Ringkasan Pasar 13 Februari: Hari Terburuk Apple dalam Lima Tahun, Malam Ini CPI adalah Wasit Terakhir
Ringkasan Pasar, 13 Februari: Saham Apple Alami Hari Terburuk dalam 5 Tahun, CPI Malam Ini Jadi Penentu
Pasar saham AS mengalami hari terburuk tahun ini dengan Dow Jones turun 1,34%, S&P 500 turun 1,57%, dan Nasdaq anjlok 2,03%. Penyebab utamanya adalah laporan keuangan Cisco. Meski kinerjanya kuat dengan rekor pendapatan, sahamnya justru jatuh 12,3% karena kekhawatiran margin laba tergerus harga chip memori dan dampak tarif. Ini memicu keraguan pada narasi AI dan menyebarkan kepanikan ke saham tech lain: Apple turun 5%, Disney turun 5,31%, serta Meta, Amazon, Nvidia, dan Microsoft juga melemah. Sektor defensif seperti Walmart dan McDonald's justru naik.
Fokus utama kini adalah data CPI AS bulan Januari yang dirilis malam ini. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan turun menjadi 2,5%. Jika data lebih rendah dari ekspektasi, ekspektasi suku bunga bisa pulih dan pasar akan lega. Namun, jika lebih tinggi, ini akan menjadi mimpi buruk lagi untuk saham tech dan mendorong imbal hasil obligasi naik.
Emas turun ke level sekitar $4.980-$5.000/ons, menunjukkan ketahanan relatif dengan dukungan di bawah $5.000. Perak turun lebih dalam, sekitar 8% ke $77/ons. Hasil CPI akan menentukan aksi selanjutnya.
Bitcoin bergerak di sekitar $65.000-$66.700, terdampak penurunan aset berisiko dan sinyal dari Cisco tentang biaya AI. Sentimen pasar masih "sangat takut". CPI malam ini adalah titik kritis: inflasi yang lebih rendah dapat memicu pemulihan singkat, sementara yang lebih tinggi dapat menguji support psikologis di $60.000.
Intinya: Laporan Cisco secara tidak sengaja mempertanyakan profitabilitas AI di tengah biaya yang meningkat. Data CPI malam ini akan menjadi penentu utama antara bear market dan pemulihan.
marsbit02/13 02:01