Bukan Hanya Orang Gila: 11 Prinsip Pengambilan Keputusan Trump yang Tak Berubah Selama 40 Tahun

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-01-22Terakhir diperbarui pada 2026-01-22

Abstrak

Setelah membaca buku "The Art of the Deal" karya Donald Trump pada usia 41 tahun, peneliti Levi menemukan bahwa mantan presiden AS ini telah menggunakan 11 prinsip pengambilan keputusan yang sama selama 40 tahun. Prinsip-prinsip ini menjelaskan pendekatannya baik dalam bisnis real estate maupun politik. Prinsip utamanya meliputi: berpikir besar, melindungi risiko downside, memaksimalkan opsi, memahami pasar, memanfaatkan leverage, meningkatkan nilai aset, gencar berkomunikasi, melawan balik, menepati janji, mengendalikan biaya, dan menikmati proses. Trump seringkali terlihat impulsif, tetapi sebenarnya sangat terukur. Misalnya, ancaman tarif 100% terhadap China adalah taktik untuk bernegosiasi, sementara di TikTok ia menciptakan urgensi dengan deadline yang fleksibel. Dalam kampanye, ia tidak mengeluarkan biaya pribadi berkat strategi pendanaan yang cerdas. Kunci memahami Trump adalah mengabaikan retorikanya dan fokus pada tindakannya. Dengan mempelajari "kode dasar" ini, investor dapat tetap tenang menghadapi gejolak pasar di era Trump.

Penulis: Levi 💎⚡️

Disusun oleh: Deep Tide TechFlow

Panduan Deep Tide: Apakah Trump benar-benar orang gila yang tak terduga, atau ahli strategi yang sangat rasional? Setelah membaca buku The Art of the Deal yang ditulis Trump pada usia 41 tahun, peneliti kripto Levi menemukan bahwa presiden ini sebenarnya telah menggunakan naskah permainan yang sama dari pengembang properti selama 40 tahun terakhir.

Baik itu ancaman tarif ekstrem, negosiasi pemisahan TikTok, atau penggalangan dana politik ala "seni empty lot"-nya, semuanya menyembunyikan 11 prinsip yang jelas. Levi berpendapat, hanya dengan melihat melalui "asap tembakau" yang dipasang Trump dan fokus pada tindakannya daripada ucapannya, investor dapat tetap jernih dalam menghadapi gejolak pasar di masa depan. Artikel ini akan membongkar "kode dasar" Trump dalam menangani semua urusan.

Teks sebagai berikut:

Ketika Donald Trump berusia 41 tahun, dia menulis sebuah buku berjudul The Art of the Deal. Saya membacanya dari awal hingga akhir, jadi Anda tidak perlu membacanya sendiri.

Setelah membacanya, saya menyadari: Trump hari ini adalah orang yang sama dengan 40 tahun yang lalu. Naskah yang dia gunakan sekarang sebagai Presiden AS untuk membuat kesepakatan adalah persis sama dengan yang dia gunakan saat menjadi pengembang real estat.

Keterangan gambar: Trump memuji bukunya sendiri sebagai "buku bisnis terlaris sepanjang masa"

Berikut adalah 11 langkah prinsip yang ditulisnya sendiri. Setelah membacanya, Anda akan dapat dengan jelas melihat melalui asap tembakaunya, lebih baik menghadapi gejolak pasar, dan mendapatkan "keunggulan Trump" yang melampaui pasar dalam permainan.

1. Berpikir Besar (Think Big)

Trump suka menetapkan tujuan yang besar. Karena bahkan jika akhirnya tidak sepenuhnya tercapai, pencapaiannya akan lebih tinggi daripada jika tujuannya ditetapkan terlalu rendah. Itulah mengapa Anda selalu melihatnya mengajukan tujuan-tujuan yang gila.

2. Lindungi Risiko Turun, Hasil Akan Mengikuti Sendiri (Protect the Downside and the Upside Will Take Care of Itself)

Trump sangat pandai mengesalkan orang, tetapi dia juga pandai mendapatkan ruang gerak. Ambil contoh kebijakan terhadap Tiongkok, dia akan mengumumkan tarif 100% terlebih dahulu untuk memaksa pihak lain kembali ke meja perundingan, kemudian melunakkan nada bicara dan memperpanjang masa tarif saat kedua pihak sedang menyelesaikan detailnya.

3. Maksimalkan Pilihan Anda (Maximize Your Options)

Trump tahu dia memainkan permainan berisiko tinggi, jadi dia tidak pernah mengunci dirinya terlalu awal. Dalam kasus penjualan TikTok, dia bertemu dengan setiap eksekutif, memaksimalkan ekuitas dan kepentingan AS, sekaligus menciptakan rasa urgensi melalui tenggat waktu larangan yang mendesak, dan memperpanjangnya sesuai kebutuhan.

4. Kenali Pasar Anda (Know Your Market)

Trump memenangkan pemilihan karena dia lebih memahami pasar pemilih daripada siapa pun. Anda mungkin tidak tahu, merek "Make America Great Again (MAGA)" sudah didaftarkannya sejak 2012. Dia memiliki intuisi yang menakjubkan tentang arah momentum, dari seorang "calon badut" hingga menjabat dua periode.

5. Gunakan Pengungkit Anda (Use Your Leverage)

Trump tahu bahwa posisi pabrik adalah pilar ekonomi Tiongkok, jadi pihak tersebut sangat ingin mencapai kesepakatan. Itulah mengapa Trump memberikan tekanan tinggi. Pedagang grosir AS dapat memesan inventaris dalam jumlah besar untuk mengantisipasi keretakan hubungan, tetapi Tiongkok, setelah setahun penuh pandemi, tidak mampu menanggung biaya tutupnya pabrik.

6. Tingkatkan Nilai Aset Anda (Enhance Your Location)

Berlatar belakang properti, Trump tahu AS duduk di atas tambang emas, tetapi sebelumnya memilih untuk tunduk pada moralitas lingkungan yang tinggi. Dia membuka kembali pengeboran, membuat tanah AS lebih berharga, sehingga menarik investasi asing baru.

7. Sebarkan Luas (Get the Word Out)

Ini sudah sangat dirasakan. Trump menggunakan media sosial dengan intensitas yang lebih tinggi satu tingkat daripada semua presiden sebelumnya digabungkan. Dia membuat politik modern "menjadi". Itulah mengapa Anda merasa dia selalu ada di berita, karena dia memang selalu ada.

8. Balas Memukul Keras (Fight Back)

Tidak ada kata-kata yang dapat menyaingi dampak sesaat ini:

Keterangan gambar: Saat-saat setelah Trump ditembak dalam rapat umum di Pennsylvania pada 13 Juli 2024

9. Tepati Janji (Deliver the Goods)

Trump hampir memenuhi setiap janji kampanye melalui perintah eksekutif. Apakah itu akan memiliki dampak jangka panjang, kita lihat nanti.

10. Kendalikan Biaya (Contain the Costs)

Jika Anda mempelajari bagaimana Trump melakukan transaksi properti, Anda akan menemukan bahwa dia terkenal karena "tidak menginvestasikan modal pribadi". Sebaliknya, dia akan mencari pemilik tanah untuk mendanai, perusahaan konstruksi untuk mengembangkan, perusahaan manajemen untuk mengoperasikan, dan akhirnya pergi dengan keuntungan puluhan juta dolar, dengan namanya terpampang di gedung.

Keterangan gambar: Proyek Trump Soho, Trump mendapatkan 18% ekuitas dan gaji $6 juta hanya dari transaksi lisensi merek dan manajemen. Dia tidak mengeluarkan modal, hanya waktu.

Dia menghabiskan $66 juta dalam kampanye 2016 (karena saat itu masih orang tak dikenal), tetapi tahukah Anda bahwa dalam kampanye 2020 dan 2024, dia tidak mengeluarkan uang sepeser pun secara pribadi?

11. Bersenang-senang (Have Fun)

Saya sangat menghormati sisi Trump yang selalu penuh semangat. Dia menjalani hidup yang luar biasa dan jelas menikmatinya.

Keterangan gambar: Trump melakukan tarian khasnya dalam rapat umum Michigan 2024

Kesimpulan: Bagaimana Menghadapi Era Trump di Masa Depan

Trump bukanlah "orang bodoh yang ceroboh" seperti yang dibentuk media. Sebaliknya, di bawah penampilannya yang impulsif, terdapat pertimbangan yang sangat terhitung dan bertujuan.

Sebelum membaca bukunya, kesan saya tentang Trump sama dengan orang lain - seorang pria bodoh, ceroboh, sombong, yang hanya akan menghancurkan negara ini.

Tapi sekarang saya tahu: Abaikan ucapannya, fokus pada tindakannya.

Ini memberi saya kejernihan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi pasar, dan tidak lagi membuat saya sulit tidur di malam hari. Jika Anda merasa terganggu oleh tindakan Trump di masa depan, lihat kembali artikel ini, untuk memahami apa yang sebenarnya ingin dia lakukan.

Pertanyaan Terkait

QApa saja 11 prinsip pengambilan keputusan Donald Trump yang dijelaskan dalam artikel ini?

A11 prinsip tersebut adalah: 1. Berpikir Besar (Think Big), 2. Lindungi Risiko Turun dan Hasil Akan Mengikuti (Protect the Downside and the Upside Will Take Care of Itself), 3. Maksimalkan Pilihan Anda (Maximize Your Options), 4. Kenali Pasar Anda (Know Your Market), 5. Gunakan Pengaruh Anda (Use Your Leverage), 6. Tingkatkan Nilai Aset (Enhance Your Location), 7. Sebarkan Kabarnya (Get the Word Out), 8. Lawan Kembali (Fight Back), 9. Tepati Janji (Deliver the Goods), 10. Kendalikan Biaya (Contain the Costs), 11. Bersenang-senang (Have Fun).

QMenurut artikel, bagaimana Trump menggunakan prinsip 'Gunakan Pengaruh Anda' (Use Your Leverage) dalam kebijakan terhadap China?

ATrump mengetahui bahwa lapangan kerja di pabrik adalah pilar ekonomi China, sehingga mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Inilah mengapa Trump memberikan tekanan tinggi. Pedagang grosir AS dapat memesan inventaris dalam jumlah besar untuk mengantisipasi keretakan hubungan, tetapi China, setelah setahun penuh pandemi, tidak mampu menanggung biaya penutupan pabrik.

QBagaimana Trump menerapkan prinsip 'Kendalikan Biaya' (Contain the Costs) dalam kampanye politiknya menurut artikel?

ADalam kampanye 2016, Trump menghabiskan $66 juta (karena saat itu masih merupakan figur yang tidak dikenal). Namun, untuk kampanye 2020 dan 2024, dia secara pribadi tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Ini mencerminkan prinsipnya untuk tidak menginvestasikan modal pribadi, mirip dengan strategi yang dia gunakan dalam bisnis properti.

QApa saran utama penulis artikel untuk memahami dan menghadapi tindakan Trump di masa depan?

ASaran utamanya adalah: Abaikan perkataannya, fokus pada tindakannya. Penulis menekankan bahwa di balik penampilan impulsif Trump terdapat pertimbangan yang sangat terhitung dan bertujuan. Memahami ini memberikan kejelasan dalam menavigasi pasar dan mengurangi kecemasan.

QApa contoh yang diberikan artikel untuk prinsip 'Tingkatkan Nilai Aset' (Enhance Your Location) dalam konteks kepresidenan Trump?

ADengan latar belakang properti, Trump tahu Amerika duduk di atas tambang emas, tetapi sebelumnya memilih untuk tunduk pada moralitas lingkungan yang tinggi. Dia membuka kembali pengeboran, membuat tanah Amerika lebih berharga, sehingga menarik investasi asing baru.

Bacaan Terkait

Dari Emas ke Bitcoin: Pasokan Tetap + Demam Lembaga, Akankah Menghasilkan Pergerakan Harga 'Eksplosif' yang Serupa?

Dari Emas ke Bitcoin: Pasokan Tetap + Demam Institusi, Akankah Ulangi Skenario Kenaikan Harga 'Eksplosif'? Analis memprediksi ETF Bitcoin dapat mengikuti pola historis ETF emas dalam perjalanan harganya, menawarkan roadmap potensial untuk investasi jangka panjang. Sejak peluncuran ETF emas pada 2004, harganya melambung dengan kapitalisasi pasar mendekati $28 triliun. Mirip dengan emas, Bitcoin adalah alat penyimpan nilai non-produktif yang harganya digerakkan oleh sentimen investor. ETF spot Bitcoin, disetujui awal 2024, dengan cepat menjadi salah satu ETF dengan pertumbuhan tercepat, menarik lembaga Wall Street. Namun, volatilitas tetap tinggi. Misalnya, dana IBIT BlackRock telah menjual hampir 100.000 Bitcoin untuk memenuhi penebusan, mencerminkan dampak signifikan dari arus modal institusional. Pola historis ETF emas menunjukkan fase kenaikan tajam, penurunan yang menyakitkan, dan pemulihan yang membutuhkan kesabaran, dengan setiap siklus menciptakan level tertinggi baru. Analis melihat "kemiripan spiritual" antara keduanya: kedua aset memiliki pasokan yang hampir tetap, di mana lonjakan permintaan dapat memicu kenaikan harga eksplosif, tetapi permintaan ini seringkali berubah-ubah seperti gelombang. Keyakinan jangka panjang tetap kuat. Minat institusi yang terus berlanjut, melalui aliran masuk ETF yang stabil dan adopsi perusahaan, dilihat sebagai penyangga utama yang membantu mengurangi tekanan jual. Jika Bitcoin dapat mencapai sebagian kecil dari kapitalisasi pasar emas sebagai penyimpan nilai, potensi apresiasinya masih sangat besar. Namun, perjalanan ini dipastikan akan diwarnai volatilitas tinggi. Bagi investor, kuncinya adalah rasionalitas, diversifikasi, dan fokus pada tren jangka panjang.

Foresight News10m yang lalu

Dari Emas ke Bitcoin: Pasokan Tetap + Demam Lembaga, Akankah Menghasilkan Pergerakan Harga 'Eksplosif' yang Serupa?

Foresight News10m yang lalu

Mengapa Agensi Belanja AI Sulit Populer?

AI berbelanja sebagai wakil belum dapat diterima luas karena menghadapi beberapa tantangan mendasar. Pertama, berbelanja terdiri dari dua tindakan inti: pencarian informasi dan penilaian nilai. Mesin dapat menangani pencarian informasi, tetapi penilaian nilai melibatkan preferensi subjektif manusia yang sulit didelegasikan sepenuhnya. Penilaian nilai sendiri memiliki dua lapisan: evaluasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan, dan yang lebih penting, **pendefinisian kebutuhan itu sendiri**—menentukan kriteria, bobot, dan batasan. Preferensi manusia bersifat konstruktif dan berubah, bukan statis, sehingga memerlukan komunikasi iteratif dengan AI. Kedua, batasan sesungguhnya bukan pada standarisasi barang, tetapi apakah proses memilih itu sendiri merupakan **tugas rutin atau kesenangan**. Untuk barang seperti perlengkapan kantor (tugas rutin), AI dapat sepenuhnya otomatis. Namun, untuk barang seperti anggur atau pakaian (kesenangan), proses memilih adalah bagian dari pengalaman konsumsi. Di sini, peran AI idealnya adalah penyaring informasi, menyajikan beberapa pilihan terbaik kepada manusia untuk keputusan akhir. Ketiga, ada dilema interaksi: AI yang bertanya terlalu banyak dapat mengganggu dan mendistorsi pilihan; mengandalkan riwayat belanja dapat membatasi eksplorasi baru; dan keputusan sepenuhnya manual itu melelahkan. Solusi tengah adalah **interaksi pengenalan**, di mana AI menunjukkan beberapa opsi dan pengguna langsung memilih. Narasi "memberi dompet kepada AI" yang menekankan pembayaran otomatis pun keliru. Pembayaran hanyalah bagian termudah. Solusi pembayaran terkini (seperti dari Stripe, Mastercard, Google, Visa) memisahkan **otorisasi pengguna** dari **eksekusi pembayaran terbatas AI**, tanpa perlu menyerahkan dana sepenuhnya. Dompet AI otonom lebih cocok untuk skenario **B2B atau M2M** (mis., pembelian perusahaan standar, penyelesaian antar-mesin), bukan belanja konsumen personal. **Kendala sebenarnya** bukan pada pembayaran, melainkan pada: (1) **Kurangnya sumber data tepercaya** (ulasan palsu, barang palsu) yang menjadi dasar keputusan AI, dan (2) **Hak manusia untuk mendefinisikan kebutuhan tidak dapat diotomatisasi**. Mendelegasikan definisi ini kepada AI berarti kehilangan preferensi asli. Kesimpulannya, untuk barang yang dinikmati, **pilihan itu sendiri adalah produk**. Platform harus mengoptimalkan data terstruktur untuk AI sambil mempertahankan keunggulan inti: memfasilitasi eksplorasi konsumen baru dan pengalaman memilih yang menyenangkan. AI harus menjadi asisten pencarian informasi yang aman dan terkendali, sementara manusia tetap memegang kendali atas standar penilaian dan kesenangan memilih akhir.

Foresight News1j yang lalu

Mengapa Agensi Belanja AI Sulit Populer?

Foresight News1j yang lalu

Setelah 9 Bulan Short, Beralih Lengkap ke Long, Trader Terkenal Buka Posisi Bitcoin di Sekitar 64k, Sentimen Bullish vs Bearish Terbelah di Pasar Kripto

Seorang trader kripto terkenal, Doctor Profit, yang berhasil memprediksi penurunan harga Bitcoin dari puncak $126.000 pada Oktober 2025, mengumumkan telah menutup semua posisi short-nya dan mulai membeli Bitcoin spot di kisaran $64.000. Ia berpendapat siklus bear market empat tahunan mungkin berakhir lebih cepat karena perubahan struktural seperti regulasi CLARITY Act dan masuknya modal institusi besar melalui tokenisasi aset. Di sisi lain, analis on-chain gumsays mencatat sinyal divergensi bullish mingguan pada Bitcoin telah berlangsung 147 hari, mendekati durasi 161 hari sebelum pembalikan kuat di siklus 2022. Namun, peneliti siklus Jake Pahor memberikan pandangan berbeda. Berdasarkan analisis data historis 5.279 hari, ia menyebutkan tiga kondisi umum pembentukan dasar bear market — durasi sekitar 12 bulan, sentimen ekstrem 'ketakutan' berkepanjangan (skor risiko di bawah 20), dan harga jatuh di bawah harga realisasi — belum terpenuhi sama sekali dalam siklus saat ini. Harga realisasi Bitcoin saat ini sekitar $53.000. Pasar tampak terpecah antara mereka yang mulai 'membangun posisi lebih awal' (seperti Doctor Profit) dan yang memilih 'menunggu sinyal konfirmasi lebih kuat' (seperti strategi Jake Pahor). Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar $64.800, tepat di atas moving average 200-minggu sekitar $63.000, dengan indeks Fear & Greed di level 25 (Extreme Fear).

marsbit1j yang lalu

Setelah 9 Bulan Short, Beralih Lengkap ke Long, Trader Terkenal Buka Posisi Bitcoin di Sekitar 64k, Sentimen Bullish vs Bearish Terbelah di Pasar Kripto

marsbit1j yang lalu

Kisah Seorang Trader Senior: Bagaimana Cara Memanfaatkan Ekspektasi Pasar yang Salah?

**Ringkasan: Bagaimana Mendapatkan Keuntungan dari Ekspektasi Pasar yang Salah?** Artikel ini berbagi pengalaman seorang trader senior dalam mengambil keuntungan dari kesalahan ekspektasi pasar, dengan studi kasus transaksi short Nasdaq (NQ) yang sukses. Kasus terjadi setelah data CPI AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Pasar bereaksi dengan euforia, mendorong Nasdaq (NQ) naik ke 30060, karena mengira suku bunga akan turun secara luas. Namun, trader ini mengamati bahwa meskipun suku bunga jangka pendek (short-end) rileks, **suku bunga riil 30 tahun justru mencapai level tertinggi baru dalam 20 tahun**. Ini menunjukkan mekanisme transmisi pasar telah berubah: data lemah tidak lagi serta-merta menurunkan biaya modal jangka panjang. Narasi pasar yang salah adalah: **CPI lemah → kebijakan moneter melonggar → penurunan biaya modal jangka panjang → ekspansi valuasi saham teknologi (NQ).** Rantai ini patah di antara "kebijakan" dan "biaya modal jangka panjang". Suku bunga panjang yang tinggi menjadi variabel veto yang menolak konfirmasi optimisme pasar. Trader merumuskan metodologi sistematis untuk mengeksploitasi kesalahan ekspektasi semacam ini: 1. **Identifikasi Rantai Sebab-Akibat Tersirat** pasar. 2. **Temukan Variabel Veto** yang dapat membatalkan narasi tersebut. 3. **Amati Penolakan Konfirmasi** dari variabel veto tersebut. 4. **Tunggu Harga Tetap Bergerak** sesuai skenario lama meski fondasi sudah berubah. 5. **Pilih Ekspresi Aset** yang paling sensitif terhadap kesalahan tersebut (dalam kasus ini: short NQ, bukan S&P 500). 6. **Definisikan Syarat Keluar** untuk kondisi "terbukti salah" dan "logika sudah terealisasi". Kesimpulan kunci: Peluang alpha tidak selalu berasal dari perbedaan informasi, tetapi sering dari **perbedaan fungsi reaksi**. Ketika kondisi makro berubah tetapi pasar terus bereaksi dengan pola lama berdasarkan kebiasaan, disitulah peluang muncul. Pertanyaan paling penting adalah: **Rantai sebab-akibat apa yang menjadi sandaran reaksi pertama pasar hari ini, dan apakah rantai itu masih valid?**

marsbit1j yang lalu

Kisah Seorang Trader Senior: Bagaimana Cara Memanfaatkan Ekspektasi Pasar yang Salah?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片