Setelah OpenClaw Tour China, Kami Mewawancarai Sekelompok 'Pemburu Lobster'
Tulisan ini melaporkan fenomena "OpenClaw China Tour" yang digelar akhir Februari, didorong oleh proyek AI OpenClaw yang melampaui React sebagai proyek GitHub dengan bintang terbanyak. Acara ini menarik banyak peserta, dari kalangan crypto seperti pendiri Nano Labs Jack Kong dan pendiri TRON Justin Sun, hingga masyarakat umum termasuk anak muda dan bahkan lansia.
OpenClaw, alat otomatisasi AI, memicu "kecemasan AI" luas, membuat orang khawatir tertinggal tren. Peserta beragam, dari yang sudah sukses memanfaatkan AI hingga pemula yang masih belajar. AI dilihat sebagai alat efisiensi untuk perusahaan dan pengembang, bukan pengganti manusia, tetapi pengubah struktur kerja—terutama untuk tugas terstandarisasi. Laporan Anthropic menyebutkan bahwa pekerjaan seperti programmer, pengacara, dan senjustru lebih terdampak, sementara pekerja fisik lebih aman.
Meski pendiri OpenClaw menolak crypto, banyak yang percaya AI dan aset kripto bisa terintegrasi, dengan crypto sebagai infrastruktur pembayaran untuk agen AI. Namun, banyak pengguna masih kesulitan mengoperasikan OpenClaw, leading to unnecessary costs and risks. Kesimpulannya, yang penting bukanlah sekadar memiliki AI, tetapi menggunakannya secara efektif untuk menyelesaikan masalah.
Odaily星球日报03/07 03:13