Makalah Planck Ditarik? Bapak Pendiri Kuantum Tersandung Algoritma
Artikel baru-baru ini mengungkap bahwa dua tulisan Max Planck, perintis teori kuantum dan pemenang Nobel Fisika 1918, yang diterbitkan pada 1940 dan 1942, secara keliru ditandai sebagai "retracted" (ditarik kembali) dalam platform digital Springer. Menurut investigasi, penarikan ini bukan disebabkan oleh penipuan atau kesalahan ilmiah, melainkan oleh "kerusakan algoritma."
Kedua artikel tersebut, yang membahas refleksi filosofis tentang ilmu pengetahuan, diterbitkan di jurnal Jerman *Die Naturwissenschaften*. Pada masa itu, praktik seperti menerbitkan kembali pidato di beberapa saluran (jurnal, pamflet, kumpulan esai) adalah bagian normal dari penyebaran gagasan ilmiah. Namun, sistem digital modern mengidentifikasi praktik historis ini sebagai "penerbitan ulang" atau "pelanggaran hak cipta," yang dianggap melanggar norma penerbitan saat ini.
Lebih memprihatinkan, platform Springer tidak hanya memberi label "retracted," tetapi juga mengganti teks asli artikel dengan halaman kosong, menghilangkan akses ke konten aslinya. Hal ini menunjukkan masalah yang lebih dalam: infrastruktur penerbitan akademik digital dapat secara keliru menerapkan standar kontemporer pada karya historis, sehingga mengaburkan dan bahkan menghapus warisan ilmiah masa lalu.
Kasus ini menjadi peringatan penting di era AI. Basis data digital, yang sering dianggap sebagai cermin netral dari pengetahuan, sebenarnya dibentuk oleh logika platform, asumsi hukum, dan aturan komersial. Kesalahan metadata seperti ini dapat diperkuat oleh model AI, mesin pencari, dan alat akademik di masa depan, yang pada akhirnya mengancam keakuratan dan aksesibilitas memori ilmiah.
marsbit06/30 12:46