SEC Mencabut Tuduhan Terhadap Pendiri BitClout Dalam Kasus Skema Kripto $250 Juta

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-03-17Terakhir diperbarui pada 2026-03-17

Abstrak

SEC secara resmi menghentikan kasus terhadap pendiri BitClout, Nader Al-Naji, yang dituduh mengumpulkan $257 juta melalui penjualan token BTCLT tanpa registrasi. Gugatan awal menyatakan Al-Naji menyesatkan investor dengan klaim palsu bahwa dana tidak akan digunakan untuk keuntungan pribadi, termasuk dugaan penyalahgunaan $7 juta untuk pengeluaran pribadi. SEC menyatakan peninjauan ulang bukti membuat penghentian kasus ini tepat. Keputusan ini sejalan dengan tren di mana SEC telah menghentikan sekitar 60% kasus kripto aktif sejak awal 2025.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi membatalkan kasus lain yang terkait dengan kripto, kali ini melibatkan Nader Al-Naji, pendiri BitClout. Perkembangan ini menandai berakhirnya pertarungan hukum yang berlangsung hampir dua tahun, dengan kasus yang awalnya diajukan pada Juli 2024.

Pendiri BitClout Dibebaskan Dari Tuduhan SEC

Dalam pengajuan pengadilan baru-baru ini, SEC mengumumkan bahwa mereka telah menilai ulang catatan bukti dan menyimpulkan bahwa mencabut klaim terhadap Al-Naji dan Para Terdakwa Bantuan yang terkait adalah tepat. "Dalam menjalankan kebijaksanaannya, Komisi percaya bahwa pembatalan klaim adalah tepat," bunyi pengajuan tersebut.

Gugatan awal SEC menuduh Al-Naji mengumpulkan lebih dari $257 juta melalui penawaran dan penjualan token asli blockchain BitClout, BTCLT, yang tidak terdaftar sejak November 2020.

Keluhan tersebut menuduh bahwa ia menyesatkan investor dengan secara palsu mengklaim bahwa dana tersebut tidak akan digunakan untuk keuntungan pribadi. Pada saat itu, SEC berpendapat bahwa Al-Naji telah menggelapkan lebih dari $7 juta uang investor untuk pengeluaran pribadi, yang termasuk "hadiah mewah" dan pembayaran sewa untuk sebuah mansion di Beverly Hills.

Menurut keluhan SEC, Al-Naji mengambil langkah-langkah ekstensif untuk menampilkan BitClout sebagai platform terdesentralisasi yang tanpa otoritas pusat. Untuk menjaga fasad ini, ia diduga beroperasi dengan nama samaran "Diamondhands".

SEC juga mengklaim bahwa ia memperoleh opini hukum yang menegaskan status non-sekuritas BTCLT sementara salah merepresentasikan sifat proyek yang sebenarnya, pada akhirnya mengungkap praktik penipuan hanya kepada investor pilihan.

SEC Mencabut 60% Kasus Kripto Aktif

Pencabutan ini menambahkan Al-Naji ke dalam daftar kasus yang dibatalkan yang semakin bertambah sejak Presiden Donald Trump menjabat dan menunjuk Paul Atkins, seorang advokat pro-kripto, untuk memimpin lembaga tersebut.

Sejak Januari 2025, SEC telah membatalkan atau menjeda sekitar 60% dari kasus kripto aktifnya, termasuk tindakan-tindakan terkenal yang melibatkan pemain besar seperti Binance, Coinbase, Ripple, dan Kraken.

Grafik harian menunjukkan kenaikan kapitalisasi pasar kripto total pada hari Senin menjadi $2,5 triliun. Sumber: TOTAL di TradingView.com

Gambar unggulan dari OpenArt, grafik dari TradingView.com

Bacaan Terkait

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

**Neura, Perusahaan Robot Humanoid Jerman, Raup Rp94,9 Triliun dalam Pendanaan Seri C** Neura, perusahaan robot humanoid asal Munich, Jerman, berhasil mengumpulkan pendanaan seri C sebesar $14 miliar atau sekitar Rp94,9 triliun. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan sekitar $7 miliar, membawanya ke jajaran teratas perusahaan robot humanoid global. Yang menarik dari pendanaan ini adalah profil investor. Selain raksasa teknologi seperti NVIDIA, Amazon, dan Qualcomm, dua nama besar industri Jerman, **Schaeffler** (pembuat bantalan dan sistem transmisi) dan **Bosch** (komponen otomotif & peralatan industri), turut serta. Keikutsertaan mereka menandakan pergeseran logika dalam industri: robot humanoid tidak lagi sekadar demonstrasi teknologi, tetapi mulai dilihat sebagai solusi yang siap diimplementasikan di lantai pabrik. Neura sendiri sudah memiliki klien nyata seperti BMW. Pendanaan besar-besaran ke sektor ini didorong oleh dua hal utama: **titik kritis kemampuan AI** (terutama model besar yang meningkatkan persepsi dan pengambilan keputusan robot) dan **tekanan kebutuhan industri** (kekurangan tenaga kerja terampil dan biaya tenaga kerja yang terus naik secara global). Saat ini, ada dua jalur berbeda yang ditempuh perusahaan robot: 1. **Robot Humanoid Umum**: Bertujuan membuat robot serbaguna seperti Figure AI. Jalur ini menjanjikan namun penuh tantangan teknis dan siklus komersialisasi panjang. 2. **Fokus pada Skenario Industri Spesifik**: Seperti Neura, yang memprioritaskan tugas-tugas industri berulang dan terdefinisi dengan baik (misalnya, di pabrik mobil). Jalur ini memiliki jalur komersialisasi yang lebih jelas. Tantangan utama ke depan bukan lagi pada kemampuan teknis dasar (bergerak, memahami perintah), tetapi pada **stabilitas, keandalan, dan pembentukan ekosistem komersial** di dunia nyata. Ini termasuk biaya adaptasi yang tinggi untuk setiap pabrik dan pembangunan sistem pemeliharaan yang tangguh. Namun, masuknya modal industri dari perusahaan seperti Schaeffler dan Bosch menunjukkan keyakinan bahwa tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Pertempuran sesungguhnya untuk robot humanoid kini telah berpindah dari laboratorium ke lantai pabrik.

marsbit1j yang lalu

9,4 Miliar, Ini Investasi Terbesar Robot Tahun Ini

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片