‘A decent 60% chance’ – Galaxy Research weighs crypto bill ahead of Jan. 15

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-07Terakhir diperbarui pada 2026-01-07

Abstrak

Galaxy Research estimates a 60% chance that the crypto market structure bill will advance, with a key Senate Banking Committee markup scheduled for January 15. Democrats are pushing for stricter DeFi regulations, including sanctions compliance, Treasury authority, and a $200 million fundraising cap for issuers. While some view these demands as reasonable, unresolved issues like stablecoin yields and developer protections remain. The 2026 elections could further impact the bill's progress, as political dynamics may delay it. Prediction site Kalshi gives the bill a 79% chance of passing before 2027, but only 49% before May.

Galaxy Research is optimistic that the crypto market structure bill could advance, despite a few contentious issues.

Following the recent bipartisan Senate meeting, Alex Thorn, Head of Research at Galaxy Research, said there was still a “decent 60%” chance that the bill would be passed.

However, he noted that the odds could change depending on the outcome of the Senate Banking Committee markup, scheduled for the 15th of January.

“Republicans are pushing for the markup...Unclear if the two sides can come together and make that bipartisan, as plenty of issues are still outstanding.”

Will Democrats’ demand stall the bill?

Thorn added that the Democrats maintained their stance on DeFi regulation with three key requests from the Republicans.

First, all front-end DeFi platforms must comply with U.S sanctions. In other words, the platforms must block out sanctioned entities, such as North Korea, or face legal liability.

Additionally, DeFi exchanges must grant “special measures” authority to the treasury, and U.S. regulators should issue rulemaking for “non-decentralized” DeFi.

Put differently, the Democrats called for proper DeFi regulation, a stance that delayed the previous markup deadline in September 2025.

Whether it will become another deal-breaker on the 15th of January remains to be seen.

But moderate Democrat and Nevada Senator Catherine Cortez Masto said she “definitely” expects a markup next week. She added,

“We’re still having conversations, but it’s been very productive — open on both sides to working through all of the issues.”

The party also asked for a $200 million cap on the amount issuers can raise and additional investor protections.

Some crypto supporters like venture capitalist Nic Carter viewed the above demands as “pretty reasonable.”

But the stablecoin yield, ethics targeting the Donald Trump family, and software developer protection were key unresolved issues.

In fact, regarding the stablecoin yield, the crypto industry has vowed not to back down, calling it a “national security” issue as China moves to undercut U.S. dominance in the sector.

U.S elections factor

But the 2026 elections could affect the bill’s momentum.

According to investment bank TD Cowen, the Democrats aren’t incentivized to swiftly pass the bill as they believe they may regain control after the November elections. In fact, Trump is worried that he could be impeached if Republicans lose House control.

Jaret Seiberg, managing director of TD Cowen’s Washington research arm, noted in a recent client update that Trump’s conflict of interest topic could delay it by three years.

“We do not believe Democrats would accept this deal unless it also pushed the rest of the bill out three years.”

That said, the overall odds of passage per prediction site Kalshi were 79% before 2027 and 49% before May.


Final Thoughts

  • The Senate Banking Committee is set to markup the crypto market structure bill on January 15, despite Democrats’ hardline stance on DeFi.
  • The chance of the bill’s passage was nearly 50/50 before May, but elections could impact its momentum.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the probability that the crypto market structure bill will be passed, according to Galaxy Research's Alex Thorn?

AAlex Thorn, Head of Research at Galaxy Research, said there is a 'decent 60%' chance that the bill will be passed.

QWhat are the three key demands from Democrats regarding DeFi regulation?

AThe Democrats' three key demands are: 1) All front-end DeFi platforms must comply with U.S. sanctions and block sanctioned entities. 2) DeFi exchanges must grant 'special measures' authority to the treasury. 3) U.S. regulators should issue rulemaking for 'non-decentralized' DeFi.

QWhat event on January 15th could change the odds of the bill's passage?

AThe Senate Banking Committee markup, scheduled for January 15th, could change the odds of the bill's passage.

QAccording to the article, what is a major unresolved issue that the crypto industry has vowed not to back down on?

AA major unresolved issue is the stablecoin yield, which the crypto industry has vowed not to back down on, calling it a 'national security' issue.

QHow could the 2026 U.S. elections impact the momentum of the crypto bill?

AThe 2026 elections could impact the bill's momentum because Democrats may not be incentivized to pass it swiftly if they believe they will regain control after the November elections. A conflict of interest topic related to Trump could potentially delay the bill by three years.

Bacaan Terkait

Titik-Titik Taiwan dalam Rantai Industri AI: 9 Saham Taiwan yang Dipandang Baik oleh 'Dewa Saham Baru' Serenity

Penulis: Ada, Deep Tide TechFlow. Dalam analisis mendalam terhadap rantai pasokan AI Taiwan, “Oracle Saham Baru” Serenity menyoroti 9 saham Taiwan yang mencakup tiga tema utama: CPO (Co-Packaged Optics), ASIC (Application-Specific Integrated Circuit), dan semikonduktor senyawa. Untuk CPO yang disebutnya sebagai "tema industri terbesar berikutnya", Serenity mengidentifikasi 5 saham kunci yang terkait dengan jadwal produksi massal platform COUPE TSMC pada 2026: 1. **FOCI (3363.TWO)**: Mitra kunci NVIDIA dan TSMC untuk FAU (Fiber Array Unit). 2. **Shunsin Technology (6451.TWSE)**: Anak perusahaan pengemasan & pengujian komunikasi optik Foxconn. 3. **Xintec (3374.TWO)**: Anak perusahaan pengemasan dan pengujian level wafer TSMC. 4. **MSSCorps (6830.TWO)**: Pemeriksa dominan untuk pengujian level wafer CPO. 5. **Nextronics (8147.TWO)**: Penyedia konektor CPO dan modul termal. Pada lini ASIC, tiga perusahaan Taiwan terikat pada chip yang dikembangkan sendiri oleh hyperscaler: 1. **Alchip (3661.TWSE)**: Layanan desain backend untuk chip AWS Trainium/Inferentia Amazon. 2. **Unimicron (3037.TWSE)**: Penyedia substrat ABF dan PCB untuk GPU NVIDIA dan ASIC hyperscaler. 3. **MediaTek (2454.TWSE)**: Diduga terlibat dalam dukungan desain backend untuk Google TPU. Serenity juga sangat bullish pada **Win Semiconductor (3105.TWO)**, salah satu duopoli foundry untuk semikonduktor senyawa InP/GaAs, yang penting untuk komunikasi optik AI, satelit LEO, dan robot humanoid. Analisis ini juga menyebutkan perusahaan penting lain yang tidak disebutkan Serenity namun vital untuk gambaran lengkapnya: TSMC (2330.TWSE) sebagai pusat, serta Delta Electronics (2308.TWSE), AVC (3017.TWSE), dan Auras Technology (3324.TWSE) di sektor energi dan pendinginan cair untuk pusat data AI. Menurut Serenity, risiko utama bagi rantai pasokan AI Taiwan bukanlah geopolitik lintas selat, melainkan siklus pengeluaran modal (capex) dari hyperscaler cloud (Microsoft, Amazon, Google, Meta, Oracle). Selama capex mereka terus meningkat, rantai pasokan Taiwan akan diuntungkan. Panduan capex TSMC yang tetap tinggi hingga saat ini menjadi indikator kunci.

marsbit12m yang lalu

Titik-Titik Taiwan dalam Rantai Industri AI: 9 Saham Taiwan yang Dipandang Baik oleh 'Dewa Saham Baru' Serenity

marsbit12m yang lalu

Evolusi Keuangan On-Chain Berikutnya Menurut Vitalik: Bagaimana Merekonstruksi DeFi dengan 'Pemikiran Opsi'?

Dalam diskusi tentang evolusi keuangan terdesentralisasi (DeFi), Vitalik Buterin mengusulkan pendekatan baru untuk mengatasi kerentanan mode tradisional seperti Collateralized Debt Positions (CDP) dan likuidasi paksa, yang sering menjadi penyebab masalah dalam kondisi pasar ekstrem. Model baru ini menggantikan utang dengan opsi sebagai komponen dasar, memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap aset tanpa menghadapi likuidasi mendadak. Dalam sistem konvensional, likuidasi paksa bergantung pada oracle real-time, yang rentan terhadap manipulasi dan dapat memperburuk tekanan pasar. Sebaliknya, desain berbasis opsi membagi aset menjadi dua bagian: satu bagian memberikan eksposur yang stabil atau mengikuti indeks, sementara bagian lain menanggung risiko dan keuntungan sebaliknya. Ini memungkinkan pengguna untuk mengelola risiko secara bertahap tanpa terpaksa keluar dari posisi mereka secara tiba-tiba. Keuntungan utama pendekatan ini termasuk menghilangkan likuidasi keras, mengurangi ketergantungan pada oracle real-time, dan menciptakan sistem yang lebih tahan terhadap manipulasi dan MEV (Maximum Extractable Value). Selain itu, pendekatan ini menawarkan lebih banyak kendali kepada pengguna dan mengurangi tekanan pasar selama volatilitas tinggi. Pergeseran ini menandakan bahwa masa depan DeFi tidak hanya tentang efisiensi modal atau pengembalian yang lebih tinggi, tetapi juga tentang menciptakan struktur risiko yang lebih transparan, dapat dikelola, dan tangguh. Dengan fokus pada inovasi desain keuangan yang mendasar, Ethereum DeFi dapat memperkuat posisinya sebagai inti dari ekosistem keuangan terdesentralisasi, menawarkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan bagi pengguna biasa dan skenario keuangan dunia nyata.

marsbit13m yang lalu

Evolusi Keuangan On-Chain Berikutnya Menurut Vitalik: Bagaimana Merekonstruksi DeFi dengan 'Pemikiran Opsi'?

marsbit13m yang lalu

AI Agent Mengubah Permainan Web3 Secara Total: Dari Kontroversi Bot Rugpull Bakery ke Paradigma Baru Agen Cerdas 2026

Artikel ini membahas bagaimana AI Agent mengubah paradigma game Web3, dimulai dari kontroversi bot di game *Rugpull Bakery*. Alih-alih memblokir bot, pengembang game memilih untuk melegitimasi dan mengintegrasikannya ke dalam mekanisme inti game, menandai pergeseran menuju era "Agentic Gaming". Pada tahun 2026, AI Agent telah berevolusi menjadi tiga mode utama dalam ekosistem game Web3: 1. **Pesaing Otonom & Entitas Ekonomi**: AI berperan sebagai pemain independen. Contohnya ada di *TEN Protocol*, *AI Arena*, *Satoshi Strike Force (SSF)*, dan *Somnia* yang berfungsi sebagai Layer 1 khusus untuk Agent. 2. **Infrastruktur Modular & Lingkungan yang Dapat Diprogram**: AI menggerakkan logika game dunia terbuka. *EVE Frontier* memungkinkan pemain dan AI memprogram fasilitas dalam game (seperti pintu gerbang dan menara) menggunakan "Smart Assemblies", didukung oleh standar *ERC-8183* untuk kolaborasi ekonomi antar-Agent. 3. **Rekan Hybrid & Lingkungan Adaptif Dinamis**: AI berkolaborasi erat dengan pemain manusia. Di *Parallel Colony*, pemain membimbing Avatar AI yang sangat otonom, sementara di *Illuvium*, NPC direncanakan akan menjadi dinamis dan responsif berkat AI. Kesimpulannya, masa depan game Web3 terletak pada simbiosis antara manusia dan AI Agent. Blockchain menyediakan transparansi dan kemampuan pemrograman untuk mengatur serta memberdayakan AI, mengubah game dari ketergantungan pada tenaga manual menuju ekosistem cerdas yang muncul secara algoritmik. Pergeseran ini tidak hanya membentuk ulang industri game, tetapi juga menjadi tempat uji coba untuk masyarakat digital masa depan.

marsbit1j yang lalu

AI Agent Mengubah Permainan Web3 Secara Total: Dari Kontroversi Bot Rugpull Bakery ke Paradigma Baru Agen Cerdas 2026

marsbit1j yang lalu

Saylor Membeli 1,550 BTC, Tapi Ini Mungkin Transaksi Terburuk Strategy Belakangan Ini

Penulis 100y, dikompilasi oleh Deep Tide TechFlow, menganalisis keputusan terbaru MicroStrategy (MSTR) yang membeli 1,550 BTC. Meski terlihat seperti pembelian di harga rendah, transaksi ini justru dinilai merugikan pemegang saham MSTR. Strategi inti MSTR adalah meningkatkan jumlah Bitcoin per saham (BPS). Untuk itu, penerbitan saham baru (ATM) harus dilakukan saat premium mNAV (metrik terkait nilai) di atas level "impas" (breakeven), yang saat ini sekitar 1.30, dan semua dana hasil penerbitan harus digunakan untuk membeli BTC. Dalam transaksi ini, MSTR mengumpulkan $181 juta melalui ATM. Namun, hanya $101.3 juta (sekitar 56%) yang digunakan untuk membeli 1,550 BTC, sementara sisanya ditambahkan ke cadangan dolar untuk mendukung anak perusahaannya, STRATEC (STRC). Lebih buruk lagi, penerbitan saham diduga dilakukan saat mNAV di bawah 1.30. Kombinasi ini—penerbitan di bawah level impas dan tidak semua dana dialirkan ke BTC—mengakibatkan BPS turun sekitar 0.19%. Intinya, transaksi ini mengorbankan kepentingan pemegang saham MSTR untuk memperpanjang daya tahun cadangan STRATEC dari 6.3 menjadi 7 bulan. Ini adalah taruhan: jika pengorbanan ini bisa memulihkan sentimen pasar dan harga STRC, strategi bisa berlanjut. Namun, jika gagal, MSTR mungkin harus terus dikorbankan, berisiko menggerus nilainya atau menunda dividen STRATEC. Kesuksesan strategi ini kini bergantung pada pemulihan harga BTC, MSTR, dan STRC.

marsbit1j yang lalu

Saylor Membeli 1,550 BTC, Tapi Ini Mungkin Transaksi Terburuk Strategy Belakangan Ini

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片