2026-04-18 Sabtu

Pusat Berita - Halaman 32

Dapatkan berita kripto dan tren pasar secara real-time melalui Pusat Berita HTX.

Tim Subnet TAO yang Dipuji Huang Renxun, Sudah Putus Hubungan dengan Pendiri

Inti dari artikel ini adalah tentang konflik antara tim Covenant AI (sebelumnya Templar) dan pendiri Bittensor, Jacob Steeves (Const), yang menyebabkan Covenant AI memutuskan untuk keluar dari jaringan Bittensor. Latar belakangnya dimulai ketika CEO Nvidia, Jensen Huang, memuji pencapaian teknis Bittensor (TAO) dalam melatih model AI besar secara terdesentralisasi. Pujian ini sebenarnya ditujukan untuk model Covenant-72B yang dibuat oleh tim Covenant AI, sebuah sub-jaringan (subnet) di dalam ekosistem Bittensor. Pujian ini sempat mendorong kenaikan harga token TAO. Namun, pada 10 April, pendiri Covenant AI, Sam Dare, mengeluarkan pernyataan yang menuduh Const dan Bittensor telah bertindak bertentangan dengan prinsip desentralisasi. Tuduhan utama termasuk: Const memiliki kendali absolut atas jaringan, menghentikan insentif (emisi) untuk subnet Covenant AI, mencabut hak kelola komunitas mereka, membatalkan infrastruktur subnet secara sepihak, dan melakukan tekanan ekonomi dengan menjual token TAO dalam jumlah besar. Covenant AI menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk kendali terpusat yang disamarkan sebagai desentralisasi. Mereka memutuskan untuk meninggalkan Bittensor dan akan melanjutkan visi pelatihan AI terdesentralisasi mereka di tempat lain. Konflik ini menimbulkan keraguan besar terhadap masa depan Bittensor, merusak narasi desentralisasinya, dan menyebabkan penurunan harga TAO yang signifikan. Di sisi lain, insiden ini justru meningkatkan知名度 (popularitas) Covenant AI. Const membalas dengan pernyataan singkat bahwa peristiwa ini akan membuat Bittensor lebih terdesentralisasi, tetapi komunitas menuntut jawaban yang lebih rinci atas tuduhan tersebut.

Odaily星球日报04/10 03:11

Tim Subnet TAO yang Dipuji Huang Renxun, Sudah Putus Hubungan dengan Pendiri

Odaily星球日报04/10 03:11

Wawancara Terbaru Pendiri DeepMind: AGI Mungkin Terwujud dalam 5 Tahun, Skala 10 Kali Lipat Revolusi Industri, Gelombang Pemikiran Sebelumnya Telah 'Dikeringkan'

Demis Hassabis, pendiri DeepMind, dalam wawancara terbaru menyatakan bahwa AGI (Artificial General Intelligence) kemungkinan besar akan terwujud dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, 90% terobosan kunci dalam industri AI modern selama 10-15 tahun terakhir berasal dari Google Brain, Google Research, atau DeepMind. Hambatan terbesar saat ini adalah komputasi, meskipun hukum penskalaan masih memberikan hasil yang signifikan. DeepMind berfokus pada pengembangan kemampuan pembelajaran berkelanjutan dan mengatasi "kecerdasan bergerigi" (Jagged Intelligence), di mana AI unggul dalam pertanyaan spesifik tetapi gagal dalam variasi lain. Hassabis sangat mendukung model open-source seperti Gemma, yang berguna untuk pengembang kecil dan akademisi. AGI diprediksi akan menjadi alat paling powerful dalam sains dan kedokteran, membawa era keemasan penemuan ilmiah. Namun, diperlukan regulasi global dan standar keamanan minimum, mirip dengan Badan Energi Atom Internasional, untuk memastikan pengembangan yang aman. Dampak sosial-ekonomi AGI diperkirakan sepuluh kali lebih besar dari Revolusi Industri, dengan kecepatan sepuluh kali lipat. Hassabis menekankan pentingnya distribusi manfaat yang adil dan mengatasi ketimpangan. Di balik tantangan teknis dan ekonomi, ia menyoroti pertanyaan filosofis mendatang tentang makna dan tujuan manusia di era AGI.

marsbit04/10 00:09

Wawancara Terbaru Pendiri DeepMind: AGI Mungkin Terwujud dalam 5 Tahun, Skala 10 Kali Lipat Revolusi Industri, Gelombang Pemikiran Sebelumnya Telah 'Dikeringkan'

marsbit04/10 00:09

活动图片