# Artikel Terkait Peniruan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Peniruan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

CISO Yayasan Solana Peringatkan AI Membuat Penipuan Kripto Semakin Meyakinkan

CISO Solana Foundation, Michael Coates, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) membuat penipuan kripto semakin meyakinkan, terutama melalui rekayasa sosial, phishing, dan peniruan suara. Peringatan ini bukan tentang kelemahan di blockchain atau kontrak pintar Solana, melainkan tentang cara penyerang menargetkan pengguna dan tim. AI memungkinkan penipuan yang lebih personal dan profesional dengan pesan yang dipoles, identitas palsu, hingga deepfake suara yang meyakinkan. Dalam ekosistem kripto di mana transaksi seringkali tidak dapat dibatalkan, hal ini sangat berbahaya. Penekanan diberikan pada pentingnya desain sistem yang "aman secara default" karena mengandalkan kewaspadaan pengguna saja tidak lagi cukup. Serangan rekayasa sosial juga mengancam tim proyek kripto melalui peniruan vendor, eksekutif, atau kolega untuk mendapatkan akses atau persetujuan transaksi berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan prosedur verifikasi yang ketat, kontrol akses, dan disiplin multisig. Sebagai ekosistem yang berkembang pesat dengan banyak aplikasi konsumen, Solana dan seluruh industri kripto perlu meningkatkan keamanan di tingkat pengguna. Perlombaan senjata melawan penipuan dipercepat oleh AI, sehingga produk dan protokol harus dirancang dengan batasan izin, peringatan yang lebih jelas, dan saluran komunikasi yang tepercaya. Intinya, penipuan masa depan mungkin tidak akan terlihat seperti penipuan.

bitcoinist08/03 08:21

CISO Yayasan Solana Peringatkan AI Membuat Penipuan Kripto Semakin Meyakinkan

bitcoinist08/03 08:21

China Business Journal mengungkap skema pemerasan mata uang kripto

Koran bisnis China Business Journal memperingatkan perusahaan-perusahaan tentang penipu yang memakai nama media tersebut untuk memeras uang kripto. Menurut redaksi, pelaku tak dikenal mengirimkan email berpura-pura sebagai staf koran dan menuntut transfer Bitcoin dengan ancaman akan menerbitkan bahan kompromi. Penipu dikabarkan menggunakan alamat Proton Mail. Dalam email palsu itu, klaim dibuat bahwa investigasi jurnalistik rahasia telah mendapatkan informasi yang bisa merusak reputasi perusahaan, dan dimintalah pembayaran dalam kripto agar informasi tidak dipublikasikan. Redaksi China Business Journal menegaskan tidak terlibat dalam pesan-pesan semacam itu, tidak menggunakan metode kerja seperti itu, tidak meminta bayaran untuk menahan publikasi, dan tidak melakukan negosiasi serupa dengan pelaku bisnis. Semua email tersebut harus dianggap sebagai penipuan. Media itu menduga pelaku sengaja memakai nama media negara yang terpercaya untuk mendapatkan kepercayaan korban. Tujuannya adalah memaksa perusahaan mengambil keputusan terburu-buru di bawah ancaman kerusakan reputasi. China Business Journal telah mulai mengumpulkan bukti penyalahgunaan namanya, menganalisis isi email, dan menyiapkan materi untuk diserahkan kepada penegak hukum. Koran juga berhak menuntut pertanggungjawaban pidana dan perdata terhadap pelaku. Perusahaan disarankan memeriksa dengan cermat semua komunikasi yang mengatasnamakan koran, tidak mentransfer kripto ke pihak tidak dikenal, dan melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib. Investigasi oleh koran akan terus berlanjut.

cryptonews.ru07/30 09:11

China Business Journal mengungkap skema pemerasan mata uang kripto

cryptonews.ru07/30 09:11

活动图片