blockchain sebagai eksperimen libertarian yang keras. Setelah melalui berbagai siklus pasar, industri kripto semakin kompleks: semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional melalui ETF, stablecoin, dan modal institusional, namun juga mengalami penurunan antusiasme terhadap narasi "mengubah segalanya". Yang Haipo menekankan bahwa blockchain bukan sekadar teknologi infrastruktur baru, tetapi sebuah eksperimen kebebasan yang menguji apakah individu dapat mengorganisir, mengatur, dan bertanggung jawab sendiri tanpa otoritas pusat. Bitcoin muncul dari krisis keuangan 2008 dan gerakan cypherpunk, yang bertujuan menciptakan sistem keuangan yang tidak bergantung pada kepercayaan terpusat. Eksperimen ini membuktikan manfaat kebebasan, seperti anti-sensor (contohnya WikiLeaks dan penggunaan stablecoin di Argentina atau Afghanistan), tetapi juga menunjukkan harga yang harus dibayar: penipuan seperti LUNA, Celsius, dan FTX yang mengakibatkan kerugian miliaran dolar. Meski bertujuan desentralisasi, industri ini justru melahirkan pusat-pusat kekuatan dan spekulasi baru. Narasi seperti ICO, DeFi, dan meme coin semakin spekulatif dan kurang substantif. Blockchain tidak akan menjadi infrastruktur universal karena kebanyakan orang lebih memilih kenyamanan sistem terpusat. Namun, keberadaannya tetap penting sebagai jaringan nilai yang tidak dapat ditutup sepenuhnya, memberikan alternatif bagi yang membutuhkan. Saran untuk partisipan: kebebasan sejati adalah memiliki pikiran yang tidak mudah terbawa emosi kelompok. Di industri penuh volatilitas dan penipuan, yang dapat diandalkan adalah kemampuan menilai dan memahami diri sendiri, bukan sekadar mengikuti narasi.

marsbit04/23 03:04

Dialog dengan CEO ViaBTC Yang Haipo: Apakah Esensi Blockchain Adalah Eksperimen Liberalisme?

marsbit04/23 03:04

RUU Kejelasan Mencapai Titik Kritis, Persimpangan Jalan Regulasi Kripto AS

Titik Kritis untuk RUU CLARITY: Amerika di Persimpangan Regulasi Kripto Pada musim semi 2026, regulasi aset kripto AS berada di titik balik sejarah. RUU *CLARITY Act* menghadapi tenggat kritis: jika tidak disetujui Komite Perbankan Senat sebelum akhir April, peluang penerapannya pada 2026 akan turun drastis dan mungkin tertunda hingga 4 tahun. RUU ini, bersama *GENIUS Act* yang mengatur stableket, akan membentuk masa depan industri. *GENIUS Act* telah menetapkan kerangka ketat untuk stableket, menuntut kepatuhan AML/CFT, cadangan 100%, dan pengawasan federal. Ini akan memicu konsolidasi pasar, menguntungkan penerbit besar dan patuh seperti USDC dan USAT (varian Tether yang patuh), sementara mempersulit pemain kecil. Inti perdebatan adalah soal imbal hasil (*yield*) stableket. Bankir tradisional memperingatkan risiko aliran dana besar-besaran, tetapi laporan penasihat ekonomi Gedung Putih menyatakan dampaknya pada pinjaman bank minimal, justru melindungi kepentingan konsumen. Kompromi politik yang dipelopori Senator Tillis dan Alsobrooks berusaha menemukan jalan tengah, dengan membedakan imbal hasil berbasis aktivitas dan pasif. Namun, isu seperti wewenang Federal Reserve, kepatuhan AML untuk DeFi, dan konflik kepentingan pejabat pemerintah masih menjadi hambatan. Jika *CLARITY Act* lolos, AS akan bersaing dengan kerangka regulasi Eropa (MiCA) dan menarik aliran modal institusional besar. Jika gagal, kepemimpinan regulasi global akan dipegang Eropa dan pusat kripto lain seperti Hong Kong dan Singapura. Kepatuhan (*compliance*) akan menjadi kompetensi inti dalam era baru aset kripto yang semakin terlembaga.

marsbit04/22 14:05

RUU Kejelasan Mencapai Titik Kritis, Persimpangan Jalan Regulasi Kripto AS

marsbit04/22 14:05

活动图片