Penulis: TVBee
┈➤ Saham Preferen: Jenius sekaligus Bajingan
Saham preferen adalah alat pendanaan yang sangat khusus, status hukumnya adalah ekuitas, tetapi secara ekonomi memiliki atribut utang yang kuat.
Dalam penanganan akuntansi, ada yang diperlakukan sebagai liabilitas, ada pula yang diperlakukan sebagai ekuitas.
╰✦ Sisi Sifat Utang
Pemegang saham preferen tidak akan mendapatkan dividen tinggi hanya karena perusahaan mendapat untung besar, melainkan seperti kreditur yang dapat menerima dividen secara berkala dengan tingkat dividen tertentu.
Kecuali STRC, tingkat dividen STRC bersifat mengambang, tetapi dalam periode waktu tertentu, tingkat dividennya juga tetap.
Di sisi lain, arah dividen STRC justru berkebalikan dengan dividen saham biasa pada umumnya.
Saat kinerja perusahaan biasa baik, saham biasa mungkin membagikan dividen lebih banyak. Namun, ketika BTC naik, tingkat dividen STRC tidak perlu ditingkatkan.
Sebaliknya, saat BTC turun, MicroStrategy mungkin perlu meningkatkan tingkat dividen STRC untuk memungkinkan penerbitan STRC guna mengumpulkan dana.
Jadi, seperti saham preferen MicroStrategy lain dengan tingkat dividen tetap, STRC tampilannya adalah ekuitas, tetapi esensinya memiliki atribut utang yang cukup kuat.
╰✦ Sisi Sifat Ekuitas
Kecuali memiliki klausul kaku seperti penebusan dan pembayaran wajib yang merupakan karakteristik utang (saham preferen jenis ini dalam akuntansi dimasukkan ke liabilitas), saham preferen dalam akuntansi biasanya dicatat dalam akun ekuitas: tidak ada tekanan untuk melunasi pokok sebelum likuidasi kebangkrutan perusahaan, dan dividen saham preferen juga bukan kewajiban yang memaksa.
Inilah keajaiban pendanaan saham preferen yang digunakan Saylor, tidak ada klausul penebusan dan pembayaran yang kaku, sehingga beberapa jenis saham preferen MicroStrategy ini dalam akuntansi, bukanlah liabilitas dalam arti tradisional.
Jadi, saham preferen MicroStrategy:
Bukan liabilitas tradisional → Pokok tidak menyebabkan insolvensi → Hanya penghentian dividen tidak menyebabkan wanprestasi utang → Tidak memicu likuidasi kebangkrutan → Tidak ada tekanan pelunasan pokok
Saham preferen kelas ekuitas sendiri membentuk siklus positif yang kontradiktif, agak jenius.
Oleh karena itu, saham preferen juga dijuluki "leverage bajingan tanpa batas waktu".
┈➤ Dividen Saham Preferen Tidak Terbayar? Bisa Ditangguhkan
Jika dalam waktu singkat, dana MicroStrategy tidak cukup untuk membayar dividen saham preferen, maka bisa ditunda dulu pembayarannya. STRD adalah dividen yang tidak ditangguhkan, bahkan penundaan pun tidak perlu, langsung dihentikan saja pembayarannya.
Setelah BTC pulih dan naik, MicroStrategy dapat terus menerbitkan saham biasa, memperoleh dana untuk digunakan membayar dividen saham preferen yang tertunggak.
┈➤ Kunci Kebangkrutan MicroStrategy Terletak pada Obligasi Konversi (Konversi ke Saham)
Kecuali jika BTC mengalami pasar bearish dalam waktu lama, sentimen pasar sangat pesimis, MicroStrategy tidak dapat mengumpulkan dana melalui penerbitan MSTR dalam waktu lama, sampai saat obligasi konversi jatuh tempo. Jika kondisi konversi ke saham tidak terpenuhi, MicroStrategy perlu membayar obligasi konversi tersebut. Pada saat itulah MicroStrategy mungkin terpaksa menjual BTC, menciptakan efek berantai yang saling memperparah.
Dan ketika efek berantai yang dipicu oleh obligasi konversi terjadi, dividen saham preferen akan memperparah siklus kematian ini.
Jadi, penghentian dividen saham preferen akan memicu kepanikan emosional di pasar BTC. Sedangkan obligasi konversilah yang akan memicu krisis sesungguhnya.
Namun, waktu tercepat obligasi konversi MicroStrategy menghadapi pembayaran adalah 16 September 2027. Sangat besar kemungkinan pasar bearish sudah berakhir pada waktu itu.
┈➤ Cadangan Dolar MicroStrategy
Tanggal 15-21 Juni, MicroStrategy mengumpulkan dana sebesar $335,5 juta, semuanya merupakan pendapatan dari penerbitan MSTR, tanpa menambah penerbitan saham preferen.
Membeli 520 BTC, cadangan dolar meningkat dari $1,1 miliar menjadi $1,4 miliar.
Dividen saham preferen dapat menutupi seluruh pembayaran hingga Februari 2027, dan sekitar setengah dari Maret 2027.
Pertama, dalam 4 minggu terakhir, MicroStrategy sama sekali tidak menerbitkan saham preferen tambahan, artinya tidak menambah pengeluaran dividen di masa depan, tidak memperluas risiko.
Kedua, dalam 4 minggu terakhir, MicroStrategy melalui penerbitan saham biasa $MSTR, berturut-turut mengumpulkan dana $128,3 juta, $181 juta, $209 juta, dan $333,5 juta, memperkuat upaya pengumpulan dana.
Ketiga, penambahan BTC oleh MicroStrategy dalam 4 minggu terakhir masing-masing adalah -32 BTC, 1550 BTC, 1587 BTC, dan 520 BTC. Meskipun jumlah pendanaan meningkat, pembelian BTC tidak bertambah, sehingga dalam jangka pendek sedikit tidak menguntungkan untuk $MSTR, tetapi dalam jangka panjang meningkatkan keamanan sistem MicroStrategy.
Sampai Maret tahun depan, pasar bearish BTC kemungkinan besar sudah berakhir. Setelah BTC dan MSTR memasuki fase kenaikan, MicroStrategy dapat terus menerbitkan MSTR untuk mengumpulkan dana, dan menggunakan sebagian dana tersebut untuk mengisi kembali cadangan dolar, guna membayar dividen saham preferen di masa depan.
Seiring dengan kenaikan BTC dan MSTR, beban dan tekanan pengeluaran dividen saham preferen akan semakin berkurang.







