Anak Muda di Kota Kecil yang Memberi Label pada Model AI Besar
Di Datong, Shanxi, ribuan pemuda lokal bekerja di pusat data, memberi label pada gambar untuk melatih model AI. Mereka melakukan tugas berulang seperti menggambar kotak di sekitar objek dalam gambar, dengan bayaran per item yang telah turun drastis dari 0,1 yuan menjadi hanya 0,03-0,05 yuan. Pekerjaan ini membutuhkan kecepatan dan ketelitian tinggi, dengan toleransi kesalahan di bawah 5%. Banyak pekerja adalah perempuan dari pedesaan atau pemuda yang kembali ke kampung halaman.
Tak hanya di Datong, kabupaten lain seperti Yonghe, Bijie, dan Mengzi juga menjadi basis data labeling. Pekerjaan ini disebut sebagai "jalur perakitan baru" di era digital, di mana upah rendah dan kondisi kerja ketat mendominasi. Bahkan, para pekerja juga dilatih untuk menilai respons AI berdasarkan empati dan nilai-nilai manusia, meski mereka sendiri berjuang secara finansial.
Industri data labeling China diperkirakan bernilai miliaran yuan, tetapi sebagian besar keuntungan dinikmati oleh raksasa teknologi, sementara pekerja menerima upah minim. AI sendiri mulai mengambil alih banyak tugas labeling, mengancam mata pencaharian para pekerja. Meski AI dikembangkan untuk membebaskan manusia, banyak dari para "buruh digital" ini justru kehilangan pekerjaan oleh teknologi yang mereka bantu kembangkan.
marsbit04/07 04:43