Dari Ketegangan Geopolitik hingga Pengencangan Likuiditas, BTC Terjerumus ke dalam Pasar yang Tak Terkendali
Turunnya harga Bitcoin (BTC) hingga di bawah $81.200—disusul penurunan signifikan pada Ethereum (hampir 10%) dan aset kripto lainnya—dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, dan lemahnya likuiditas pasar. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk peningkatan kesiapan militer AS dan Iran, memperburuk sentimen risiko. Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi dan sinyal hawkish, mengikis harapan pelonggaran likuiditas jangka pendek.
Penurunan tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga terlihat pada indeks saham AS (NASDAQ, S&P 500) dan logam mulia seperti emas, menunjukkan penarikan modal secara luas dari aset berisiko. Ditambah dengan arus keluar dana dari ETF Bitcoin yang konsisten (lebih dari $1 miliar per minggu), pasar kehilangan daya dukung. BTC bahkan tembus di bawah moving average kunci 100-minggu ($85.000), memicu likuidasi leverage besar-besaran dan aksi jual panik.
Intinya, ini bukan krisis tunggal, melainkan akumulasi ketidakpastian geopolitik, pengetatan moneter, dan minimnya likuiditas institusional yang memicu koreksi mendalam. Pemulihan bergantung pada stabilitas geopolitik, sinyal kebijakan yang lebih jelas, dan kembalinya kepercayaan investor.
Odaily星球日报01/30 02:17