CEO JAN3, Samson Mow, yang memimpin perusahaan teknologi Bitcoin yang mengkhususkan diri dalam mempercepat hiperbitcoinisasi, pada 1 Agustus menerbitkan di X lima rekomendasi praktis bagi pengguna yang terdampak oleh kerentanan generator angka acak (RNG) Coldcard. Dalam rekomendasinya, ia menekankan pentingnya melestarikan bukti, melaporkan pencurian, melacak upaya terkoordinasi untuk menemukan dana, dan menghindari skema penipuan 'pemulihan' dana, karena insiden ini telah memicu kekhawatiran yang lebih luas tentang keamanan penyimpanan sendiri.
Mow menulis:
"Kerentanan generator angka acak COLDCARD mungkin lebih buruk daripada peretasan pertukaran. Ini menyerang jantung para pemegang Bitcoin independen - mereka yang telah mempelajari dengan cermat, memahami pentingnya penyimpanan sendiri, dan tidak menyimpan koin di bursa."
Dalam rekomendasi pertamanya, ia mendesak para korban untuk mendokumentasikan semua informasi yang mereka miliki, termasuk alamat dompet, tanggal, versi firmware, detail transaksi, dan informasi lain apa pun yang dapat membantu menyusun laporan insiden yang terperinci.
Mow juga mendesak para korban untuk melaporkan ke polisi, karena ini akan menciptakan catatan resmi. Ia merekomendasikan untuk menghubungi unit kejahatan siber, portal pengaduan nasional seperti Pusat Pengaduan Kejahatan Internet FBI, atau gugus tugas khusus yang menangani kejahatan kripto jika ada. Dalam rekomendasi ketiganya, ia menyarankan pengguna yang terdampak untuk mengikuti upaya terkoordinasi untuk melacak pergerakan dana yang dicuri.
Simpan Bukti dan Abaikan Penawaran Penipuan untuk Mengembalikan Dana
Rekomendasi kunci lainnya adalah tentang melestarikan perangkat Coldcard yang terdampak dan frase seed daripada menghancurkannya setelah pencurian. Mow menyarankan korban untuk menyimpan perangkat, frase seed, dan PIN, dengan menjelaskan bahwa mereka mungkin perlu membuktikan kepemilikan jika Bitcoin yang dicuri akhirnya masuk ke bursa dan dibekukan.
Ia juga memberikan peringatan paling tegas mengenai penipu yang menawarkan layanan pengembalian dana, mendesak para korban untuk tidak pernah mengungkapkan data pribadi atau frase seed, dan tidak mengirim uang kepada pihak-pihak yang mengklaim dapat mengembalikan cryptocurrency yang dicuri. FBI telah berulang kali memperingatkan bahwa penipu sering menargetkan korban pencurian kripto sebelumnya, menawarkan layanan pengembalian dana palsu yang memerlukan pembayaran di muka atau pengungkapan informasi sensitif tentang dompet.
Pelajaran Keamanan Melampaui Satu Dompet Perangkat Keras
Meskipun Mow menyatakan simpati kepada pengguna yang terdampak, ia juga mencatat bahwa insiden ini sekali lagi menyoroti pentingnya mengurangi titik kegagalan tunggal dalam penyimpanan sendiri Bitcoin dengan menggunakan perangkat keras dari beberapa produsen dalam konfigurasi multi-tanda tangan, alih-alih mengandalkan satu produsen saja.
Mow menulis:
"Penyimpanan sendiri itu sulit. Jika Anda mendukung penyimpanan sendiri, Anda juga harus menyarankan orang untuk menggunakan konfigurasi multi-tanda tangan dari beberapa penyedia. Saya telah mengatakan ini selama bertahun-tahun. Penyimpanan sendiri hanya berfungsi jika Anda mengaturnya untuk meminimalkan titik kegagalan. Jangan percayai perangkat keras dari satu penyedia tunggal. Anggap semua orang sebagai lawan Anda."
Ia mengakui bahwa penyimpanan sendiri masih menantang bagi banyak pengguna, dan mendesak komunitas Bitcoin untuk kurang kritis terhadap mereka yang memilih penyimpan, dana yang diperdagangkan di bursa, atau perusahaan yang mengelola aset Bitcoin. Mow menekankan bahwa tidak ada cara yang benar-benar tepat untuk menyimpan Bitcoin, karena setiap metode penyimpanan memiliki kompromi tertentu.
Mow juga mendesak pengguna yang terdampak untuk tidak bertindak gegabah dan mencari bantuan jika mereka membutuhkan dukungan. Ia mencatat bahwa banyak pemegang Bitcoin telah kehilangan koin karena berbagai alasan dan menekankan bahwa orang dapat bangkit kembali setelah kerugian.
Tanggapan Coinkite dan Dampak yang Berlanjut
Coinkite, perusahaan yang berbasis di Toronto yang memproduksi perangkat keras keamanan untuk Bitcoin dan berada di balik dompet Coldcard, telah merilis pemberitahuan keamanan yang mendesak pengguna perangkat yang terdampak untuk memperbarui firmware ke versi yang telah diperbaiki sebelum menghasilkan seed baru dan memindahkan dana jika seed mereka dibuat pada versi yang rentan. Pemberitahuan itu juga menyatakan bahwa pembaruan firmware tidak memperbaiki seed yang telah dihasilkan sebelumnya, dan merekomendasikan untuk memeriksa cadangan dan melakukan transaksi uji sebelum memindahkan dana.
Publikasi sebelumnya telah membahas dompet Coldcard mana yang paling berisiko, bagaimana seed yang rentan dihasilkan, dan kondisi apa yang menyebabkan kerentanan bagi pengguna yang terdampak. Sejak itu, dampak insiden telah meluas. Pengguna yang terdampak sedang mempertimbangkan kemungkinan mengajukan gugatan hukum terhadap Coinkite, sementara pelaku menerima pesan yang tidak diminta dalam rantai blok yang menawarkan layanan pencucian Bitcoin.







