Bitcoin dan saham AS semakin jelas bergerak tidak seirama, dan BlackRock menganggap dinamika seperti ini positif bagi investor yang mencari cara untuk mendiversifikasi portofolio.
Mengapa BlackRock Bicara tentang Pemutusan Hubungan Bitcoin dari Pasar Saham
Robert Mitchnick, kepala divisi aset digital di perusahaan investasi Amerika BlackRock, menyatakan bahwa jarak antara bitcoin dan pasar saham Amerika Serikat semakin melebar. Menurut penilaiannya, cryptocurrency semakin sering menunjukkan dinamika mandiri, bukan sekadar mengikuti pergerakan aset berisiko.
Mitchnick menyebut bulan Juli sebagai contoh utama. Pada periode ini, sektor kecerdasan buatan mengalami koreksi yang nyata, namun bitcoin tampak lebih stabil dibandingkan banyak saham. Di tengah tekanan pada pasar sekuritas, perbedaan perilaku aset tersebut menjadi indikator penting bagi BlackRock.
Hubungan dengan pasar saham biasanya terwujud melalui permintaan umum terhadap risiko: ketika investor keluar dari aset berisiko, tekanan sering kali menyentuh cryptocurrency juga. Namun Juli memberikan contoh sebaliknya: di tengah koreksi di sektor kecerdasan buatan, bitcoin tidak mengikuti pergerakan banyak saham, dan ini menjadi tanda dekorrelasi bagi BlackRock.
Pemutusan hubungan seperti itu terlihat sebagai sinyal yang sehat. Ini mendukung pendapat banyak pelaku pasar bahwa bitcoin mampu berfungsi sebagai alat diversifikasi dan berpotensi melindungi portofolio dari risiko yang muncul di bagian lainnya.
Bitcoin Tetap Menjadi Aset Volatil
Bitcoin-ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa, yang memungkinkan akses ke dinamika bitcoin melalui infrastruktur broker yang sudah biasa. Kelebihannya adalah aset tersebut lebih mudah diintegrasikan ke dalam portofolio; risikonya adalah dana tersebut tetap mengikuti harga bitcoin yang volatil.
Sementara itu, Robert Mitchnick tidak menyangkal volatilitas yang tinggi. Sejak awal tahun 2026, bitcoin telah kehilangan sekitar 30%, dan penurunan ini tetap menjadi faktor penting bagi investor. Namun, menurutnya, pemegang bitcoin-ETF biasanya berorientasi pada horizon jangka panjang dan lebih sering menggunakan pendekatan "Beli dan Tahan".
Volatilitas bitcoin paling banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Permintaan investor terhadap aset berisiko
- Tekanan pada pasar sekuritas
- Koreksi di sektor teknologi, termasuk kecerdasan buatan
- Perilaku pemegang bitcoin-ETF
- Minat investor institusional
Karena itulah penurunan jangka pendek tidak selalu mengubah strategi mereka. Bagi investor semacam itu, yang lebih penting adalah bagaimana bitcoin berperilaku di dalam portofolio bersama dengan berbagai instrumen:
- Saham
- Obligasi
- Mata uang
- Instrumen lainnya
- Aset yang dinominasikan dalam dolar AS
Bagaimana Ini Terkait dengan Pasar Kripto dan Perlindungan Portofolio
Cryptocurrency sudah lama dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif. Dasar peredarannya adalah blockchain, di mana setiap transaksi dalam informatika dicatat dengan cara yang berbeda dari transaksi bank biasa dalam sistem pembayaran klasik. Ciri teknologi ini menjadi salah satu alasan mengapa investor mempertimbangkan aset digital terpisah dari instrumen keuangan tradisional.
Di pasar ada beberapa acuan penting, di mana investor menilai bitcoin:
- Ethereum
- Saham Amerika
- Indeks luas, misalnya S&P 500
Di antara aset digital, bitcoinklah yang paling sering menjadi pusat perbandingan semacam itu, karena ia telah menjadi acuan yang paling menonjol bagi investor institusional.
Bagi sebuah portofolio, kemandirian seperti itu mungkin lebih penting daripada keuntungan jangka pendek itu sendiri. Jika satu saham atau seluruh segmen pasar mengalami penurunan, aset dengan logika pergerakan yang berbeda mampu meredam risiko keseluruhan secara parsial. Efek inilah yang dianggap BlackRock sebagai argumen utama untuk terus mengamati bitcoin.
Apa Lagi yang Penting Dipertimbangkan oleh Investor Kripto
Di AS, operasi dengan cryptocurrency dapat menciptakan kewajiban pajak. Biasanya, perhatian dinas pajak tertarik pada penjualan cryptocurrency, penukaran satu aset dengan aset lain, pembayaran barang atau jasa dengan cryptocurrency, serta penerimaan pendapatan dalam aset digital. Untuk pelaporan, penting untuk mencatat tanggal operasi, harga beli dan jual, jumlah keuntungan atau kerugian.
Jika investor tidak hanya melihat bitcoin itu sendiri, tetapi juga saham yang terkait dengan industri kripto, yang paling sering menjadi fokus adalah:
- Coinbase: Taruhan pada infrastruktur pasar kripto dan aktivitas perdagangan
- Strategy: Proksi pasar yang lebih langsung ke bitcoin melalui posisi besar di $BTC
- Perusahaan penambangan: Sensitif terhadap harga bitcoin, biaya energi, dan kompleksitas penambangan
Prediksi harga 1 bitcoin hingga tahun 2030 sangat beragam: dalam skenario publik, perkiraan dapat berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu dolar per $BTC. Prediksi seperti ini biasanya dibangun di sekitar permintaan institusional, perkembangan bitcoin-ETF, regulasi, makroekonomi, dan minat umum terhadap aset berisiko.
Kasus kehilangan 8000 bitcoin paling terkenal dikaitkan dengan James Howells. Dia membuang hard disk yang, menurut klaimnya, menyimpan akses ke dompet berisi $BTC, dan kemudian berusaha mendapatkan izin untuk mencari perangkat tersebut di tempat pembuangan sampah.
Berita dan analisis tentang bitcoin dan saham AS mudah dicek melalui beberapa jenis sumber:
- Komentar resmi dari BlackRock dan perusahaan manajemen lainnya
- Laporan keuangan perusahaan publik dan data bitcoin-ETF
- Dokumen SEC
- Reuters, Bloomberg, CoinDesk, dan media keuangan lainnya







