Perusahaan Knaken Membeli Cryptocurrency Atas Namanya Sendiri, Sehingga Klien Berhak Atas Klaim Dalam Euro, Bukan Koinnya Sendiri
Perusahaan Knaken Cryptohandel BV, sebuah platform kripto Belanda, telah dinyatakan pailit oleh pengadilan Rotterdam pada 16 Juli. Kurator yang ditunjuk pengadilan, Karl Hamm, menyatakan kejaksaan telah menjual aset kripto yang disita dari perusahaan tersebut seharga 2,2 juta euro. Namun, dana nasabah diperkirakan mencapai 10-12 juta euro, menunjukkan kemungkinan kerugian besar bagi sekitar 30.000 pengguna platform.
Hamm menjelaskan bahwa Knaken beroperasi tanpa lisensi yang diperlukan. Uang nasabah yang dikonversi ke kripto ternyata dicatat sebagai posisi atas nama perusahaan, bukan kepemilikan koin langsung oleh klien. Klien hanya melihat nilai saldo dalam euro di aplikasi. Diduga, Knaken tidak memegang kripto senilai saldo yang ditampilkan dan mencampurkan dana operasional dengan kerugian perusahaan.
Pemilik perusahaan, Ronald J., disebut melakukan transfer 2,3 juta euro ke perusahaan lain yang ia kendalikan, yang dianggap pengadilan sebagai konflik kepentingan. Masalah juga disebut berawal dari peretasan tahun 2020 yang mencuri 23 Bitcoin. Sementara itu, perusahaan terus beroperasi, bahkan menjadi sponsor beberapa klub sepak bola Belanda.
Pihak kejaksaan membenarkan penjualan aset kripto tersebut dengan alasan untuk menghindari penurunan nilai. Sebuah penyelidikan pidana terpisah oleh lembaga anti-penipuan Belanda FIOD masih berlangsung. Ronald J. membantah klaim kurator dan menyatakan perusahaan beroperasi sebagai broker yang sah, dengan setiap order klien dapat ditelusuri melalui penyedia likuiditas. Ia juga mengklaim sedang berupaya menyelesaikan perselisihan dengan para kreditur.
cryptonews.ruKemarin 18:18