# Artikel Terkait Kripto

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kripto", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dapatkah Pembelaan Keras Strategy Menghentikan MSCI Mengecualikan Perusahaan Aset Digital?

Strategi (Strategy) dengan tegas menentang proposal MSCI yang berencana mengecualikan perusahaan aset digital (DAT) dari indeks pasar global jika kepemilikan aset digitalnya mencapai ≥50% dari total aset. Dalam surat terbuka 12 halaman, Strategi menyatakan bahwa proposal ini "menyesatkan dan berpotensi merusak industri aset global." Strategi berargumen bahwa aset digital adalah teknologi fundamental yang merevolusi sistem keuangan, bukan sekadar instrumen investasi. Perusahaan DAT seperti Strategi adalah entitas operasional aktif dengan model bisnis berbasis "kredit digital," bukan sekadar dana investasi pasif. Mereka membandingkannya dengan perusahaan minyak atau real estate yang juga terkonsentrasi pada satu aset tanpa dihukum oleh indeks. Proposal MSCI dinilai diskriminatif, tidak praktis karena volatilitas harga aset digital, dan melanggar prinsip netralitas indeks. Strategi juga menekankan bahwa kebijakan ini bertentangan dengan strategi pro-aset digital pemerintah AS. Dampak potensial besar: Analis memperkirakan Strategi sendiri bisa kehilangan $2,8 miliar dana pasif, dengan total potensi outflow mencapai $8,8 miliar jika indeks lain mengikuti. Strategi mendesak MSCI untuk mencabut proposal tersebut atau setidaknya memperpanjang konsultasi. Mereka tidak sendirian; 309 perusahaan dan investor telah mendukung petisi menentang aturan ini melalui Bitcoin for Corporations. Keputusan akhir MSCI diharapkan pada 15 Januari 2026.

比推12/11 13:21

Dapatkah Pembelaan Keras Strategy Menghentikan MSCI Mengecualikan Perusahaan Aset Digital?

比推12/11 13:21

"Pasar di Rusia Baru Mulai Berkembang": Anton Popov tentang Strategi Kripto 'Sber'

Sberbank, bank terbesar di Rusia, semakin aktif mengembangkan produk dan layanan keuangan digital terkait aset kripto. Dalam wawancara dengan RBC-Crypto, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Sberbank Anatoly Popov menjelaskan strategi bank. Sberbank telah meluncurkan produk investasi seperti obligasi berstruktur dan Aset Keuangan Digital (CFA) yang terikat dengan cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan total volume penerbitan mencapai 1,5 miliar rubel. Produk ini ditujukan untuk investor terakreditasi, memungkinkan mereka berinvestasi dalam rubel di bawah kerangka hukum Rusia, sehingga mengurangi risiko operasional dibandingkan dengan perdagangan di bursa yang tidak diatur. Bank ini terus berdialog dengan regulator, termasuk Bank Sentral Rusia, untuk membangun infrastruktur yang aman dan mengembangkan regulasi untuk pasar kripto yang legal. Sberbank bersiap untuk berperan sebagai penyedia likuiditas di platform regulated di masa depan, meskipun pendekatannya akan konservatif dan mengutamakan stabilitas sistem keuangan. Sberbank juga mengembangkan platform blockchain-nya sendiri untuk penerbitan CFA dan aset tokenisasi, termasuk produk yang terkait dengan komoditas dan keranjang cryptocurrency. Interoperabilitas antara blockchain korporat dan publik, seperti Ethereum, adalah fokus penting untuk masa depan. Stablecoin dan sektor DeFi (Keuangan Terdesentralisasi) dipandang sebagai tren penting. Sberbank tertarik pada potensi stablecoin yang dirupakan dan berpartisipasi dalam diskusi dengan regulator untuk melegalkannya. Secara global, bank memandang bahwa institusionalisasi teknologi blockchain akan terus berlanjut, dengan Bitcoin tetap sebagai aset penyimpan nilai utama, sementara jaringan seperti Ethereum akan menjadi tulang punggung teknologi untuk aset digital dan kontrak pintar.

RBK-crypto12/11 11:26

"Pasar di Rusia Baru Mulai Berkembang": Anton Popov tentang Strategi Kripto 'Sber'

RBK-crypto12/11 11:26

Dominasi Institusi di Pasar Kripto: Akhir dari Desentralisasi atau Awal Era Baru?

Penulis: Centreless Pada tahun 2025, pasar cryptocurrency mengalami titik balik struktural: investor institusi kini mendominasi dengan kontribusi sekitar 95% dari total aliran masuk aset kripto, sementara partisipasi investor ritel turun signifikan menjadi hanya 5%-6%. Menurut Aishwary Gupta dari Polygon Labs, pergeseran ini didorong oleh matangnya infrastruktur kripto, bukan sekadar sentimen pasar. Raksasa keuangan seperti BlackRock, Apollo, dan Hamilton Lane mulai mengalokasikan 1%-2% portofolio mereka ke aset digital melalui ETF dan produk tokenisasi. Contohnya, kolaborasi Polygon dengan JPMorgan dalam pengujian perdagangan DeFi di bawah pengawasan Otoritas Moneter Singapura, proyek tokenisasi obligasi oleh Ondo, serta staking terregulasi oleh AMINA Bank, membuktikan bahwa blockchain publik kini memenuhi kebutuhan kepatuhan dan audit keuangan tradisional. Dua pendorong utama masuknya institusi adalah pencarian hasil (yield) dan peningkatan efisiensi operasional. Fase pertama berfokus pada imbal hasil stabil melalui tokenisasi obligasi dan staking perbankan, sedangkan fase kedua memanfaatkan efisiensi blockchain seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, likuiditas bersama, dan aset terprogram. Di sisi lain, investor ritel banyak退出 akibat kerugian dari siklus Meme coin sebelumnya, namun Gupta yakin mereka akan kembali seiring hadirnya produk yang lebih transparan dan terawasi. Menanggapi kekhawatiran bahwa dominasi institusi mengikis desentralisasi, Gupta menekankan bahwa selama infrastruktur tetap terbuka, partisipasi institusi justru memperkuat legitimasi kripto. Masa depan akan melihat koeksistensi aset tradisional dan kripto seperti DeFi, NFT, obligasi, dan ETF dalam satu jaringan blockchain publik. Meski inovasi mungkin sedikit terhambat oleh kepatuhan, lingkungan yang lebih stabil justru akan mendukung terciptanya inovasi yang lebih scalable dan berkelanjutan. Ke depannya, likuiditas institusi akan mengurangi volatilitas pasar, sementara tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan jaringan staking institusional akan berkembang pesat. Interoperabilitas antar-jaringan juga menjadi kunci untuk memfasilitasi pergerakan aset yang seamless. Gupta menegaskan bahwa masuknya institusi bukanlah "pengambilalihan" oleh keuangan tradisional, melainkan proses membangun bersama infrastruktur keuangan baru di mana cryptocurrency berevolusi dari aset spekulatif menjadi teknologi inti sistem keuangan global.

marsbit12/11 09:22

Dominasi Institusi di Pasar Kripto: Akhir dari Desentralisasi atau Awal Era Baru?

marsbit12/11 09:22

活动图片