# Artikel Terkait BaaS

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "BaaS", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Kebenaran di Balik Bank Digital: Ekosistem Rapuh di Balik 1.46 Miliar Pengguna

**Kebenaran di Balik Bank Digital: Ekosistem Rentan dengan 14,6 Miliar Pengguna** Sebuah penelitian terhadap 368 bank digital yang aktif pada Juli 2026 mengungkapkan ekosistem yang berkembang pesat namun rapuh. Bank-bank ini melayani sekitar 14,6 miliar pengguna, dengan 8,17 miliar di antaranya berada di Asia, didominasi oleh raksasa seperti WeBank (lebih dari 400 juta pengguna). Namun, di balik angka pertumbuhan yang mengesankan, terdapat risiko struktural yang besar: **hanya 127 dari 368 platform yang memiliki lisensi bank penuh**. Dua pertiganya bergantung pada mitra berlisensi atau penyedia infrastruktur, menciptakan titik kegagalan tunggal. Runtuhnya penyedia layanan seperti Synapse (2024) dan Ready (2026) telah membekukan dana nasabah, karena perlindungan asuransi deposito tidak selalu berlaku. Industri ini juga diam-diam menyusut. Banyak bank digital tutup tanpa pengumuman resmi, hanya dengan menghentikan aplikasi dan layanan pelanggan. Sementara itu, klaim luas tentang penggunaan **kecerdasan buatan (AI)** seringkali berlebihan. Hanya 67 platform (18%) yang benar-benar menerapkan AI secara masif, banyak di antaranya justru adalah lembaga kredit di pasar berkembang seperti Nigeria dan Filipina, yang menggunakannya untuk penilaian kredit. Infrastruktur yang mendasarinya sangat terkonsentrasi, dengan 106 penyedia layanan menopang seluruh ekosistem. Prediksi untuk masa depan mencakup konsolidasi melalui perolehan lisensi, potensi kegagalan model AI kredit selama resesi ekonomi, dan munculnya layanan keuangan yang dikhususkan untuk **agen AI atau mesin**, sebuah ceruk yang saat ini hanya dieksplorasi oleh sedikit perusahaan.

marsbit07/28 11:09

Kebenaran di Balik Bank Digital: Ekosistem Rapuh di Balik 1.46 Miliar Pengguna

marsbit07/28 11:09

YouTube Akan Menjadi Bank Digital Berikutnya

Setiap bank neobank yang sukses memulai dengan menemukan celah di mana bank tradisional mengenakan biaya tinggi atau memberikan layanan buruk, lalu berkembang ke layanan perbankan yang lebih luas. Dengan adanya stablecoin, menyediakan akun giro dan tabungan menjadi lebih mudah, membuat infrastruktur hampir terkomoditisasi. Namun, hal ini juga memunculkan banyak startup bank neobank yang kurang berbeda satu sama lain. Keberhasilan fintech generasi pertama datang dari pembuatan produk yang berbeda di atas lapisan distribusi yang terkomoditisasi (internet). Ketika komoditisasi terjadi, hal itu membuka jalan untuk produk baru melalui bundling. Kemudahan membuka akun deposito tidak akan menciptakan ribuan bank neobank independen baru, melainkan membuat bank neobank menjadi fitur bawaan yang tertanam dalam platform yang sudah memiliki aset lebih berharga: sumber pendapatan. Platform seperti YouTube, Twitch, Uber, Lyft, Whop, TikTok, Deel, dan Gusto memiliki hubungan yang lebih dalam dan data yang lebih kaya dengan penggunanya dibanding bank tradisional. Mereka memahami arus kas, tren pertumbuhan, dan algoritma, sehingga dapat menawarkan underwriting kredit dengan cara yang tidak dapat dilakukan bank tradisional. Logika membundling pendapatan kreator dengan produk keuangan sederhana: saat pembayaran kepada kreator, pekerja lepas, atau gaji karyawan dikirim melalui transfer ACH, nilai tersebut meninggalkan platform. Dengan beberapa baris kode, platform dapat menghasilkan biaya transfer dan pendapatan dari Treasury bills selama proses pembayaran, yang akhirnya memungkinkan mereka menawarkan layanan pinjaman berdasarkan pemahaman mereka tentang pengguna. YouTube dapat menjadi bank neobank berikutnya bukan dengan mengajukan izin bank, tetapi karena layanan keuangan harus berada di mana uang itu berasal. Platform tidak perlu menjadi bank dalam arti regulasi; mereka hanya perlu menyediakan Banking-as-a-Service (BaaS) yang didorong oleh data platform yang sudah mereka kumpulkan. Titik masuknya bukan lagi trik produk atau arbitrase harga, tetapi hubungan pendapatan itu sendiri.

marsbit04/15 04:03

YouTube Akan Menjadi Bank Digital Berikutnya

marsbit04/15 04:03

活动图片