Manus yang Memulai Ulang Hidupnya, Dapatkah Ia Mengulang Aturan Permainan Ekspor AI?
Selama lebih dari setahun, Manus mengalami perjalanan dramatis: meledak populer di Maret 2025, dijual ke Meta dengan valuasi tinggi, dibatalkan oleh regulator Tiongkok pada April 2026, dan akhirnya dibeli kembali oleh investor lama hingga kembali independen. Kebangkitannya bertepatan dengan pemberlakuan Peraturan Investasi Luar Negeri (Peraturan Dewan Negara No. 837) per 1 Juli, yang menekankan kepatuhan hukum sejak awal struktur perusahaan.
Kasus Manus menjadi contoh pelajaran. Analis menilai masalah utamanya bukan pada teknologi atau pengguna, tetapi pada "perubahan struktur oportunistik" di masa kebijakan belum jelas, tanpa persiapan kepatuhan yang matang dari awal. Peraturan baru dan kasus ini menegaskan logika yang sama: perusahaan harus merancang struktur kepatuhan ganda (mematuhi hukum Tiongkok dan negara target) sejak pendirian, bukan memperbaikinya nanti.
Meski begitu, minat modal terhadap startup AI yang berfokus ke luar negeri tidak mendingin. Modal justru menjadi lebih selektif, lebih memilih perusahaan yang sejak awal dirancang untuk pasar global dengan entitas di luar negeri. Trennya mengarah ke pilihan biner: fokus mendalam pada pasar domestik Tiongkok atau berkonsentrasi penuh ke pasar internasional. Untuk rute "riset dan pengembangan di dalam negeri, penjualan di luar negeri," skema optimal adalah menempatkan inti teknologi di dalam negeri dan hanya operasi penjualan di luar negeri.
Dalam hal produk, founder Tiongkok diakui sangat tangguh di segmen konsumen (To C) global. Namun, untuk segmen perusahaan (To B), terutama melayani perusahaan besar AS, tantangan Go-to-Market jauh lebih besar, membutuhkan tim penjualan lokal yang kuat setelah mencapai ambang pendapatan tertentu.
Kesimpulannya, setelah Peraturan 837, "struktur kepatuhan sejak awal" akan menjadi keharusan. Manus membuktikan bahwa periode ketidakjelasan kebijakan mungkin terlihat seperti peluang, tetapi biayanya baru terasa setelah jendela itu tertutup. Kepatuhan menentukan kelangsungan hidup, sementara kemampuan produk dan profitabilitas menentukan seberapa baik bisnis itu berkembang.
marsbit08/14 10:58